Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Dianggap Mewah di Indonesia, 5 Makanan Asing Ini Sebenarnya Santapan Rakyat Jelata

by Ariesta on 17 September, 2016

junk food _ asuransi kesehatan - CekAja.com

Masyarakat Indonesia pernah dihebohkan oleh pemberitaan restoran Pizza dan Udon yang menggunakan bahan kadaluarsa.

Pemberitaan tersebut jelas mengagetkan penggemar pizza. Apalagi restoran makanan Italia dan Jepang yang dituduh menjual makanan tak layak konsumsi itu dikenal sangat mementingkan mutu bahan baku. Terlepas dari pemberitaan tersebut, tahukah kamu soal sejarah pizza?

Di negara asalnya, pizza bukanlah makanan mewah. Kudapan satu ini mulai menjadi menu internasional setelah dibawa oleh para Imigran Italia ke Amerika. Jika kamu menonton film Eat, Pray, and Love, mungkin kamu ingat adegan ketika para pemainnya makan pizza dengan tangan. Memang seperti itulah cara menyantap pizza, bukan dengan pisau dan garpu seperti di Indonesia. Selain pizza, makanan apa lagi yang asalnya untuk rakyat jelata tapi jadi santapan mewah di Indonesia?

1. Nachos

DCIM100MEDIA

Nachos berasal dari Piedras Negras Coahuila, sebuah daerah di Meksiko. Daerah ini berbatasan dengan Texas Amerika. Suatu hari pada tahun 1943, istri dari seorang tentara Amerika datang ke Piedras Negras untuk berbelanja. Dia datang ke sebuah restoran yang nyaris tutup.

Kepala pelayan di sana akhirnya hanya bisa menyuguhkan snack dari bahan seadanya. Ignacio ‘Nacho’ Anaya, nama pelayan tersebut, menggoreng roti tortilla sisa setelah memotongnya menjadi bentuk segitiga. Kemudian dia menambahkan lelehan keju cheddar, sedikit merica, dan menyajikannya.

Sekarang, makanan yang awalnya berasal dari bahan sisa ini bisa ditemui di mal-mal di Jakarta dengan harga yang tidak murah.

(Baca juga: Mau Dongkrak Kekayaan di Dunia Investasi? Ini Tipsnya)

2. Lobster

steamed-lobster

Lobster terkenal sebagai menu seafood mewah yang disajikan di restoran kelas atas. Tapi sebelum dikenal sebagai menu mahal seperti sekarang, ternyata lobster menjadi makanan orang miskin sewaktu Amerika masih dijajah Inggris. Lobster bahkan digunakan sebagai umpan untuk memancing ikan, bukan sebagai makanan.

Karena jumlahnya yang melimpah, lobster sampai diibaratkan sebagai ‘serangga laut’. Lobster tidak diperkenankan ada di meja makan orang kaya dan bangsawan karena bentuknya yang membuat lobster sulit disantap secara anggun.

3. Tiram

tiram

Sama seperti lobster, dulunya tiram juga dipandang sebelah mata. Di Inggris, Prancis, dan Amerika, pasokan tiram melimpah sehingga dianggap sebagai makanan murah. Namun karena semakin seiring meningkatnya permintaan dan terbatasnya ketersediaan, harga tiram perlahan-lahan meningkat. Kini tiram menjadi seafood berharga mahal. Uniknya semakin mahal tiram, olahannya pun makin sederhana. Misalnya tiram hanya disajikan mentah dengan dibubuhi perasaan lemon.

4. Sushi

sushi

Awalnya, sushi bukan makanan melainkan teknik pengawetan. Sejak dulu orang Jepang memang senang makan ikan. Supaya ikan bertahan lama, mereka melapisi susi dengan nasi yang sudah difermentasi. Nasinya tidak dimakan, karena nasi tersebut berperan sebagai pengawet murah meriah.

Namun perlahan, sushi beralih dari teknik pengawetan menjadi makanan. Pada abad ke-17, orang Jepang mulai menggunakan cuka atau sake untuk membuat nasi sushi. Potongan sushi yang awalnya besar menjadi makin kecil supaya bisa dilahap dalam sekali suap. Ketika itu, sushi masih dianggap makanan murah.

Setelah perang dunia II berakhir, sushi menjelma menjadi makanan mahal karena keterbatasan bahan baku. Ikan paling segar ditambah cara penyajian sushi yang makin elegan dan beretestika tinggi membuat harga sushi melambung. Saat ini, meski sudah banyak variasi sushi berharga murah, sushi dengan ikan paling segar dan diolah oleh ahli sushi tetap dianggap sebagai makanan mewah.

5. Fish and Chips

fish-and

Fish and chips merupakan penganan yang terdiri dari ikan goreng tepung dan kentang goreng. Makanan ini berasal dari Inggris dan populer di kalangan kaum buruh. Karena dianggap sebagai makanan ringan, cara memakannya pun hanya ditempatkan di karton atau kertas pembungkus makanan seperti burger.

(Baca juga: Melebihi Harga Rumah, Ini 12 Jam Tangan Pria Termahal di Dunia)

Tapi kini, makanan selingan ini mulai disajikan di piring dengan penyajian apik khas makanan mahal. Fish and Chips bahkan dijadikan menu makan siang karena mengandung protein dan karbohidrat. Di Indonesia sendiri, makanan ‘buruh’ ini bisa ditemui di kafe-kafe mahal.

Mau kartu kredit yang banyak diskon belanja makanan di restoran dan cafe? Ajukan segera di CekAja!

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami