7 Fakta Alat Tes Covid-19 GeNose Buatan Lokal

Terbaru, berbagai media Tanah Air kembali merilis tentang fakta alat tes Covid-19 GeNose. Penasaran, mengenai faktanya? Berikut CekAja rangkum informasinya.

Wabah virus Corona alias Covid-19 belum juga usai, terutama di Indonesia. Pemerintah terus berupaya agar virus yang menular lewat pernapasan ini, dapat segera musnah.

Bahkan, tak sedikit usaha yang dilakukan, mulai dari pemberlakuan PSBB di wilayah tinggi penyebaran virus, pembatasan penerbangan, vaksinasi, hingga yang terbaru adalah penggunaan alat tes Covid-19 GeNose.

Nah, lewat artikel ini, secara khusus CekAja bakal membahas mengenai fakta alat tes Covid-19 GeNose, yang ternyata buatan anak bangsa. Dan berikut informasinya seperti yang dirangkum dari banyak sumber.

Fakta Alat Tes Covid-19 GeNose

1. GeNose adalah Alat Buatan UGM

Fakta alat tes Covid-19 GeNose yang pertama adalah bahwa alat tes ini buatan Universitas Gadjah Mada, atau populer dengan sebutan UGM.

GeNose digunakan sebagai screening Covid-19, dengan hasil deteksi yang tergolong cepat. Alat ini sudah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan, setelah melalui berbagai tes.

Dibandingkan dengan PCR, penggunaan GeNose bisa dibilang lebih terjangkau, apalagi dari segi harganya.

Tak hanya itu saja, satu alat GeNose dapat dipakai 100 ribu kali, karena menggunakan kecerdasan artifisial. Artinya, semakin banyak digunakan, maka akan semakin akurat pula hasilnya, terlebih karena selalu di update oleh pihak UGM, sebagai penemunya.

(Baca Juga: 5 Fakta Mutasi Virus Corona Terbaru)

2. Cara Kerjanya dengan Menghembuskan Napas

Fakta alat tes Covid-19 GeNose yang kedua adalah alat ini mengandalkan hembusan napas pasien untuk mendeteksi virus Corona. Adapun prosedur pemeriksaannya sendiri, berupa:

  • GeNose akan mendeteksi Volatille Organic Compound (VOC), yang biasa terbentuk dari orang yang sudah terinfeksi Covid-19.
  • Ketika pemeriksaan, pasien bakal diminta untuk bernapas lewat hidung dan mengeluarkannya lewat mulut selama 3 kali. Proses ini dilakukan dengan bantuan kantong khusus yang memang sudah terhubung dengan alat GeNose.
  • Kunci kantong dengan menekan katup berwarna biru, agar hembusan napas tertahan di dalamnya, lalu serahkan pada petugas yang menangani tes GeNose.
  • Sensor pada alat tes tersebut akan mendeteksi VOC, dan diolah oleh teknologi artificial intelligensi (AI) khusus.
  • Pemeriksaan hanya berlaku satu kali dan tanpa pengulangan.

3. Tingkat Sensitivitas Tinggi

Berikutnya fakta alat tes Covid-19 GeNose adalah bahwa tingkat sensitivitas pada alat ini tergolong tinggi.

Melansir dari laman Health Detik, para ahli UGM mengklaim jika GeNose memiliki tingkat sensitivitas hingga 92 persen, setelah melewati dua penelitian, yaitu uji validasi dan uji klinis.

Dalam uji validasi, alat tes ini dicoba pada 615 sampel napas, yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid, Yogyakarta. Dari tes tersebut, sebanyak 392 napas disebut positif terpapar Covid-19.

Sementara dalam uji klinis, melansir dari Suara.com, GeNose secara bertahap akan diterapkan pada beberapa rumah sakit di Indonesia, dan dilengkapi pula dengan sistem baru untuk mendeteksi virus Corona secara real time.

4. Berlaku untuk Perjalanan Kereta Api

Fakta alat tes Covid-19 GeNose lainnya adalah mengenai penggunaan alat tersebut. Dimana, GeNose secara resmi digunakan untuk perjalanan kereta api jarak jauh.

Bahkan, penerapan aturan tersebut sudah berlaku sejak 5 Februari lalu, dan pemerintah sendiri juga telah menetapkannya dalam Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2021 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri selama masa pandemi.

Adapun stasiun yang sudah memberlakukan pemeriksaan tes GeNose untuk Covid-19, yaitu Stasiun Pasar Senen Jakarta dan Stasiun Tugu Yogyakarta.

Dengan hasil tes GeNose, calon penumpang kereta api tak perlu lagi menyertakan hasil tes PCR maupun rapid anti-gen.

Namun, sebelum melakukan tes GeNose, tiap calon penumpang wajib memenuhi sejumlah syarat, diantaranya seperti:

  • Wajib menunjukkan kartu identitas asli berupa KTP
  • Menunjukkan tiket atau kode booking yang sebelumnya sudah lunas dibayar
  • Tidak makan ataupun minum, serta tidak merokok paling tidak selama 30 menit sebelum menjalani tes GeNose

Calon penumpang yang dinyatakan positif, tidak diperkenankan untuk melanjutkan perjalanan, dan bea tiket bakal dikembalikan penuh, serta selanjutnya diarahkan untuk mendapat penanganan dari rumah sakit setempat.

(Baca Juga: 4 Fakta Vaksin Covid-19 Sinovac)

5. Hasil Deteksi Cepat

Karena melalui hembusan napas, alat GeNose diklaim dapat mendeteksi virus Corona dalam tubuh kurang dari 2 menit saja.

Fakta alat tes Covid-19 GeNose ini, sudah diperbarui saat pengujian di BIN dilakukan. Sebelumnya, alat tes ini butuh waktu sekitar 3 menit untuk mendeteksi hasilnya.

6. Belum Ditawarkan secara Online

Fakta alat tes Covid-19 GeNose yang tak kalah penting adalah mengenai pengederannya.

Melansir laman Bisnis.com, yang dikutip dari situs resmi Kominfo, distribusi GeNose dikelola oleh PT Swayasa Prakarsa, dimana saat ini alat tersebut belum dijual bebas melalui e-commerce.

Sebab, alat tes Covid-19 GeNose masih diprioritaskan untuk penggunaan pada layanan kesehatan, layanan publik, pemerintahan, sekolah, pesantren, kampus, serta perusahaan.

Menyoal harga, GeNose dijual dengan harga eceran tertinggi yakni sebesar Rp62 juta per unit dan belum terhitung pajak. Harganya ini sudah ditentukan dari pusat dan tidak diperkenankan untuk menjualnya di atas ketentuan normal.

Jadi, kalau ada informasi mengenai penjualan alat tes Covid-19 GeNose diluar distributor resmi dengan harga melambung, maka bisa dipastikan itu adalah hoax alias penipuan.

7. Harga Terjangkau

Fakta alat tes Covid-19 GeNose yang terakhir masih berhubungan dengan poin sebelumnya.

Dengan harga jual eceran Rp62 juta per unit, alat tes ini dapat digunakan perusahaan atau instansi yang membutuhkannya.

Sementara, jika masyarakat melakukan pemeriksaan di layanan publik seperti stasiun kereta api, biaya tesnya diperkirakan hanya sekitar Rp15-Rp60 ribu saja, dan sangat berbanding terbalik dengan harga tes PCR.

Perlindungan dari Luar untuk Tubuh? Asuransi Kesehatan Jawabannya!

Nah, itu tadi informasi mengenai fakta alat tes Covid-19 GeNose, yang sudah berlaku sejak 5 Februari 2021.

Meskipun nantinya hasil deteksi dari GeNose negatif, kamu juga tetap harus mengikuti protokol kesehatan, kemanapun kamu pergi.

Sebab, virus ini bisa datang kapan saja dan tidak memandang usia. Selain waspada, ada baiknya pula kamu memiliki asuransi kesehatan.

Dengan asuransi kesehatan, berbagai masalah seperti menderita penyakit ataupun mengalami kecelakaan, akan dijamin di layanan kesehatan yang merupakan rekanan dari asuransi tersebut.

Kamu bisa mendapatkan asuransi kesehatan terbaik yang sesuai dengan kebutuhanmu di CekAja.com.

CekAja hadir untuk membantu kamu memutuskan produk asuransi mana yang sekiranya sesuai bukan hanya berdasarkan kebutuhan, namun juga kondisi finansialmu.

Kamu juga bisa mengajukan asuransinya di CekAja, dengan prosedur yang pastinya ringkas karena dilakukan secara online.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, miliki asuransi kesehatan terbaik untuk perlindungan diri maupun keluarga hanya di CekAja.com!