Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

Drama Baru Boeing 737 Max 8

by Sindhi Aderianti on 15 Maret, 2019

Kecelakaan pesawat baru saja menimpa Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET 302. Pesawat yang membawa 149 penumpang dan 8 awak kabinnya ini terjatuh, tak lama setelah lepas landas dari Bandara Bole, Addis Ababa, Ethiopia (10/3/2019).

Pesawat Maskapai CekAja

Walau bukan dari maskapai Tanah Air, namun jatuhnya pesawat tersebut sontak mengingatkan kita akan tragedi Lion Air JT 610. Oktober 2018 lalu, tentu masih terngiang-ngiang betapa tragedi nahas itu meninggalkan luka yang mendalam.

Semua korban dinyatakan tewas, beberapa jasad bahkan tidak berhasil ditemukan. Menurut berbagai sumber, dua kecelakaan pesawat ini ternyata memiliki sejumlah kemiripan. Berikut rangkuman fakta-faktanya:

1. Menggunakan Boeing 737 Max

Ethiopian Airlines yang dijadwalkan terbang ke Nairobi, Kenya itu menggunakan jenis pesawat Boeing 737 MAX 8. Tak dinyana, jenis pesawat tersebut ternyata juga digunakan oleh Lion Air JT 610.

Akibat dua tragedi mengenaskan ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akhirnya melarang terbang sementara pesawat Boeing 737-8 MAX. Langkah ini diambil demi menjamin keselamatan penerbangan di Indonesia.

(Baca juga: Mengenal Berbagai Pabrikan Pesawat Komersil Dunia)
2. Jatuh beberapa menit usai lepas landas

Berdasarkan informasi yang dilansir Aljazeera, Ethiopian Airlines meninggalkan Bandara Bole pukul 8.38. Selang enam menit tepatnya pukul 8.44 waktu setempat, pesawat ini hilang kontak dengan menara kontrol.

Tak lama kemudian, puing-puing pesawat ditemukan dekat kota Bishoftu, sekitar 62 km sebelah tenggara Addis Ababa.

Kronologi itu hampir sama dengan yang dialami Lion Air JT 610. Pesawat tersebut jatuh 13 menit setelah pesawat mengudara.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang pukul 06.20 WIB. Namun pukul 06.33 WIB, pesawat hilang kontak dengan menara kontrol sebelum akhirnya ditemukan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

3. Pilot meminta izin ‘return to base’

CEO Ethiopian Airlines mengatakan, pilot sempat menyebut dirinya kesulitan mengontrol pesawat dan ingin kembali. Pihak menara kontrol pun memberikan izin ‘return to base’.

Namun sayang, pesawat ini jatuh sebelum berhasil kembali ke Bandara Bole. Hal inilah yang juga dilami pilot Lion Air JT 610.

Setelah diizinkan untuk ‘return to base’ oleh ATC, pesawat justru hilang dari radar dan terjatuh.

4. Seluruh penumpang dinyatakan tewas

Akibat tragedi ini, seluruh penumpang Ethiopian Airlines dinyatakan tewas. Termasuk di dalamnya seorang WNI, bernama Harina Hafitz yang bekerja sebagai staff PBB Roma.

Sama halnya dengan Lion Air JT 610, semua penumpangnya yang berjumlah total 189 orang tak selamat.

(Baca juga: Pesawat Lion Air Jatuh, Ini 5 Fakta Tentang Si Singa Terbang)
5. Satu orang missed flight dan selamat

Fakta ini turut menambah kemiripan tragedi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines dan Lion JT 610. Salah satu penumpang bernama Antonis Mavropoulos merasa beruntung karena tertinggal pesawat Ethiopian Airlines yang akan menerbangkannya ke Nairobi.

Sementara pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan Bangka Belitung, Sony Setiawan pun bersyukur tiada henti karena batal menumpangi pesawat Lion Air JT 610. Kabarnya, ia mengalami missed flight lantaran terjebak macet di Tol Cikampek.

Sekilas Tentang Boeing 737 Max 8

Hingga saat ini otoritas Ethiopia masih menyelidiki jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8 yang menewaskan 157 orang di dalamnya. Namun dengan adanya dua tragedi yang melibatkan Lion JT 610 dan Ethiopian Airlines, regulator penerbangan diseluruh dunia menyoroti dengan tajam penggunaan Boeing 737 Max 8.

Padahal, seri pesawat buatan Amerika Serikat ini termasuk yang paling laris. Sebanyak 69 persen penjualannya juga berhasil dilepas ke pasar global.

Pesawat tersebut rata-rata dijual seharga 121,6 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,7 triliun per unit. Boeing 737 Max 8 dirakit pada 30 Agustus 2011.

Sedangkan uji cobanya dilakukan pada 29 Januari 2016, hingga memperoleh sertifikasi dari regulator pada 3 Maret 2016. Sebenarnya, pesawat itu memiliki cukup banyak keunggulan.

Boeing 737 Max 8 mampu terbang selama 7,5 jam tanpa mengisi bahan bakar. Konsumsi bahan bakarnya juga lebih irit 15%. Hal itu terjadi lantaran bentuk sayapnya yang terbelah di bagian ujung.

Sehingga gelombang turbulensi di udara berhasil di pecah dan tidak menahan laju pesawat. Soal kapasitas penumpang, pesawat ini mampu mengangkut 180 penumpang untuk sekali terbang.

Walau begitu, Boeing 737 Max 8 pernah juga mengalami cacat mesin. Menurut berbagai pakar penerbangan, Boeing menggunakan mesin yang lebih besar dan memposisikannya lebih ke depan pada sayap 737 MAX 8.

Akibatnya jet anyar tersebut ditengarai menjadi kurang stabil ketika Angle of Attack pesawat membesar alias pada saat pesawat menengadah ke atas.

(Baca juga: Ini Tindakan dan Barang yang Dilarang di Pesawat)
Bukan Indonesia Saja, Negara Ini Juga Grounded Boeing 737 Max 8

Menurut Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA), saat ini masih ada  350 pesawat Boeing 737 Max 8 yang diterbangkan oleh 54 operator seluruh dunia.

Selain Indonesia, ada beberapa negara yang juga mengeluarkan larangan terbang (grounded) bagi pesawat tipe Boeing 737 Max 8. Singapura merupakan salah satu negara yang cukup ketat menerapkan larangan ini.

Otoritas Penerbangan Singapura tak hanya akan ‘mengandangkan’ Boeing 737 Max 8 milik pesawat domestiknya. Tapi juga melarang pesawat dari negara lain yang menggunakan 737 Max untuk masuk Singapura.

AS menjadi negara paling lama yang mengambil keputusan itu. Sebelumnya banyak negara termasuk di Eropa yang sudah mengambil keputusan pelarangan terlebih dahulu.

Larangan ini sifatnya preventif, bukan sanksi. Selama grounded berlangsung, kondisi Boeing 737 Max 8 akan dicek untuk memastikan keamanan pesawat tersebut.

Apakah ke depannya masih layak terbang? Kita tunggu pernyataan resminya kembali dari pihak yang bersangkutan.

Dalam bepergian dengan pesawat, asuransi perjalanan memiliki peranan yang amat penting. Sebab kendala atau musibah, tidak ada yang tahu kapan datangnya.

Jangankan kecelakaan pesawat, penerbangan yang ditunda pun sudah cukup merugikanmu sebagai penumpang. Nah gunanya asuransi perjalanan, kerugian-kerugian tersebut bisa terbayarkan.

Cari asuransi perjalanan terbaik? Bandingkan, pilih, dan miliki sekarang juga dengan hanya mengakses CekAja.com.

Widget TRV Insurance

Tentang Penulis

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.