Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Enam Hal Yang Tak Pernah Terucap dari Perempuan Sukses dan Kaya

by JTO on 20 Agustus, 2015

Urusan menjadi kaya itu bukan sekadar jumlah uang yang masuk di dalam rekening semata. Seringkali kita merasa kesulitan dalam pengelolaan uang. Banyak yang melihat permasalahan mereka hanya dari sudut pandang finansial semata. Semua itu tentang uang,

Padahal, ada banyak faktor yang ikut berperan. Mulai dari dari mindset serta pandangan kita tentang uang sampai dengan pilihan cara kita mengelola, menyimpan, dan menggunakan uang.

Cara kita menilai uang yang sering kali berpengaruh besar pada keputusan finansial kita. Melanie Lockert, blogger deardebt.com memiliki cara mengubah pandangan kita terhadap uang dengan menghindari ungkapan yang hanya diucapkan mereka yang lebih memilih untuk bangkrut. Apa saja ungkapan-ungkapan tersebut? Berikut ini daftarnya.

“Saya tak akan pernah bisa melakukannya”

Pernahkah Anda mendengar ada orang yang sukses melunasi hutangnya dalam jumlah yang sangat besar? Atau, bisa menabung setengah dari pendapatan bulanannya? Lantas, Anda justru berkomentar ‘saya tak akan pernah bisa melakukannya’?

Ungkapan tersebut menandakan Anda sudah menyerah sebelum mencoba. Sebaiknya, pilihlah ungkapan “Saya pun bisa” meski Anda masih mencoba mencari jalan untuk melakukannya. Setidaknya Anda sudah dipenuhi dengan keyakinan kuat.

“Kartu kredit ini hanya untuk kondisi darurat”

Dana darurat memang sangat penting ada. Hal itu diperlukan ketika Anda kehilangan pekerjaan, mengalami kecelakaan, atau jatuh sakit. Jumlahnya berkisar pada total pengeluaran selama 3-6 bulan sampai dengan 8-12 bulan. Jika menyebut kartu kredit sebagai dana cadangan atau dana darurat, Anda salah besar. Kartu kredit meakmiliki fungsinya sendiri dan Anda tetap harus menabung sekecil apapun jumlahnya.

“Saya terlalu takut berinvestasi”

Investasi memang tidak mudah dilakukan bagi beberapa orang, membingungkan dan menakutkan. Apalagi untuk mereka yang mengalami trauma karena pengalaman tak menyenangkan misalnya tertipu investasi bodong.

Kini, tak sulit melakukan investasi yang tepat karena perangkatnya sudah lebih memudahkan. Ada portal-portal yang menawarkan jasa perbandingan investasi serta membantu Anda melakukan aplikasi secara lebih mudah. Salah satu contohnya adalah CekAja.com.

“I deserve it”

Terkadang ungkapan satu ini begitu menyesatkan. Kita merasa sangat layak menghabiskan uang untuk foya-foya setelah bekerja keras. Semua orang memang layak mendapatkan hadiah dari kerja keras yang sudah dilakukannya.

Namun, cobalah untuk mengaturnya dengan sedikit lebih indah. Karena, hadiah yang lebih asik justru mungkin berupa hal lain. Misalnya kemampuan Anda untuk menahan diri dari foya-foya akhirnya bisa membuat Anda memiliki modal cukup untuk membeli rumah.

“Kita hanya hidup satu kali”

Pemikiran seperti ini bisa menjebak Anda dalam urusan finansial. Memang, satu kesempatan hidup yang sudah didapatkan harus dimanfaatkan dengan maksimal. Tetapi, bukan berarti Anda kemudian tidak acuh pada pengelolaan keuangan Anda.

Cobalah untuk membuat rencana yang lebih baik untuk memaksimalkan keindahan kehidupan Anda. Misalnya mengatur rencana pensiun yang lebih menyenangkan dengan merancang perjalanan keliling dunia.

“Saya masih terlalu muda untuk menyiapkan dana pensiun”

Semakin cepat Anda memulai pundi-pundi dana pensiun sebenarnya akan semakin besar pula bunga yang akan didapatkan. Meski Anda memulainya dalam jumlah yang kecil, pada saatnya nanti akan berkembang menjadi sangat cukup untuk menjalani hari tua Anda. Anda tidak pernah terlalu muda untuk memulai menyiapkan dana pensiun.

Tentang Penulis

JTO

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.