Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Deretan Perusahaan Multinasional di Indonesia

by Rini Agustina on 14 Februari, 2020

Tahukah Anda bahwa sebagian besar produk yang anda konsumsi rata rata merupakan produksi perusahaan nasional? Mulai dari kebutuhan pangan hingga sandang seperti shampo dan sabun adalah produksi perusahaan besar berskala global. Anda akan terkejut jika melihat betapa tingginya jumlah perusahaan multinasional yang merajai pasar Indonesia. Dari industri makanan, otomotif, jasa bahkan keuangan penggeraknya adalah perusahaan-perusahaan global. Sementara perusahaan lokal lebih banyak bermain di Industri yang lebih kecil. Memang ada beberapa yang bisa bersaing dengan perusahaan multinasional asal luar negeri namun jumlahnya bisa dihitung jari.

perusahaan multinasional di indonesia

Apa itu Perusahaan Multinasional?

Perusahaan multinasional (Multinational company/MNC) adalah suatu perusahaan besar yang memiliki anak perusahaan di berbagai negara. Biasanya perusahaan nasional berasal dari negara-negara maju dan membuka cabangnya di negara berkembang. Saking besarnya kekuasaan mereka tak jarang keberadaan perusahaan multinasional ini mempengaruhi kondisi sosial dan politik sebuah negara, bahkan bisa berimbas pada politik global. Ketika masuk ke berbagai negara berkembang biasanya perusahaan besar ini akan bekerjasama dengan perusahaan lokal dan membentuk Perseroan Terbatas. Namun sahamnya tidak ikut menjadi milik perusahaan mitra alias tidak diperjualbelikan di pasar saham lokal.

(Baca Juga: Cara dan Syarat Mendirikan Perusahaan CV)

Karena itulah kebijakan yang diambil seringnya mengaku pada perusahaan induk. Sementara perusahaan mitra hanya bertugas menjalankan kebijakan yang telah diputuskan perusahaan induk. Para petinggi perusahaan multinasional yang telah mendirikan anak usaha di Indonesia lebih banyak diduduki oleh orang asing. Sementara warga Indonesia sendiri biasanya menempati level rendah seperti buruh. Meski jarang memberi kesempatan warga lokal untuk memangku jabatan lebih tinggi, namun tak dapat dipungkiri bahwa keberadaan perusahaan multinasional di negara dunia ketiga sangat berperan pada kemajuan perekonomian negara, terutama semenjak perang dunia kedua.

Multinational Corporation (MNC) memiliki ciri khas tersendiri. Berikut diantaranya:

  • Income Generating melampaui batas penghasilan dari satu negara
  • Mementingkan kontrol pemakaian modal dan pemakaian teknologi
  • Sistem perdagangan terjadi di lingkup sendiri
  • Pengembagan sistem distribusi di lintas batas negara
  • Memiliki manajemen global untuk koordinasi cabang-cabang perusahaan di banyak negara
  • Memiliki sistem modal ventura, lisensi, dan franchise dengan sistem manajemen yang melampaui batas-batas negara
  • Visi dan strategi berbasis global
Plus Minus Perusahaan Multinasional di Indonesia

Masuknya perusahaan berskala global di sebuah negara berkembang membawa keuntungan tersendiri, salah satunya adalah pembukaan lapangan kerja baru. Meski bagian manajemen rata-rata masih ditempati oleh orang-orang dari perusahaan pusat. Namun keberadaan korporasi multinasional ini saja sudah menyumbangkan devisa bagi negara. Berikut adalah beberapa keuntungan yang negara dapat dengan masuknya sebuah perusahaan multinasional di Indonesia:

1. Menambah devisa Negara melalui penanaman modal  pada bidang ekspor

Penanaman modal membantu perusahaan lokal berkembang, meskipun geraknya masih diatur oleh perusahaan multinasional. Sehingga kuantitas produk bisa digenjot hingga mampu diekspor keluar negeri. Selain itu perusahaan multinasional juga memiliki standarisasi sebuah produk yang mendorong Indonesia untuk terus menciptakan produk dengan kualitas terbaik.

2. Mengurangi kebutuhan devisa untuk kegiatan impor pada sektor industri

Hadirnya perusahaan multinasional di Indonesia yang memproduksi berbagai kebutuhan harian masyarakat mulai dari kebutuhan primer hingga tersier mengurangi beban impor negara, sekaligus memaksimalkan peluang lokal untuk berkompetisi menciptakan produk unggulan.

3. Modernisasi industri

Perusahaan lokal yang minim pengalaman mengenai manajemen industri modern punya kesempatan untuk belajar atau menerapkan sekam yang digunakan perusahaan besar kelas dunia. Namun karena modernisasi ini pula sejumlah usaha terpaksa gulung tikar karena tak mampu mengikuti ritme. Alhasil jumlah usaha lokal yang berkembang akan semakin berkurang.

4. Ikut mendukung pembangunan nasional

Karena ikut menanam modal di Indonesia dan membangun sejumlah perusahaan baru, artinya ada devisa negara yang masuk yang bisa digunakan untuk mendukung pembangunan nasional, mulai dari pembangunan jalan hingga akses kesehatan yang juga menunjang kebutuhan masyarakat.

5. Meningkatkan penghasilan masyarakat

Standar gaji yang diterapkan perusahaan multinasional memang lebih rendah dari standar gaji versi global. Namun biasanya sudah lebih tinggi dari penghasilan yang diberikan perusahaan lokal Indonesia, sehingga keberadaan korporasi global ini dapat secara signifikan meningkatkan penghasilan masyarakat. Namun seringkali pekerja di perusahaan baru ini tidak mendapatkan jam kerja yang layak. Gaji yang diberikan memang besar namun tuntutan kerja juga tinggi. Bahkan rata-rata pekerja lebih dari 8 jam perhari yang menyebabkan sejumlah masalah sosial dan kesehatan.

6. Membantu memenuhi kebutuhan masyarakat

Produk yang dijual perusahaan multinasional umumnya adalah kebutuhan masyarakat yang tidak dapat dipenuhi oleh usaha lokal. Masyarakat bisa mengurangi impor untuk produk tertentu seperti perawatan tubuh, dan tak perlu mengeluarkan budget tambahan demi mendapatkan produk yang diinginkan.

Deretan Perusahaan Multinasional di Indonesia

Indonesia juga masuk dalam salah satu negara dunia ketiga yang menjadi incaran perusahaan multinasional. Berbagai perusahaan kenamaan dari Benua Amerika dan Eropa melebarkan sayapnya ke tanah air dengan mendirikan anak usaha di berbagai industri mulai dari makanan, fashion hingga otomotif. Simak 10 perusahaan multinasional di Indonesia dibawah ini:

KFC (Kentucky Fried Chicken)

KFC - Kentucky Fried Chicken - Deretan Perusahaan Multinasional di Indonesia

Kentucky Fried Chicken ini didirikan oleh Colonel Harland Sanders pada 1952 dan mulai membangun KFC menjadi perusahaan multinasional pada pertengahan 60-an. KFC mulai melantai di bursa saham New York Stock Exchange pada 16 Januari 1969. Gerai makanan yang menjual ayam goreng khas ini mulai masuk ke Indonesia pada 1979 dengan mendirikan PT Fast Food Indonesia Tbk bekerjasama dengan Keluarga Gelael.

Pembukaan gerai pertama terbukti sukses dan diikuti dengan pembukaan geraigerai selanjutnya di Jakarta dan ekspansi hingga ke sejumlah kota besar lainnya di Indonesia antara lain Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Manado.

Kini KFC berada dibawah naungan grup Yum! Asia Franchise Pte Ltd, suatu bagian dari Yum! Restaurants International (YRI). YRI sendiri adalah sebuah badan usaha dari Yum! Brands Inc, sebuah perusahaan publik di Amerika Serikat dan pemilik waralaba dari empat merek ternama lainnya, yaitu: Pizza Hut, Taco Bell, A&W, dan Long John Silvers.

Allianz

Allianz - Deretan Perusahaan Multinasional di Indonesia

Pada industri keuangan ada Allianz yang menjadi perusahaan multinasional paling berkembang di Indonesia. Perusahaan jasa keuangan multinasional yang berkantor pusat di Munich, Jerman ini mulai melebarkan sayap ke Indonesia pada 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996. Di tahun 2006, Allianz Utama dan Allianz Life memulai bisnis asuransi syariah.

Kini Allianz Indonesia didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.

Toyota

Toyota - Deretan Perusahaan Multinasional di Indonesia

Toyota menjadi perusahaan multinasional di industri otomotif yang terus berkembang di Indonesia sampai saat ini. Toyota Motor Corporation adalah pabrikan otomotif multinasional Jepang yang berkantor pusat di Toyota, Aichi, Jepang. Toyota adalah produsen mobil terbesar kedua di dunia, di belakang Volkswagen. Toyota adalah produsen mobil pertama di dunia yang memproduksi lebih dari 10 juta kendaraan per tahun.

Toyota masuk ke Indonesia dengan mendirikan Toyota Astra Motor (TAM). Saat TAM hanya berperan sebagai distributor saja. Barulah pada tahun 1973 Toyota mulai mendirikan pabrik perakitan Toyota, di bawah lisensi Toyota, dan pada 29 Mei 1996, dibangunlah pabrik otomotif milik Toyota Motor Manufacturing Indonesia yang 80% kursi manajemennya diisi oleh orang Indonesia.

LG

LG - Deretan Perusahaan Multinasional di Indonesia

LG merupakan sebuah perusahaan asal Korea yang bergerak dibidang industri petrokimia. Namun pada perkembangannya justru lebih serius mengembangkan bisnis elektronik dan berbagai barang peralatan rumah tangga seperti televisi, lemari pendingin dan pendingin ruangan. PT LG Electronics Indonesia berdiri di Indonesia pada tahun 1990 dan masih menjadi salah satu bagian dari LG Group yang didirikan di Korea pada tahun 1985. 

(Baca Juga: Daftar Perusahaan Indonesia Yang Tawarkan Gaji Tinggi)

Awalnya LG Group masuk ke Indonesia dengan menggandeng Astra Indonesia untuk membentuk perusahaan elektronik di Indonesia, yang bernama PT. Goldstar Astra Indonesia. Namun pada 1996, PT. Goldstar Astra mengalami perubahan nama menjadi PT LG Astra Electronics, dan merek yang digunakan berubah menjadi LG, dan pada 1998 saham PT LG Astra Electronics resmi menjadi milik LG Korea dan menyebabkan perubahan nama menjadi PT LG Electronics Indonesia (LGEIN) yang merupakan 100% perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA). 

Danone

Danone - Deretan Perusahaan Multinasional di Indonesia

Sering beli air mineral bermerek Aqua? Ini adalah salah produk buatan Danone Indonesia. Perusahaan multinasional yang bergerak di industri makanan ini telah membuka cabang di 160 negara dan membangun bisnisnya di atas empat lini usaha: Produk Segar Berbasis Susu, Nutrisi Awal Kehidupan, Air dan Nutrisi Medis. Di Indonesia, bisnis Danone terdiri atas tiga kategori utama, yaitu Air Minum dalam Kemasan dan minuman non karbonasi, Nutrisi untuk Awal Kehidupan (Early Life Nutrition) dan nutrisi medis. Di Indonesia, Danone memiliki 24 pabrik dengan jumlah karyawan lebih dari 15.000 orang.Danone memegang beberapa merek terkenal air minum seperti Volvic, Evian, Aqua, dan Badoit.

Epson

Epson - Deretan Perusahaan Multinasional di Indonesia

Produsen alat-alat percetakan asal Jepang ini mulai jadi favorit warga Indonesia di awal 2000-an. Yakni ketika Seiko Epson Corporation mendirikan anak usahanya PT. Indonesia Epson Industry. produk penjualan dari PT Epson terdiri dari dua jenis yaitu untuk individu dan grup (perusahaan).

Indonesia Epson Industry memenuhi permintaan pasar Indonesia akan produk Digital Imaging Solution yang meliputi peralatan Input dan Output. Cabangnya di Indonesia sudah tersebar di berbagai daerah yakni 3 di Jakarta, 2 di Surabaya, 1 masing-masing di Bandung, Bogor, Cirebon, Cikarang, Serpong, Banjarmasin, Denpasar, Jember, Makasar, Manado, Semarang, Serang, Yogyakarta, Palembang, Medan, dan Palu, serta terdapat 150 pusat layanan resmi Epson yang tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Sumatra, NTT, NTB, dan Papua.

Itulah beberapa perusahaan multinasional dari negara dunia 1 yang membuka cabang dan berkembang di Indonesia. Kehadiran mereka menyumbang banyak kemajuan bagi pembangunan tanah air, membuka lapangan kerja dengan gaji tinggi dan memberikan kemudahan bagi warga Indonesia mendapatkan produk-produk berkualitas internasional.

Tentang Penulis