Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Dokter Tirta Ditetapkan Sebagai PDP Corona, Siapakah Dia?

by Rini Agustina on 1 April, 2020

Baru-baru ini nama Dokter Tirta jadi trending di media sosial twitter. Cuitannya yang tegas dan terkesan galak lah yang menjadikannya bahan bibir orang banyak. Dokter yang bernama lengkap Tirta Mandira Hudhi tersebut merupakan satu dari ratusan relawan yang membantu penanganan virus Covid-19.

Dr Tirta Ditetapkan Sebagai PDP Corona, Siapakah Dia?

Sebagai relawan, ia terjun langsung ke lapangan dengan membagikan APD ke teman-teman dokter, dan berkeliling rumah sakit di Jakarta untuk memastikan kecukupan APD untuk tenaga medis. Dalam cuitan twitter nya ia mengaku bekerja hingga belasan jam perhari saat virus Corona ini mulai mewabah di Indonesia.

(Baca juga: Bulan Juni, Virus Covid-19 Diprediksi Bakal Berakhir)

dr Tirta juga merupakan sosok yang hangat, ia sering membalas cuitan dari netizen yang berisi pertanyaan seputar virus Covid-19. Penjelasan dr Tirta ini dinilai lebih mudah dipahami oleh generasi milenial, yang tak suka dengan penjelasan panjang.

Siapakah dr Tirta ini?

Pria yang lahir di Surakarta, 30 Juli 1991 ini adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan predikat cumlaude. Sosok yang lebih familiar dipanggil Cimeng ini, sering membagikan pengetahuan terkait kesehatan melalui media sosial twitter.

Ada fakta-fakta menarik soal dokter nyentrik yang satu ini, penasaran? Berikut adalah fakta-fakta dr Tirta:

  • Lulus dengan Predikat Cumlaude

Seperti kita tahu fakultas kedokteran UGM adalah salah satu yang paling favorit di Indonesia. Untuk bisa diterima pada fakultas ini rata-rata nilai yang dibutuhkan harus berada di angka 8, itupun dengan basis ujian yang dibuat oleh UGM sendiri yang terkenal sangat sulit.

Bagi mahasiswa kedokteran, meraih nilai IPK 3 saja sudah menjadi sebuah anugerah terlebih mereka yang bisa cumlaude. Artinya ia yang dapat lulus kedokteran dengan nilai cumlaude memang benar-benar cerdas.

Begitupun dengan dr Tirta, ia memasuki Fakultas Kedokteran UGM 2009 dan lulus pada 2013 dengan predikat cumlaude.

  • Melanjutkan Jadi Dokter IGD

Selama karirnya menjadi seorang dokter, dr Tirta pernah mengabdi untuk negara dengan bekerja di Puskesmas Turi dan RS UGM Yogyakarta sebagai dokter umum Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Pria yang dibesarkan di Karanganyar, Solo, Jawa Tengah ini pernah ditawari beasiswa S2 ke Belanda dan Jerman, selepas menyandang gelar sarjana kedokteran.

Namun ia menolak tawaran tersebut, karena mantap ingin menjadi dokter IGD. Ia mengaku belum siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena masih ingin mencari pengalaman real sebagai dokter di lapangan. Ia menjadi dokter muda untuk kurun waktu 2013-2015.

  • Hobi Berbisnis

Sejak muda dr Tirta memang senang berbisnis, bahkan ketika masih sibuk menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran ia sudah membangun bisnis cuci sepatu yang ia jalankan di kamar kosnya.

Ia mendirikan VORSCA pada 2015 lalu dan kini telah berusia 5 tahun dan bisnis Tukutu Indonesia sejak 2018. Tak hanya itu, ia juga menjadi owner atau pemilik dari COMMUNION Management. Dokter muda ini memang terkenal sangat aktif, dalam segala hal, khususnya pada bidang bisnis.

Ia mengaku lebih senang berbisnis karena membuatnya jadi pribadi yang kreatif dan membuka banyak peluang baru. Sebelum mengecap manisnya hasil bisnisnya ini, dr Tirta juga sama dengan pejuang bisnis lain yang memulai semua dari nol. Ia pernah mencuci sepatu customernya sendiri karena kala itu ia belum sanggup menggaji pegawai. 

Baru setelah beberapa tahun berjalan, ia mampu mengajak beberapa orang untuk masuk dalam timnya. Dr Tirta mengakui sangat mencintai bisnisnya karena bisnis manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh dirinya sendiri namun juga orang lain yang bekerja bersamanya.

  • Bangun Bisnis Pekerjakan Anak Jalanan

Diketahui dr Tirta sempat vakum dari dunia kedokteran akibat penyakit bronkitis akut yang diidapnya. Sehingga memaksa nya untuk keluar dari kesibukan ruang IGD.

Namun, karena terbiasa sibuk ia pun tidak betah hanya berdiam diri dirumah. dr Tirta akhirnya membangun bisnis cuci sepatu yang ia namakan ‘Shoes and Care’.

Menariknya, ia tidak mengajak  orang-orang profesional dalam menjalankan bisnisnya ini. Justru kaum-kaum marjinal lah yang ia pekerjakan seperti anak jalanan, anak punk, kuli hingga bekas napi. Setidaknya 60% dari pegawainya adalah orang-orang yang mendapat diskriminasi.

Bisnis cuci sepatu ini kini sudah tersebar di berbagai kota besar Indonesia, dengan pelanggan yang beragam bukan hanya di dalam negeri namun juga dari luar negeri. Ia berharap bisnisnya ini dapat menjadi tempat yang nyaman untuk para orang-orang yang terpinggirkan dan sulit mendapat pekerjaan.

  • Populer Sebagai Pengamat Sepatu

Sebelum akhirnya viral karena cuitannya yang keras mengkritik pemerintah soal penanganan wabah Covid-19, dr Tirta ternyata lebih dulu dikenal sebagai pengamat sneakers.

Diketahui sejak kuliah ia memang hobi membeli dan mengumpulkan sneakers. Koleksi sneakernya juga beragam mulai dari merek lokal hingga kenamaan dunia.

Tak heran jika bisnisnya juga tak jauh dari dunia sepatu sneakers. dr Tirta dengan setia menjawab setiap pertanyaan netizen terkait sneaker, mulai dari cara merawat hingga tips membeli sneaker yang bagus.

  • Viral Karena Kritik Pedas

Tagar “netizen bertanya”, “dr Tirta Menjawab” sempat jadi trending di twitter setelah ia mengunggah cuitan pedas mengenai penanganan pemerintah menghadapi pandemi Corona dan juga sikap masyarakat Indonesia yang masih abai dengan bahaya virus ini.

Dalam video yang diunggah ke media sosial, ia menyampaikan kepada pemerintah bagaimana beratnya para petugas medis menangani pasien virus Covid-19. Bahkan seorang dokter bisa bekerja hingga 20 jam non-stop. Tidak sedikit juga yang sampai kehilangan nyawa karena terpapar virus ini.

  • Sindiran dengan Bahasa Jawa

Uniknya, dr Tirta ini melemparkan sindiran maupun kritik dengan bahasa Jawa yang lucu. Pria yang hobi mengganti warna rambutnya ini sejak di bangku kuliah memang dikenal nyentrik dan berani beda. SIfat inilah juga yang mengantarnya menjadi pebisnis dengan 30 cabang yang sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Itulah beberapa fakta menarik mengenai sosok dr Tirta yang semakin populer sebagai relawan Covid-19. Namun baru-baru ini ada kabar kurang menyenangkan dari sosok garang tersebut. Ia disebut-sebut telah terjangkit virus Corona dan ditetapkan sebagai PDP. Benarkah demikian?

Menyandang Status PDP (Pasien dalam Pengawasan)

Setelah viral karena cuitan pedasnya terkait penanganan pemerintah terhadap pandemi virus Corona, dalam instagram pribadinya dr Tirta mengakui jika dirinya menjadi PDP virus Corona.

Sontak saja, pengumuman ini membuat netizen terkejut, karena selama ini ia bergerak di garda depan dan menjadi sosok yang penting karena menentukan distribusi APD untuk petugas medis tetap lancar.

Bagaimana kronologi dr Trita menjadi pasien dalam pengawasan?

Ia mengaku merasakan demam dan batuk selepas pulang dari wisma atlet, namun batuk yang dirasakannya sangat parah sehingga membuatnya khawatir.

Terlebih ia punya riwayat bronkitis yang parah.  Kondisi pertama kali yang ia rasakan adalah demam, lemas, batuk dan itu terjadi pada Sabtu (28/3/2020) malam.

Ia Pun memutuskan ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, untuk menghindari adanya kemungkinan penularan. Dr Tirta mengaku sebenarnya dia merasa baik-baik saja, namun ia tak mau menimbulkan kekhawatiran bagi lingkungan sekitar karena itu ia memutuskan untuk melakukan isolasi mandiri.

“Masih PDP, semua pengecekan hasilnya negatif, suhu 36,7. Semua normal, tetapi di paru ada bronchitis kronis. Dugaannya bronkitis yang parah kalau nggak corona ya bronchitis,” bebernya kepada suara.com.

Setelah menjalani tes swap diketahui ia memang negatif Covid-19. Batuk berat yang dia derita bukan disebabkan karena terinfeksi Virus Corona, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu divonis bronkitis kronis akibat rokok. Dokter yang kini beralih profesi sebagai pengusaha itu sedang dirawat di Rumah Sakit Kartika Pulomas

Dr Tirta menegaskan bahwa kabar mengenai dirinya positif Covid-19 adalah hoaks. Ia berpesan kepada masyarakat Indonesia untuk menerapkan pola hidup sehat dengan rajin makan brokoli, minum madu sekali sehari, telur rebus untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dan tambahan vitamin c.

Ia juga mengingatkan publik untuk menjauhi makan goreng-gorengan karena dapat membuat panas dalam dan menyebabkan tenggorokan nyeri.  Orang yang berada dalam kondisi kesehatan yang kurang baik, lebih mudah terpapar virus Covid-19.

Sindir Influencer

Awal mula viralnya dr Tirta juga bukan hanya karena cuitan pedasnya di twitter. Melainkan juga saat ia tampil secara live di Indonesia Lawyers Club (ILC) beberapa waktu lalu.

Diundang sebagai salah satu tamu, dengan tema diskusi mengenai penanganan wabah Cirina, dr Tirta secara mengejutkan melayangkan sindiran pedas kepada teman-teman influencer.

Ia Pun menyebut nama Atta Halilintar dan Reza Arap sebagai salah satu youtuber kondang yang mestinya mendonasikan sebagian hartanya untuk penanganan wabah Corona. Acara yang tayang pada edisi selasa (24/3/2020) tersebut juga menyindir gaya hidup mewah Atta dengan deretan mobilnya.

Ia bahkan menantang para youtuber untuk menjual salah satu mobilnya dan hasilnya di donasikan untuk kepentingan penanganan wabah Covid-19/. Namun kritik ini tidak disambut baik oleh semua influencer, beberapa ada yang berterima kasih kepada dr Tirta karena telah mengingatkan namun sebagian yang lain mereka bahwa tindakan dr Tirta ini tidak perlu.

Balasan Sindiran dari Atta dan Reza

Atta membalas sindiran dr Tirta dengan mengirimkan direct message bahwa ia akan segera memberikan bantuan kemanusiaan, sementara itu Atta juga menyemangati dr Tirta yang terus berjuang di garda depan.

Lain lagi dengan Reza Arap yang kurang menerima kritik dr Tirta, ia mengakui bahwa apa yang dikatakan dr Tirta sama sekali tidak mendorong perbaikan. Ia Pun mengatakan bahwa sebelumnya Reza dan dr Tirta sudah sepakat untuk sama-sama melawan wabah Covid-19 dengan cara yang berbeda.

Keberatan Reza kemudian ditanggapi oleh dr Tirta dengan permintaan maaf melalui twitter. Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menyinggung para influencer namun hanya ingin mendorong para youtuber untuk melakukan langkah lebih nyata.

Selain youtuber akhirnya dr Tirta pun mengajak seluruh warga Indonesia untuk sama-sama bekerja memutus rantai penularan, memberikan apa yang bisa diberikan demi meringankan para pekerja yang berada di garda depan seperti dokter dan suster. Atau buat yang tidak bisa melakukan apapun ya “dirumah saja”, itu adalah tindakan preventif yang paling baik.

Itulah penjelasan mengenai dr Tirta, membantu untuk melawan wabah Covid-19 adalah suatu hal wajib yang harus dimiliki seluruh orang. Caranya pun berbeda, seperti menyisihkan sebagian uang, mendistribusikan APD bahkan berdiam diri dirumah juga membantu.

Selain itu, memakai asuransi juga sangat penting untuk menjaga keuangan tetap aman ditengah kondisi seperti ini, Cekaja.com membantu memilih asuransi yang cocok untuk kamu, banyak pilihan yang ada. Soal keamanannya, tidak perlu khawatir karena Cekaja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tentang Penulis