Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Di Usia 20-an, Beberapa Tokoh Dunia Ini Ternyata Sudah Memiliki Kesuksesannya Sendiri

by Ariesta on 5 Januari, 2016

jk rowling - CekAja.com

Jalan kesuksesan setiap orang berbeda-beda. Ada yang semulus jalan tol dan ada yang berliku. Donald Trump contohnya, lahir di keluarga pengembang real estate lalu menjadi pewaris bisnis ayahnya pada usia 25 tahun. Kat Cole, di sisi lain, menjadi presiden Cinnabon setelah meniti karier sebagai pelayan di Hooters. Berkat kegigihannya, Cole yang berasal dari keluarga broken home menjadi  Vice President di usia 26 tahun.

Untuk membuktikan jalan kesuksesan setiap orang berbeda, Cekaja.com merangkum apa yang dilakukan orang-orang sukses dunia lainnya di usia 25.

Hillary Rodham Clinton baru lulus dari Yale Law School

Pada usia 23 tahun, Hillary yang kini merupakan calon presiden Amerika dari partai Demokrat ini mulai berkencan dengan Bill Clinton yang satu kampus dengannya. Dia bahkan rela telat lulus setahun demi bisa bersama dengan Bill. Bill kemudian melamarnya setelah kelulusan namun ditolak.

Di tahun yang sama, Hillary mulai bekerja di Yale Child Study Center. Artikel pertamanya berjdul ‘Anak-anak di bawaj hukum’ dipublikasikan oleh Harvard Educational Review di akhir 1973, saat berusia 25. Dua tahun kemudian, ia setuju untuk menikahi Bill.

Saat ini Hilarry dikenal sebagai first lady Arkansas, first lady Amerika, senator, dan mantan menteri luar negeri.

Donald Trump mewarisi perusahaan real estate ayahnya

Trump yang kini sedang gencar-gencarnya kampanye sebagai calon presiden dari partai republik, memang dibesarkan di keluarga kaya. Namun ia menceritakan kepada Forbes, kalau ayahnya ingin ia belajar nilai dari uang.

Sewaktu kecil, ayahnya akan mengajaknya ke lokasi konstruksi lalu menyuruhya mengumpulkan kaleng soda kosong untuk ditukar dengan uang. Hal ini diakuinya mengajarkannya kalau uang bisa didapat dengan cara bekerja.

Di usia 25, ia memegang control penuh atas perusahaan Elizabeth Trump & Son yang kemudian berganti nama menjadi Trump Organization. Tak lama kemudian, Trump terlibat dalam proyek pembangunan besar-besaran di Manhattan.

(Baca juga: Jangan Mimpi Jadi Orang Sukses dan Kaya Kalau Masih Melakukan 5 Hal Ini)

Richard Branson merintis perusahaan rekaman Virgin Records

Pada usia 22 tahun, Bronson membuka studio dan merilis perusahaan label pada usia 23. Di usia 30 tahun, perusahaannya sudah go internasional. Ia mengenang masa-masa itu sebagai yang tersulit,” Aku mengingatnya dengan jelas. Jauh lebih sulit mengelola perusahaan kecil daripa perusahaan besar dengan 400 anak perusahaan. Membangun bisnis berarti bekerja 24 jam dan 7 hari dalam seminggu. Perceraian pun tak bisa dihindari karena sulit untuk membagi waktu untuk keluarga.”

Warren Buffet bekerja sebagai sales invetasi di Omaha

Di awal 20-an, Buffet bekerja sebagai sales investasi untuk  Buffett-Falk & Co di Omaha sebelum pindah ke New York sebagai securities analyst di usia 26 tahun.  Di tahun yangh sama, ia kemudian mendirikan Buffett Partnership, Ltd., rekanan investasi di Omaha.

(Baca juga: Ini yang Membuat Bill Gates dan Warren Buffet Jadi Orang Terkaya, Bahkan Semakin Kaya)

J.K. Rowling muncul dengan ide kisah Harry Potter saat menaiki kereta yang terlambat

Penulis J.K Rowling berusia 25 tahun saat ide tentang si bocah sihir mampir di kepalanya. Waktu itu tahun 1990 dan kereta yang ditumpanginya mogok selama empat jam. Rowling bahkan dipecat dari kantornya London office of Amnesty International karena terlalu banyak mengkhayal tentang Harry Potter. Dia kemudian menikah, punya anak, bercerai, dan didiagnosa menderita depresi mental sebelum menyelesaikan bukunya di tahun 1995. Seri pertama Harry Potter kemudian terbit pada 1997.

(Baca juga: Mau Lebih Kaya di 2016? Tes Diri Kamu dengan 5 Pertanyaan Ini)

Mark Zuckerberg melalui Facebook berhasil meraup untung untuk pertama kali

Zuckerberg telah bekerja selama lima tahun untuk membangun Facebook. Di tahun 2009, perusahaannya akhirnya meraup untung untuk pertama kali dan mampu menembus 300 juta pengguna. Tentu Mark sangat senang, namun ia menulis di laman Facebooknya, “Ini adalah permulaan dan tujuan selanjutnya adalah mempertemukan semua orang di Facebook.” Di tahun berikutnya, ia dijuluki ‘Person of the Year’ oleh majalah Time.

Tentang Penulis