Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Fakta-fakta Aktor Johny Indo, Mantan Perampok yang Baru Tutup Usia

by Miftahul Khoer on 29 Januari, 2020

Dunia hiburan tanah air kembali berduka. Johanes Hubertus Eijkenboom atau yang lebih populer dengan nama Johny Indo menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu (26/1/2020) pagi sekitar pukul 07.45 WIB. Aktor senior ini meninggal dunia karena sakit.

Meninggalnya Johny Indo diketahui ketika dia kesulitan bernapas. Pihak keluarga pun mengira kalau Johny masuk angin dan langsung melakukan upaya memijat. Hingga akhirnya ketika ditinggal sebentar ke belakang, Johny sudah menghembuskan napas terakhir.

Kepergian Johny Indo meninggalkan luka mendalam bagi dunia hiburan tanah air. Pasalnya, Johny dikenal sebagai aktor yang cukup legendaris, dan banyak membintangi sejumlah film. Beberapa filmnya antara lain Johny Indo (1987), Badai Jalanan (1989), Langkah-langkah Pasti (1989), Titisan si Pitung (1989), Laura Si Tarzan (1989), dan lain-lain.

Berikut adalah beberapa fakta yang mungkin harus kamu ketahui tentang Johny Indo.

1. Mantan foto model 

Pria yang lahir di lahir di Garut, 6 November 1948 ini, terlebih dulu dikenal sebagai seorang foto model. Dia kerap tampil sebagai model bintang iklan, seperti iklan obat batuk hingga produk rokok.

(Baca juga: Musisi yang Meninggal karena Narkoba)

2. Mantan perampok

Nama Johny mulai dikenal masyarakat setelah dia merampok sebuah toko emas di kawasan Jakarta pada era tahun 1970-an. Dia melakukan aksinya bersama kelompoknya yang disebut Pachinko (Pasukan China Kota). Dia mulai merampok ketika tidak lagi berprofesi sebagai foto model.

Dalam menjalankan aksinya, Johny dan komplotannya menggunakan senjata api untuk mengancam penjaga toko. Namun, dia dan komplotannya tak pernah melukai ataupun merenggut nyawa korban. Mereka hanya mengambil sebagian jumlah emas dari total emas yang ada di dalam toko emas tersebut.

Namanya pun semakin mencuat seketika usai merampok toko emas di Cikini, Jakarta Pusat, pada tahun 1979. Bahkan bukan hanya sekali, Johny dan kawanannya saat itu mengulangi aksi yang sama hingga 4 kali. Semua sasarannya adalah toko emas milik pengusaha asing yang kaya. Total ada 129 kilogram emas yang dirampoknya pada kurun waktu 1970-1980.

3. Mendapat julukan Robinhood Indonesia

Ternyata, hasil rampokan tersebut bukan digunakan untuk bersenang-senang, melainkan untuk dibagi-bagikan ke masyarakat yang kurang mampu di kawasan Jakarta Selatan, Utara, sampai Timur. Karena hal itulah, dia mendapatkan julukan Robinhood Indonesia, karena melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan tokoh Robinhood.

Alasan dia melakuakan hal tersebut karena Johny menganggap, bahwa orang asing itu telah mengambil harta dari rakyat Indonesia. Sehingga, dia kembali merampasnya untuk diberikan kepada rakyat miskin. Namun, hal itu tersebut tetap tidak menghalangi aparat untuk menangkap Johny. Dia pun berhasil diringkus pada tahun 1979.

5. Sempat melarikan diri dari penjara

Setelah ditangkap, pengadilan pun menjatuhinya dengan hukuman penjara selama 14 tahun, 10 tahun atas kepemilikan senjata api, dan 4 tahun karena perampokan. Dia pun mendekam di penjara Nusakambangan.

Baru tiga tahun menjalani hukuman tersebut, tepatnya tahun 1982, Johny dan gerombolannya yang berjumlah 34 orang sempat melarikan diri dari Nusakambangan. Pelarian tersebut ternyata menjadi perbincangan nasional dan banyak media yang memberitakannya.

Hal ini membuat polisi cepat bertindak untuk menangkapnya. Bahkan sudah muncul perintah untuk ‘tembak di tempat’ apabila ada petugas kepolisian yang melihat Johny. Rumah istrinya di Jakarta pun tak luput menjadi sasaran penggeledahan polisi.

Ternyata, upaya pelarian tersebut tidak bertahan lama, yakni 12 hari. Selama itu, Johny masih bersembunyi di sekitar Pulau Nusakambangan. Kemudian dia pun memutuskan untuk menyerahkan diri ke polisi di sekitar hutan bakau.

6. Membintangi beberapa film

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Johny membintangi beberapa film. Setelah bebas dari penjara, dia ternyata mendapatkan tawaran untuk bermain film. Film pertama yang dibintanginya adalah Johny Indo yang rilis pada tahun 1987. Film ini diambil dari kisah nyata dari Johny. Film tersebut juga tercatat sebagai film paling laku di DKI Jakarta pada 1987. 

Selain itu, Johny Indo mulai membintangi bebetapa film lainnya, diantaranya Badai Jalanan (1989), Langkah-langkah Pasti (1989), Titisan si Pitung (1989), Laura si Tarzan (1989), Misteri Cinta (1989), Susuk (1989), Perangkap di Malam Gelap (1990), Tembok Derita (1990), Tongkat Sakti Puspanaga (1990), Diskotik D.J. (1990), Ajian Ratu Laut Kidul (1991), Misteri Ronggeng (1991), dan Daerah Jagoan (1991).

(Baca  juga: Kantongi Banyak Prestasi, Racer Asia Talent Cup (ATC) Afridza Munandar Meninggal)

7. Menjadi mualaf

Setelah era 1990-an, nama Johny Indo cenderung meredup. Hal itu dikarenakan dia tidak lagi berakting sejak film terakhir tahun 1991. Dia diketahui sempat menjadi mualaf, dan pernah naik haji pada awal tahun 2000-an. Dia kemudian berganti nama jadi Umar Billah dan kerap berdakwah keliling. Pribadinya pun menjadi lebih lembut dan santun. 

Selama berdakwah, Johny selalu ikhlas. Dia bahkan pernah pulang berjalan kaki puluhan kilometer setelah berdakwah, akibat tidak dibayar. Namun, dia tak mengeluhkan hal tersebut dan selalu ikhlas.

Namun, tak lama setelah itu, dia mendapatkan durian runtuh. Johny mendapatkan tawaran untuk berdakwah di sebuah perusahaan milik seorang pengusaha yang kaya. Baginya, kehidupannya kini hanya untuk mencari rezeki yang halal, meskipun tak seberapa, tapi itu adalah berkah.

8. Mengidap penyakit hernia

Johny Indo memang sudah sempat sakit-sakitan dan menjalani operasi hernia. Dari sinilah kondisi dari Johny mulai tidak stabil. Pasca operasi tersebut, Johny kerap kali jatuh, karena dia di rumah sendirian dan anak-anaknya pergi bekerja. Apalagi di usianya yang semakin senja, dia mulai pikun, susah berjalan, dan napas selalu megap-megap.

9. Dimakamkan secara Kristen 

Meskipun sudah menjadi mualaf dan sempat jadi penceramah, jenazah Johny Indo dikabarkan akan dimakamkan secara Kristen. Pihak keluarga mengakui berhak menentukan pemakaman Johny Indo dilakukan secara Kristen.

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.