Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Duh! Sengaja Bikin Lemot Produk Jadulnya, Apple Didenda Rp374 Miliar

by Gito on 10 Februari, 2020

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS), Apple Inc harus rela merogoh koceknya untuk membayar denda senilai 25 juta euro atau setara dengan Rp374 miliar. Hal itu dilakukan karena perusahaan terbukti secara sengaja membuat lemot produk jadulnya.

cara kredit iphone 11

Melansir Nasdaq, Lembaga Pengawas Persaingan dan Penipuan asal Perancis atau Directotate General for Competition, Consumer Affairs and Repression of Fraud (DGCCRF) menjatuhkan denda tersebut setelah Apple terbukti tidak memberikan informasi yang jelas kepada konsumennya.

Adapun informasi yang dimaksud adalah proses pembaruan Iphone Operating System (IOS) di beberapa Iphone lawasnya bakal menurunkan kinerja Iphone tersebut.

Karena hal itu, Apple juga diharuskan untuk memberikan informasi di situs web berbahasa Perancis selama satu bulan terkait hal tersebut.

Nah berikut merupakan 4 fakta terkait denda yang harus dibayarkan oleh Apple Inc.

(Baca juga: Wow, Dalam Tiga Bulan Apple Kantongi Untung Rp193 Triliun)
1. Produk yang terkena dampak adalah Iphone 6, 6s dan Iphone SE

Buat kamu pemilik Iphone 6, 6s dan Iphone SE pernah tidak merasakan kinerja ponselmu bertambah pelan setelah memperbarui sistem operasinya?

Jika ya, hal tersebut diklaim Apple dilakukan untuk memperpanjang waktu pakai seri ponsel tersbut.

Para pelanggan sudah lama curiga bahwa turunnya kinerja Iphone lawas mereka dimaksudkan agar konsumen mau memperbarui sistem operasi yang dirilis.

2. Terkuak dari keluhan pelanggan

Terkuaknya aksi tersebut karena salah satu konsumen Apple mengunggah keluhannya di situs web hiburan dan berita, Reddit terkait lemot-nya Iphone yang digunakan setelah dilakukan pembaruan sistem operasi.

Adapun Iphone yang disebutkan di situ adalah Iphone 6 dan juga Iphone SE. Namun siapa sangka, keluhan tersebut ternyata mendapatkan respon yang sama dari beberapa pihak.

Keluhan yang diunggah pada tahun 2017 itu mendapatkan jawaban dari Iphone, dikatakannya bahwa Apple sengaja memperlambat performa beberapa Iphone “lama” tersebut untuk menurunkan kinerja baterai.

Tujuannya adalah agar perangkat Iphone tersebut tidak mengalami mati total. Adapun sistem IOS yang dimaksud adalah IOS 10.2.1 dan 11.2.

Apple menggunakan jenis baterai lithium-ion dalam varian ponsel tersebut. Nah jika tidak diperbarui baterai tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan sistem operasi ponsel karena waktu pakai yang sudah terlalu lama.

3. Bos Apple, Tim Cook Minta Maaf

Chief Executive Officer (CEO) Apple Tim Cook pada tahun yang sama langsug meminta maaf atas hal tersebut.

Dia menyebutkan bahwa perusahaan telah menambahkan fitur yang memungkinkan para pengguna bisa mengontrol perangkat ponselnya secara mandiri.

Dia juga menjelaskan bahwa hal yang dilakukan perusahaan semata-mata adalah untuk melayani pelanggan.

(Baca juga: Apple Kantongi Paten Sistem Kendali Mobil Pakai Ponsel dan Gestur Tubuh)
4. Pernah Juga Dituntut Ganti Rugi USD532,9 juta

Sebelumnya, raksasa teknologi asal Paman Sam tersebut juga pernah menghadapi tuntutan ganti rugi pada tahun 2015 lalu senilai USD532,9 juta.

Perusahaan divonis bersalah oleh Pengadilan Distrik Texas karena melanggar 3 hak paten milik perusahaan lisensi Smartflash LLC saat meluncurkan iTunes.

Hakim memutuskan bahwa Apple secara sengaja telah menggunakan paten Smartflash tanpa izin. Namun perusahaan mengajukan banding dan belum diketahui kelanjutan dari kasus tersebut.

Selain itu masih ada banyak lagi gugatan yang diterima Apple terkait pelanggaran hak cipta. Maklum, teknologi sejatinya adalah aset yang tak ternilai.

Meski begitu teknologi juga masuk dalam kategori aset tidak berwujud alias intangible.

Begitu teknologi anyar pertama kali dirilis, valuasinya menjadi sangat besar. Konsumen berlomba untuk memilikinya dan belum ada perusahaan lain yang menduplikasi atau memodifikasinya.

Namun, begitu teknologi serupa terlihat digunakan oleh perusahaan lain, maka terjadi penurunan aset. Sayangnya karena masuk dalam kategori aset tak berwujud, nilai kerugiannya pun sulit untuk ditakar secara jelas.

Timbulnya adalah saling gugat menggugat. Saling klaim teknologi tersebut adalah teknologi miliknya baru kemudian di duplikasi oleh perusahaan lain.

Padahal yang namanya teknologi harus selalu ada unsur kebaruan. Jika dimodifikasi dan kemudian terhadat hal yang baru, itu juga bisa dikatakan barang baru atau teknologi baru.

Kamu yang saat ini berkecimpung di dunia teknologi, jangan lupa untuk mematenkan setiap teknologi yang kamu miliki dan temukan.

Karena begitu itu dirilis, dunia sudah mengetahuinya, maka bisa jadi hasil produksi kamu akan diduplikasi oleh banyak orang.

Jika butuh modal untuk menekuni bisnis, jangan ragu ajukan segera di CekAja.com dan temukan produk keuangan yang cocok untuk kebutuhanmu.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit