Fakta dan Kontroversi Dibalik Ballon d’Or ke-6 Lionel Messi

3 min. membaca Oleh Gentur Putro Jati on

Lionel Messi berhasil menyabet gelar pemain terbaik dunia musim ini setelah terpilih sebagai penerima penghargaan Ballon d’Or 2019, Senin (2/12) malam waktu Perancis.

Kapten FC Barcelona dan Tim Tango Argentina menjadi pemain terbaik dunia usai menggusur kandidat lainnya yaitu palang pintu Liverpool, Virgil van Dijk dan tukang gedor Juventus, Cristiano Ronaldo yang selama ini menjadi pesaing terketat The Messiah.

Terpilihnya Messi sebagai pemain terbaik dunia tahun ini, menimbulkan keriuhan di jagad media sosial. Warga net pendukung klub Liverpool menyayangkan kalahnya van Dijk dalam kasta tertinggi ajang penghargaan pemain sepak bola profesional di benua biru tersebut.

Pasalnya menurut mereka, van Dijk jelas lebih berprestasi di musim ini karena berhasil membawa klub kota pelabuhan Liverpool sebagai jawara Liga Champions 2018/19. Sementara Messi hanya mempersembahkan satu gelar untuk Barcelona yakni juara La Liga ditambah 46 gol dan 17 assists.

Dikutip dari beberapa sumber, berikut adalah sejumlah fakta dan kontroversi dibalik keberhasilan Messi meraih Ballon d’Or 2019.

1. Pemain terbanyak raih 6 piala Ballon d’Or 2019

Lionel Messi menjadi pemain pertama di dunia yang berhasil menyabet predikat pemain terbaik dunia dengan membawa pulang 6 piala Ballon d’Or. Pemain berusia 32 tahun itu, sebelumnya mendapat penghargaan serupa di musim 2009, 2010, 2011, 2012, dan 2015.

(Baca juga: Wow, Harga Lionel Messi Setara Dengan 5 Hal Mengagumkan Ini)

Pria asal Argentina itu mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang bersama Cristiano Ronaldo dengan lima gelar.

2. Tidak dihadiri Cristiano Ronaldo

Pemberian penghargaan Ballon d’Or kepada Messi tadi malam, tidak disaksikan oleh megabintang Portugal Cristiano Ronaldo. CR7 memilih tidak hadir di malam penghargaan Ballon d’Or 2019 di Paris, setelah mengetahui dirinya tidak akan menjadi pemenang.

Padahal sepanjang 2019, Ronaldo meraih dua gelar bergengsi yakni juara Serie A bersama Juventus dan UEFA Nations League bareng Tim Nasional Portugal yang dipimpinnya.

Ronaldo sendiri lebih tertarik datang ke malam penghargaan Gran Gala yang merupakan penghargaan untuk para pemain di Liga Italia, yang kebetulan juga digelar pada Senin (2/12) malam.

3. Barcelona dan Argentina Melempem

Kolumnis Jack Winter di laman CCN.com menuliskan tiga alasan mengapa Messi tidak layak meraih piala ‘bola emas’ musim ini. Salah satunya adalah kegagalan Messi dalam memimpin Barcelona meraih gelar Liga Champions 2018/19, dan hanya memenangi gelar La Liga Spanyol.

Sementara di Tim Nasional Argentina, Messi juga belum mampu unjuk gigi dan memberikan kontribusi banyak bagi perolehan medali negara tersebut di kancah sepakbola Amerika Latin dan dunia.

Di ajang Copa America 2019, Argentina dibekuk musuh bebuyutan Brazil dengan skor 2-0 di semifinal, untuk kemudian Messi menuding panitia penyelenggara lebih menguntungkan Neymar cs.

4. Gagal lagi di Liga Champions

Di bawah kepemimpinan Messi sebagai kapten tim, Barcelona yang perkasa di babak grup dan penyisihan justru keok di kaki para pemain Liverpool dengan agregat 4-3 di pertandingan semifinal.

Sempat unggul 3-0 pada leg pertama di kandang kebanggaan klub Katalan, Camp Nou, Messi justru tidak menunjukkan jiwa kepemimpinan saat Liverpool membantai Barcelona 4 gol tanpa balas di Anfield pada leg kedua.

(Baca juga: Messi Bergelar Atlet Terkaya Tahun Ini, Maaf Ronaldo Sudah Dua Kali)

Tersingkirnya Barcelona di Liga Champions 2018/19, serupa dengan kejadian musim sebelumnya. Pada perempat final Liga Champions 2017/18, Barcelona sempat unggul 4-1 atas AS Roma di leg pertama. Namun akhirnya tergusur usai Roma berhasil menyamakan agregat menjadi 4-4 setelah menang 3-0 di kendang. Ujungnya, Barcelona harus angkat koper setelah kalah adu pinalti.

5. Gemilang Virgil van Dijk

Jack Winter menilai, penampilan center back Liverpool dan Tim Nasional Belanda musim ini jauh lebih gemilang ketimbang Messi.

VdV hanya menduduki peringkat kedua voting Ballon d’Or voting tahun ini, mengalahkan Cristiano Ronaldo, Sadio Mane, Mohamed Salah, dan Kylian Mbappe.

Van Dijk menurut Winter memiliki pengaruh besar dalam memperkokoh pertahanan Liverpool sehingga mampu merebut gelar Liga Champions dan menduduki posisi runner up Liga Inggris hanya selisih satu poin dibandingkan Manchester City sebagai juara.

Tentang kami

Gentur Putro Jati

Gentur Putro Jati