Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Diskusi dan Pertemuan Pertama FinTech Indonesia

by JTO on 13 Februari, 2015

FinTech Indonesia kembali diperkenalkan dan mengadakan pertemuan pertamanya pada acara Sharing & Discussion bertajuk “How to Collaborate in Developing the Startup’s Ecosystem”, kemarin, Kamis 12 Februari 2015, di Comma Co-working Space, Jakarta.

Dimoderatori oleh Dondi Hananto, pendiri dari Kinara Indonesia, pembahasan tentang FinTech Indonesia dalam diskusi ini cukup menarik. Pasalnya, dua orang yang berpengalaman dalam industri teknologi finansial dihadirkan untuk menjadi pembicara utama, yaitu Markus Gnirck dari Startupbootcamp FinTech dan John Patrick Ellis, CEO CekAja.com.

FinTech Indonesia 2 - CekAja.comMarkus Gnirck, sebagai co-founder dan Global COO Startupbootcamp FinTech, berbagi pengalaman saat melakukan innovation program dalam industri FinTech. Menurutnya, semua orang dapat melihat perubahan yang terjadi di industri keuangan, di mana para startup FinTech yang menciptakan teknologi tentang keuangan bergerak maju dengan cepat dengan menghadirkan solusi baru. Solusi ini bukan untuk mengganggu bank dan menghapus proses yang telah dimiliki, melainkan untuk berkolaborasi dan mendorong ekosistem yang lebih baik dalam dunia finansial.

“Munculnya startup dalam industri FinTech di seluruh dunia cukup signifikan. Investasinya juga meningkat secara signifikan. Karena itu, hampir bisa dipastikan struktur proses keuangan lama akan berubah dalam beberapa tahun kedepan,” ucap Markus.

FinTech Indonesia 3 - CekAja.comDi sisi lain, John Patrick (JP) Ellis, pendiri portal informasi dan perbandingan finansial CekAja.com mengungkapkan tentang perkembangan layanan finansial di Indonesia. Ia menilai, para stakeholder di Indonesia juga telah mendorong inovasi layanan finansial, baik perbankan dan asuransi, untuk bergerak dalam pemakaian teknologi. “Terlebih lagi dengan pemerintah baru yang mendorong program “eservice” dalam setiap layanan yang diberikan,” ucapnya.

Karena itu, menurut JP, sebuah inovasi teknologi finansial dapat menciptakan solusi baru yang dapat mendukung berbagai program tersebut. Hal inilah yang mendorong gagasan untuk mendirikan FinTech Indonesia, yaitu asosiasi penyelenggara teknologi finansial yang mempertemukan para entrepreneur penyedia teknologi jasa finansial; bank, lembaga pembiayaan, dan asuransi; serta pemangku kebijakan (stakeholder) finansial baik dari pemerintah dan non pemerintah.

“Adanya FinTech Jakarta ini diharapkan juga dapat mendorong lembaga-lembaga finansial, baik perbankan dan asuransi, mengubah strategi bisnisnya dengan menempatkan teknologi sebagai unsur utama dalam proses inovasi produk dan jasa. Hingga, para penyedia teknologi jasa finansial juga terdorong untuk terus berinovasi,” ucapnya.

Diskusi yang juga dihadiri oleh para startup, investor, para pelaku industri finansial ini, juga menggagas langkah kedepan untuk diadakannya diskusi bulanan yang akan membahas FinTech Indonesia secara lebih mendalam. Di mana dalam pertemuan tersebut akan dirumuskan arah dan struktur organisasi FinTech.

FinTech Indonesia 1 - CekAja.com
Peserta diskusi dan pembicara berfoto bersama

Tentang Penulis

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami