Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Drama Spiderman: Dari Sony, Marvel, Sekarang ke Sony Lagi

by Sindhi Aderianti on 22 Agustus, 2019

Berita mengejutkan hadir dari karakter Spiderman. Rumah produksi Sony Pictures yang memiliki lisensi Spiderman, kini tak bekerja sama lagi dengan Marvel. Alhasil, warganet langsung meramaikan lini masa media sosial, khususnya Twitter dengan tagar #SaveSpiderMan. Bahkan, aktor Jeremy Renner, yang bermain sebagai karakter Hawkeye, ikut memasang status di Instagram, meminta Spiderman kembali ke Marvel.

Spiderman Marvel Sony
Foto: Instagram @spidermanmovie/diolah

Karakter Spiderman yang diperankan oleh Tom Holland otomatis harus keluar dari Marvel Cinematic Universe (MCU). Selain itu, posisinya sebagai member The Avengers juga berakhir. Hal ini amat disayangkan, mengingat Spiderman versi Holland sudah muncul dalam lima film MCU. Bahkan dinilai memiliki masa depan cerah dibanding film-film dengan pemeran terdahulu. Lima film tersebut antara lain:

  • Captain America: Civil War (2016)
  • Spiderman: Homecoming (2017)
  • Avengers: Infinity War (2018)
  • Avengers: Endgame(2019)
  • Spiderman: Far From Home (2019)

Masa depan Spiderman mendadak abu-abu setelah Sony dan Marvel ‘putus’. Padahal, masih ada dua film Spiderman yang akan diproduksi oleh MCU, dimana Tom Holland kembali memerankan karakter manusia laba-laba tersebut. Jon Watts pun kembali diproyeksikan menjadi sutradara. Sayang rencana itu tak akan mungkin terealisasi.

Alasan Sony dan Marvel ‘Putus

Keputusan ini tentu mengundang banyak tanda tanya. Apa trigger Sony hingga akhirnya enggan bekerja sama lagi dengan Marvel? Deadline melaporkan bahwa selama beberapa bulan terakhir Disney dan Sony sulit mencapai kesepakatan baru terkait pendanaan film-film Spiderman di masa mendatang. Sekedar informasi, Marvel sendiri memang bagian dari Disney. Tepatnya pada 2009, Disney membeli Marvel Studios seharga US 4 miliar. Peran Disney tak lain adalah studio yang didaulat untuk mengangkat karakter  superhero mereka ke dalam sebuah film.

Nah, kesepakatan yang tak berujung manis ini disebabkan oleh beberapa masalah. Disney tentu ingin memproduksi dan berbagi keuntungan dari film-film yang menampilkan Spiderman. Menurut Variety, Disney mengajukan tawaran agar kolaborasi produksi dan finansial film-film Spiderman berikutnya dibagi menjadi 50/50. Disney juga berharap dengan Sony, mereka bisa memproduksi film lepas yang mengangkat karakter Spiderman. Hal ini kemungkinan akan menyangkut ke berbagai film lain yang punya hubungan dengan Spiderman universe, misalnya Venom. Jelas, Sony menolak mentah-mentah permintaan tersebut.

Retaknya kerjasama Sony dan Marvel juga diperkuat oleh pengumuman Marvel dalam perhelatan Comic Con bulan lalu, dimana film-film dan beragam pertunjukannya tidak lagi menampilkan tokoh Spiderman.

(Baca juga: 4 Pelajaran Merintis Sukses dari Film Avengers: End Game)
Napak Tilas Perjalanan Spiderman dengan Sony

Spiderman terlahir dari karakter komik yang diterbitkan oleh Marvel Comics. Tahun 1999, Sony membeli hak untuk mengadaptasi karakter ini ke dalam bentuk film. Sejak saat itu, Sony telah membuat lima film yang menampilkan karakter Spiderman. Di antaranya adalah tiga film diperankan oleh Tobey Maguire; Spiderman, Spiderman 2, dan Spiderman 3. Serta dua film lain yang pemerannya digantikan Andrew Garfield; The Amazing Spiderman 1 dan The Amazing Spiderman 2.

Pada tahun 2015, Sony menandatangani kesepakatan dengan Disney, serta anak perusahaannya Marvel Studios untuk memasukkan karakter Spiderman sebagai bagian dari MCU. Barulah setelah itu, Spiderman mengawali debutnya bersama tokoh-tokoh Marvel lewat film Captain America: Civil War.

Hengkangnya Spiderman dari Marvel,  tak dapat dipungkiri menjadi cacat terbesar dalam sejarah MCU. Hal ini membuktikan bahwa, MCU masih sangat bermasalah dengan right issues beberapa karakter. Sekedar informasi, Marvel juga tidak sepenuhnya memegang distribusi untuk film solo Hulk dan Namor. Pun, hanya baru-baru ini saja Marvel ikut mengangkat kembali karakter X-Men dan Fantastic Four.

Keuntungan Spiderman Ketika Masih Bersama Marvel

Sejak Spiderman merapat ke Marvel, banyak perubahan yang terjadi. Bukan hanya pemeran utamanya saka, tetapi juga yang paling penting dari segi pendapatan. Penggemar tampak lebih menyukai Spiderman versi Tom Holland. Hal tersebut bisa dibuktikan dari pendapatan Spiderman yang meningkat.

Benar saja, Spiderman: Homecoming (2017) yang memakan biaya produksi US$175 juta mampu meraup pendapatan sebesar US$880 juta. Kemudian Spiderman: Far From Home yang berbujet US$160 juta sanggup membawa pulang US$1,109 miliar. Dengan kata lain, total pendapatan yang berhasil diraih dari kerjama Marvel dan Sony sebesar US$ 1,9 miliar.

Atas pencapaian tersebut, Spiderman yang digarap Sony beserta Marvel Studio pun berhasil masuk dalam jajaran film pendapatan tertinggi dalam box office dunia.

(Baca juga: 5 Film Marvel dengan Pendapatan Tertinggi Hingga Triliunan)
Ramalan Nasib Spiderman Pasca Hengkang

Life must go on, begitu juga dengan kisah Spiderman meski harus berpindah-pindah ‘waralaba’. Karakternya yang kuat tentu akan sulit jika dimatikan begitu saja. Meramal nasib Spiderman pasca keluar dari Marvel, ada dua kemungkinan.

Kemungkinan pertama, Sony akan memproduksi Spiderman sendiri tanpa kerja sama dengan Disney. Sony dapat memproduksi ulang Spiderman dengan aktor yang baru. Caranya dengan memperkenalkan Spiderman baru ini melalui sekuel Venom. Dalam komik, Venom merupakan salah satu musuh bebuyutan Spiderman. Dengan begitu, memasukkan Spiderman dalam sekuel tidak akan jadi hal yang terkesan ‘maksa’.

Lalu kemungkinan yang kedua, Sony kembali ‘berduet’ dengan Marvel untuk memproduksi Spiderman. Apalagi sumber Deadline menjelaskan bahwa Kevin Feige, selaku Presiden Marvel Studios amat menyukai karakter tersebut. Namun, kerja sama ini hanya mungkin terjadi jika ada kesepakatan baru antara dua studio raksasa Hollywood tersebut.

Apapun keputusannya nanti, Spiderman akan tetap ada. Meski kehadirannya tak lagi di tengah-tengah para karakter Marvel. Spiderman sendiri memang punya peran sangat besar dalam perkembangan fase ketiga MCU. Hal itulah yang amat disayangkan penggemar Spiderman di seluruh dunia. Bagaimana menurutmu?

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.