Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Fakta-fakta tentang Joni, Bocah Pemanjat Tiang Bendera

by Achmad Fauzi on 21 Agustus, 2018

Baru-baru ini Indonesia diramaikan oleh aksi seorang anak bocah berusia 13 tahun asal Belu, Nusa Tenggara Timur. Dia adalah Yohanes Ande Kala atau yang disapa Joni. Aksinya menarik perhatian karena memanjat tiang bendera saat upacara 17 Agustusan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Aksi yang viral di Indonesia beralasan untuk membetulkan tali bendera yang tersangkut di ujung tiang. Dengan aksinya tersebut, bendera merah putih pun bisa berkibar.

Atas aksinya, Joni banyak mendapat pujian dari siapapun. Bahkan, Presiden Joko Widodo mengundang Joni untuk ramah tamah di Istana Negara. Selain itu, banyak fakta yang hadir setelah aksi Joni tersebut. Nah, berikut fakta-faktanya.

(Baca juga: 5 Strategi Agar Capai Kemerdekaan Finansial)

Panjat tiang saat belum pulih sakit perut

Siapa yang menyangka Joni sedang sakit perut saat memanjat tiang bendera. Faktanya, Joni memang belum pulih dari sakit perut saat memanjat tiang bendera. Ketika upacara berlangsung, bocah itu pingsan dan langsung mendapatkan perawatan dari tim medis.

Namun, saat dalam perawatan, Joni mendengar ucapan Wakil Bupati Belu JT Ose Luan yang menanyakan siapa yang bersedia memanjat tiang bendera. Joni pun mengajukan diri dan langsung memanjat tiang bendera setinggi 15 meter.

Diundang nonton pembukaan Asian Games

Banyak pujian dan penghargaan yang didapat Joni atas aksi heroiknya. Salah satunya diundang oleh pemerintah untuk menonton secara langsung pembukaan Asian Games di Stadion GBK, Jakarta. Joni pun mendapat tiket spesial, karena menonton di kursi VIP bersama para petinggi negara dan para menteri.

(Baca juga: Yuk, Kunjungi 5 Daerah Ini untuk Mengenang Sejarah Kemerdekaan Indonesia)

Bahkan, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto sempat melakukan swa foto saat menonton Asian Games.

Dapat banyak hadiah

Tidak hanya diundang menonton pembukaan Asian Games di kursi VIP, Joni juga mendapatkan banyak hadiah dari pemerintah. Mulai dari beasiswa sekolah hingga sarjana, rumah, dan sepeda didapat Joni untuk mengapresiasi aksi heroik Joni.

Pemberian hadiah ini dilakukan pemerintah untuk melecut semangat para anak muda Indonesia agar mempunyai keberanian seperti Joni. Keberaniannya adalah tidak takut apapun demi mempertahankan ideologi Indonesia.

(Baca juga: OJK Ciptakan Fintech Center untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi)

Dari keluarga asli Timor Timur

Ternyata Joni bukan asli orang Indonesia. Joni terlahir dari keluarga asli Timor Timur. Akan tetapi kedua orang tuanya memilih untuk menjadi WNI ketimbang ikut memisahkan diri bersama Timor Timur. Sehingga, Joni tetap berstatus sebagai WNI.

Ingin menjadi TNI

Keberanian Joni memanjat tiang bendera setinggi 15 meter ini dilecut rasa keinginannya untuk menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Keinginannya ini diketahui saat Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menanyakan cita-cita Joni saat berkunjung ke kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Dengan keberanian tersebut, Joni dianggap layak untuk menjadi seorang TNI. Karena bisa menjaga dan mempertahankan ideologi Indonesia.

(Baca juga: Cek! 5 Cara Berlibur Hemat Saat High Season)

Itulah beberapa fakta-fakta Joni si pemanjat tiang bendera. Dengan keberanian Joni ini diharapkan dapat melecut semangat anak muda agar lebih berani lagi menghadapi tantangan yang dihadapi.

Tentang Penulis

Jurnalis yang hampir menjadi pemain bola internasional.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami