Fakta-fakta Seputar Game Pokémon Go

5 min. membaca Oleh CekAja on

Di akhir tahun 90-an, Pokémon merupakan Gameboy, kartu animasi, dan kartu koleksi anak-anak sekolah. Pokémon diminati karena berisi makhluk-makhluk  lucu yang bisa dilatih dan berevolusi.

Hampir dua dekade setelah itu, Pokémon meraih penggemar dari kalangan yang lebih luas, bahkan mereka yang tidak mengenal Pokémon. Tersedia dalam teknologi  game smartphone augmented reality, Pokémon bisa dikatakan sebagai game paling fenomenal selama kurun 10 tahun terakhir.

Bagaimana game ini begitu digandrungi dan kejadian apa saja yang telah terjadi selama peluncuran? Simak artikel berikut.

Sosok dibalik Pokémon Go

johnhankebridge

Pokémon Go diciptakan oleh John Hanke. Sebelumnya, Hanke tergabung dalam Keyhole yang kemudian dibeli oleh Google untuk menciptakan Google Earth. (Baca juga: [c88-article id=”102442″ title=”Inilah Alasannya Pokémon Go Geser Penggunaan Media Sosial” text=”Inilah Alasannya Pokémon Go Geser Penggunaan Media Sosial”])

Tujuan pembuatan Pokémon Go

“Tujuan dari penciptaan game ini untuk membawa kehidupan nyata ke dalam permainan,” kata Hanke. Hadiahnya merupakan pengalaman baru itu sendiri, “bukan musuh yang mati di level akhir.” Selengkapnya, ada pada penjelasan berikut.

Olahraga: Banyak aplikasi fitness yang pada akhirnya bukannya memicu untuk rajin berolahraga, melainkan hanya membuatmu merasa gagal diet. “Sebaliknya Pokémon Go didesain untuk membuatmu tetap bergerak tanpa membuatmu tertekan.”

Melihat dunia dengan mata sendiri: Pokémon Go didesain agar kamu sdar dengan lingkungan sekitarmu. Caranya dengan membuat landmark dan situs bersejarah sebagai  Pokéstops dan Gyms di mana pemain bisa bertarung. (Baca juga: [c88-article id=”102328″ title=”Demam Pokémon Go Bikin Sejumlah Perusahaan Ini Untung Besar” text=”Demam Pokémon Go Bikin Sejumlah Perusahaan Ini Untung Besar”])

Berkenalan dengan teman baru: Sekarang ini, banyak acara temu pemain untuk memburu Pokémon. Di level yang lebih tinggi, pemain harus bergabung dengan pemain lain dalam sebuah tim untuk menguasai Gym. Pokémon Go membuatmu berkenalan dan menghabiskan waktu dengan teman baru. Jadi Pokémon Go sama sekali bukan game yang membuat pemainnya duduk berjam-jam di depan komputer dan menjadi antisosial.

Kejadian aneh yang berhubungan dengan Pokémon Go

Shayla Wiggens sedang asyik mencari Pokémon air saat secara tidak sengaja menemukan mayat mengambang di sungai di Wyoming Amerika. Sekain itu seorang pria di New Hampshire juga menemukan mayat saat bertualang di Rotary Park. Taman untuk publik itu populer sebagai lokasi di mana terdapat banyak Pokéstop.

Kepopuleran Pokémon Go juga dimanfaatkan oleh segilintir orang untuk menjalankan aksi kriminal. Empat remaja berandalan sengaja menunggu di tempat-tempat yang terindikasi sebagai Pokéstops untuk mencari korban. Hasilnya mereka berhasil merampok sembilan orang dalam dua hari sebelum akhirnya tertangkap oleh kepolisian Missouri.

Pokémon bisa ada di mana saja. Seorang pria menemukan Pokémon di bawah tempat tidur rumah sakit saat istrinya tengah bersusah payah melahirkan. Bahkan Seorang tentara Amerika mengunggah foto bahwa dia menemukan Pokémon di tengah perang melawan ISIS.

Sarat teori konspirasi

Ketua-BIN-sutiyoso56WpO

Sebuah fenomena biasanya tidak terlepas dari konspirasi. Ada anggapan bahwa Pokémon membahayakan keamanan negara. Game besutan Niantic Lab, Nintendo, dan The Pokémon   Company tersebut bisa menjadi modus penyadapan gaya baru karena mencantumkan pemetaan secara real time.

Badan Intelijen Negara (BIN) bahkan tengah mengaji secara serius keamanan aplikasi game asal Jepang itu. Permainan menangkap Pokémon  berbasis GPS dan telepon kamera itu juga dikhawatirkan digunakan untuk kegiatan mata-mata dan pengumpulan informasi. Alasannya karena dia bisa menangkap gambar sampai ke tempat-rempat rahasia dan terpencil yang tidak bisa ditangkap citra satelit.

Sejumlah kepala daerah dan menteri di antaranya Menpan-RB Yuddy Chrisnandi,   Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf,  memberlakukan larangan bermain  Pokémon Go bagi PNS. Selain PNS, kalangan Polri dan TNI juga telah mengeluarkan imbauan kepada anggotanya untuk tidak bermain Pokémon   terutama saat dinas. Sanksinya mulai dari pemotongan gaji sampai pemecatan.

Dijadikan ajang promosi

manfaatkan-pokestop-gadis-ini-gelar-dagangan-limun-snack-0CqxxU6rmS

“Dibuka untuk umum, kantin ibu-ibu PKK DKI Jakarta. Bersih, sehat dan yang pasti lezat. Semua makananan TANPA MSG. The dan air putih gratis boleh refill. Harga sekitar Rp15 ribu hingga Rp30 ribu. Lokasi berada di Balai Kota DKI Jakarta (dekat masjid Fatahillah Balai Kota). Buka setiap Senin-Jumat pukul 09.00-16.00 WIB. Bisa mampir sambil cari Pokémon,” tulis Ahok dalam akun instagramnya @basukibtp.

Museum Nasional atau yang akrab disapa dengan Monas, beberapa waktu lalu juga secara resmi mengajak para Pokémon   trainers untuk berburu banyak Pokémon   yang tersebar di area museum dan monumen Nasional. (Baca juga: [c88-article id=”93457″ title=”5 Lokasi Wisata Paling Mencekam di Dunia” text=”5 Lokasi Wisata Paling Mencekam di Dunia”])

Lewat akun Instagram-nya, Plaza Ambarukmo mengumumkan menggelar acara yang bertajuk Pokehunt Challenge, di mana pemain diajak untuk berburu Pokémon   di dalam Plaza Ambarrukmo dan ditantang untuk mendapatkan hadiah tertentu. Acara ini sendiri akan dimulai pada tanggal 17 Juli 2016 hingga 17 Agustus 2016 mendatang. Ada banyak mal di Jakarta yang menyelanggarakan acara serupa dengan iming-iming hadiah voucher belanja.

Salah satu agen perjalanan, Geckos Adventures, telah membuat sebuah program yang mereka namakan Pokémon: Let’s Go. Program ini memberikan kesempatan bagi para wisatawan untuk menangkap pocket monster di berbagai destinasi di seluruh dunia.

Beberapa destinasi seperti Peru, Kepulauan Galapagos, Mesir dan Kamboja, akan dikunjungi wisatawan dalam kurun waktu perjalanan selama enam minggu. Perjalanan ini akan memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk menangkap Pikachu di Machu Piccu, Snorlax di San Cristobal, Galapagos, mendapatkan Gabite di Piramida Agung di Giza, serta menangkap Colyster di Angkor Wat, Kamboja.

Keberadaan Pokéstop rupanya bisa dimanfaatkan untuk bisnis. Terlebih jika posisinya dekat dengan gerai makanan atau restoran. Seorang gadis asal Colorado, Amerika Serikat sengaja menebar Lure Module (fitur untuk mengundang Pokémon datang) yang juga menarik trainers untuk mengunjungi Pokéstop.

Dia sudah tahu, di mana ada Lure Module ditebar, pasti banyak pemain Pokémon Go yang datang. Lalu kesempatan ini dijadikannya sebagai lahan penghasil pundi-pundi uang. Gadis ini mengemas sejumlah kotak minuman limun, soda, air, makanan ringan, keripik kentang, dan camilan lainnya untuk dijual. Kemudian ia menggelar kursi seperti mini bar dan menamai gerainya Vending Machine dekat Pokéstop.

Tentang kami

CekAja

CekAja