Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Fakta-fakta Bambang Hartono, Atlet Tertua dan Orang Terkaya Indonesia

by Giras Pasopati on 29 Agustus, 2018

Indonesia baru saja meraih medali perunggu untuk cabang olahraga bridge di Asian Games 2018. Yang menarik, peraih medali tersebut adalah salah satu atlet tertua Asian Games 2018 dan juga orang terkaya di Indonesia, Michael Bambang Hartono. Penasaran dengan kiprahnya selama ini? Cek fakta-faktanya di sini!

(Dilansir dari situs resmi Asian Games 2018)

Pada Minggu 26 Agustus lalu, Bambang Hartono beserta tim Indonesia berlaga di nomor supermixed dan dikalahkan oleh tim China dengan skor 60-137 dalam pertandingan semifinal bridge Asian Games 2018 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

Timnas Indonesia sebenarnya menargetkan banyak medali emas Asian Games 2018 di cabang olahraga bridge ini. Pada babak kualifikasi mixed team, Indonesia bermain cukup baik, dan menempati posisi kedua di bawah India. Indonesia nyaris menggapai emas setelah berhak melaju ke semifinal.

Sayangnya, mixed team Indonesia harus bertemu dengan lawan yang tangguh, yaitu tim China di semifinal. Hal itu membuat tim Indonesia hanya mampu finis di posisi paling buncit dengan skor 44.00, kalah poin dari China, Thailand, dan India.

Meski gagal memperoleh emas, tim bridge Indonesia menjadi sorotan karena partisipasi Michael Bambang Hartono. Ia adalah salah satu petinggi perusahaan rokok ternama, PT Djarum dan menjadi orang terkaya di Indonesia bersama adiknya, Budi Hartono. Berikut fakta-faktanya!

(Baca juga: Jokowi Naik Motor dan Fakta-fakta Menarik Asian Games 2018)

Punya Kekayaan Rp229 Triliun

Berdasarkan daftar orang terkaya dunia yang dirilis Forbes, Bambang Hartono menduduki posisi ke-75 pada tahun ini. Ia ditaksir memiliki kekayaan hingga 16,7 miliar dolar AS atau setara Rp229,84 triliun.

Kekayaannya berawal bisnis rokok. Almarhum ayahnya, Oei Wie Gwan, mengakuisisi perusahaan rokok Indonesia yang bangkrut pada tahun 1950, kemudian mengganti namanya menjadi Djarum.

PT Djarum saat ini adalah salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia, yang mengkhususkan diri dalam produk rokok kretek hingga filter dengan beberapa merek ternama seperti Djarum Super, Djarum 76, LA Lights, dan MLD.

Saat ini, anak dari Budi Hartono, Victor, menjabat sebagai Chief Operating Officer PT Djarum.

Bambang Hartono juga memiliki lebih dari 25% saham di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang diperdagangkan secara public. Hal ini juga menjadi salah satu asetnya yang paling berharga.

(Baca juga: Cek Yuk, Apa Saja Bonus Atlet Peraih Emas Asian Games 2018!)

Salah Satu Atlet Tertua di Asian Games 2018

Usia senja tidak menyurutkan atlet untuk tetap berkiprah bagi negaranya. Buktinya ada beberapa atlet yang telah memasuki usia lanjut dan tetap berlaga di Asian Games 2018. Dengan usia 78 tahun, Bambang Hartono menjadi atlet tertua ke-4 di ajang tersebut.

Adapun, atlet yang tertua adalah Kong Te Yang dari Filipina dengan usia 85 tahun. Kemudian ada Lai Chun Ng dari Singapura yang berusia 82 tahun, dan Hung Fong Lee dari Malaysia dengan umur 81 tahun. Semua atlet tertua itu berlaga di cabang olahraga bridge.

(Baca juga: Daftar Bisnis yang Moncer Saat Asian Games 2018, Cek Yuk!)

Penggagas Masuknya Bridge di Asian Games

Sebagai petinggi South East Asia Bridge Federation, Bambang Hartono memiliki andil dalam masuknya bridge sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Games 2018.

Pasalnya, Olympic Council of Asia (OCA) sempat melarang bridge sebagai salah satu cabang olahraga karena dinilai memiliki unsur judi. Namun, Bambang Hartono tak patah arang. Ia terus meyakinkan bridge dan berbagai potensinya menjadi cabang olahraga.

Bambang Hartono mengaku butuh waktu hingga 3 tahun untuk meyakinkan pihak OCA agar mengesahkan bridge sebagai cabang olahraga. Ia menyatakan, alasan yang bisa membuat ia yakin adalah karena catur juga masuk sebagai cabang olahraga.

Alhasil, kerja kerasnya kini berhasil, dan bridge sudah dipertandingkan di kancah Asian Games. Namun, Bambang Hartono mengaku perjuangannya belum selesai karena ia ingin bridge bisa dipertandingkan hingga di Olimpiade.

(Baca juga: Atlet Juga Bisa Sukses Berbisnis, Ini Buktinya!)

Bermain Bridge Sejak Bocah

Bambang Hartono menjadi atlet bridge bukan tanpa sebab. Ia bahkan sangat familiar dengan permainan ini karena telah memainkannya sejak usia 6 tahun.

Ia menjelaskan, dalam olahraga bridge, ada istilah bidding, yaitu mengumpulkan data untuk dianalisa, disimpulkan dan kemudian diputuskan strategi apa yang akan diambil saat bertanding. Hal itu membuatnya tertarik dan menekuni bridge hingga saat ini.

Nah, bagaimana menurut Anda? Kisah Bambang Hartono sebagai orang terkaya Indonesia dan salah satu atlet tertua Asian Games 2018 menarik dan inspiratif bukan? Usia bukan lagi penghalang bagi Anda untuk bisa sukses dan kaya raya. Segera kejar dan capai impian Anda selagi bisa.

Tentang Penulis

Penulis dan mantan jurnalis. Penikmat sate kambing, musik punk dan rock. Senang membaca buku sejarah dan sastra.