Fakta-Fakta Evakuasi WNI dari Wuhan, Sempat Ditolak Natuna!

3 min. membaca Oleh Sindhi Aderianti on

Evakuasi WNI sebanyak 238 orang dari Wuhan, China akhirnya berhasil dilakukan. Namun, untuk sementara ini mereka belum diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing, karena harus melalui prosedur karantina di Natuna selama 14 hari.

evakuasi WNI

Keputusan untuk melakukan evakuasi tersebut sebelumnya telah diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo. Segala proses kemudian dikoordinir oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, bersama seluruh jajaran menteri terkait.

Terus, bagaimana proses evakuasi WNI ini berlangsung? Berikut CekAja rangkum fakta-fakta selengkapnya untukmu.

Evakuasi dengan Pesawat Batik Air

Sabtu (1/2), proses evakuasi WNI yang didominasi pelajar itu dilakukan dengan pesawat Batik Airbus A330-300CEO. Hanya sekali angkut dari Wuhan Tianhe International Airport, mereka kemudian diterbangkan ke Batam. Dari pulau tersebut, barulah tukar pesawat dan kembali bertolak menuju tempat karantina di Natuna.

Pemilihan Batik Air, sempat menimbulkan tanda tanya. Mengapa bukan maskapai lainnya atau pesawat milik TNI?

Melansir Kompas.com, Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan kalau maskapai tersebut memiliki pesawat berbadan besar yang bisa menampung 300 lebih penumpang. Selain itu, Batik Air sendiri memang punya rute penerbangan langsung ke kota Wuhan.

Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihantoro menambahkan, Airbus 330-300CEO merupakan satu-satunya tipe pesawat wide body yang sudah beroperasi sejak Desember 2019. Ada peralatan khusus untuk bisa menyaring udara di dalamnya juga, sehingga aman untuk semua pihak yang terlibat pada evakuasi tersebut.

(Baca Juga: Gara-Gara Virus Corona, Produksi Tesla Model 3 Pending)

Ada WNI yang Tak Ikut Dievakuasi

Dalam evakuasi WNI ini, pemerintah mengatakan ada sekitar 245 orang yang dievakuasi dari Wuhan. Namun ternyata, jumlah di lapangan berbeda. Ada apa gerangan?

Menghimpun berbagai sumber, memang tak semua WNI ikut dalam rombongan. Dari keterangan Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto, empat orang memang diketahui enggan ikut pulang karena satu dan lain hal. Sementara, tiga WNI lain tidak diizinkan pulang oleh pemerintah China karena terindikasi kurang sehat.

Sehingga total hanya ada 238 WNI yang pulang, ditambah lima orang tim KBRI Beijing yang memfasilitasi kepulangan sejak di Provinsi Hubei.

Sempat Ditolak Pemerintah dan Warga Natuna

Meski seluruh WNI yang dievakuasi sudah lolos proses screening kesehatan oleh Pemerintah China, mereka tetap akan menjalani obervasi ulang di Natuna.

Kemenkes bersama TNI pun telah menyediakan tempat tinggal yang memadai bagi mereka selama karantina berlangsung. Selain itu, ada pula fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, serta sarana dan prasarana pendukung.

Akan tetapi, keputusan bijak ini sempat ditentang oleh pemerintah dan hampir seluruh warga Natuna. Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, Natuna belum siap menghadapi kebijakan pemerintah pusat. Pemkab setempat juga belum mengetahui apa upaya antisipasi yang dilakukan agar tidak ada seorang pun warganya terinfeksi virus corona.

Protes warga tak kalah hebohnya. Mereka berdemo menyuarakan penolakan beramai-ramai, sampai enggan keluar rumah sejak hari semua WNI yang dievakuasi tiba di Natuna.

Lokasi karantina padahal terbilang aman bagi masyarakat sekitar, yakni berada di hanggar besar yang dipasang tenda dan berlalis guna mengatur keluar masuknya udara. Terlebih, Kemenkes juga menjamin bila virus tersebut lemah alias tak mungkin lama hidup jika berada di luar ruangan. Maksudnya adalah penyebaran lewat udara seluas itu akan sulit hinggap ke komunitas lain.

WNI yang Dievakuasi dalam Kondisi Sehat

Terkait protes Natuna, sebenarnya tak ada yang perlu dikhawatirkan dari WNI yang mengungsi sementara di sana.

Semua WNI yang dijemput dalam evakuasi kemanusiaan ini sudah dinyatakan sehat, sesuai dengan prosedur kesehatan sesuai standar WHO. Pemerintah juga telah menjalankan proses demi proses evakuasi dan transit observasi berdasarkan Inpres Nomor 4/2019, dibawah koordinasi dua Menteri Koordinator, Menkopolhukam dan Menko PMK.

Seperti itulah fakta-fakta evakuasi WNI dari wilayah asal virus corona, Wuhan. Hingga kini, kesehatan mereka terus dipantau selama dua kali sehari. Ada sejumlah kegitan yang digelar agar mereka tak merasa bosan juga, seperti senam pagi sampai bermain kartu. Bila terjadi gejala klinis suatu penyakit, fasilitas ruang isolasi siap menanggulanginya.

Lawan virus corona dengan selalu menjaga kesehatan. Gunakan masker, cuci tangan menggunakan sabun, dan hindari orang yang terindikasi flu atau gangguan pernapasa.

Miliki jaminan untuk menalangi semua kebutuhan medismu. Pilih, bandingkan, dan beli asuransi kesehatan terbaik hanya di CekAja.com!

(Baca Juga: Virus Corona, SARS, MERS. Apa Bedanya?)

Tentang kami

Sindhi Aderianti

Sindhi Aderianti Penulis yang kadang jadi pedagang