6 Fakta Kondisi Garuda Indonesia Terkini, Terancam Bangkrutkah?

Garuda Indonesia kembali diterpa kabar tak sedap. Maskapai penerbangan ini kabarnya terancam bangkrut. Dan berikut CekAja sajikan informasi mengenai fakta kondisi Garuda Indonesia terkini.

6 Fakta Kondisi Garuda Indonesia Terkini, Terancam Bangkrutkah?

Nama Garuda Indonesia sebagai salah satu maskapai penerbangan Tanah Air pasti sudah tak asing lagi bagi kamu.

Ya, salah satu maskapai yang sering dijuluki sebagai pesawat kelas ‘atas’ ini kembali menjadi sorotan publik perihal kondisi finansial mereka.

Lantas, bagaimanakah kondisi terkini dari Garuda Indonesia? Berikut fakta-faktanya yang telah CekAja rangkum dari berbagai sumber.

Deretan Fakta Kondisi Garuda Indonesia Terkini

Deretan Fakta Kondisi Garuda Indonesia Terkini

1. Menawarkan program pensiun dini

Fakta kondisi Garuda Indonesia terkini yang pertama ialah adanya penawaran program pensiun dini.

Kabar ini telah banyak beredar di berbagai media Tanah Air, yang nyatanya telah dikonfirmasi langsung oleh pihak maskapai.

Mengutip dari laman Kumparan, berdasarkan penuturan Dirut Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, penawaran berupa pensiun dini telah dipercepat dan programnya sendiri sudah dilaksanakan per 19 Mei 2021.

Adapun karyawan yang bersedia ikut dalam program pensiun dini, nantinya akan memperoleh hak mereka sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 64 Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Karyawan yang mengambil program pensiun dini akan mendapatkan kompensasi yang telah ditetapkan oleh pihak Garuda Indonesia.

Kompensasinya berupa 2 kali pesangon, 1 kali uang penghargaan masa kerja, uang pengganti hak, serta tiket konsensi khusus untuk karyawan yang masih aktif bekerja di atas 16 tahun.

Selain yang tertera di atas, Irfan juga menuturkan bahwa pihaknya akan tetap menambah 2 kali penghasilan bulanan, tunjangan tahunan yang eligible, sekaligus kompensasi atas sisa cuti yang belum diambil oleh karyawan.

(Baca Juga: 9 Pesawat Buatan Indonesia Terbaik)

2. Memiliki utang sebesar Rp70 triliun

Permasalahan Garuda Indonesia ini memang tak main-main. Menurut beberapa sumber kredibel, menyebutkan bahwa fakta kondisi Garuda Indonesia terkini memang berada di ambang kebangkrutan.

Sehingga, tak heran jika pihak manajemen maskapai mengambil langkah tegas dengan mempercepat program pensiun dini bagi karyawannya.

Percepatan program pensiun dini ini nyatanya masih berhubungan dengan imbas dari pandemi Corona.

Ya, di tengah pandemi yang masih terjadi di Indonesia, Garuda Indonesia mengalami penurunan trafik penerbangan yang cukup signifikan.

Akibatnya, pihak maskapai mengalami kerugian besar hingga terlilit utang triliunan rupiah.

Mengutip dari laman Bisnis.com, total utang yang dimiliki oleh maskapai adalah sebesar Rp70 triliun.

Jumlah utang tersebut terus mengalami peningkatan bahkan lebih dari Rp1 triliun per bulan, seiring dengan penundaan pembayaran dari pihak Garuda kepada pemasok.

3. Saham merosot jauh

Fakta kondisi Garuda Indonesia terkini yang berikutnya adalah nilai saham perusahaan mengalami penurunan cukup jauh.

Berdasarkan data yang dihimpun dari laman Okezone, per 25 Mei 2021 lalu saja, saham PT Garuda Indonesia anjlok 6,12 persen ke level Rp276 per lembar saham. Dalam artian, sepanjang tahun 2021 ini, sahamnya merosot hingga 21,39 persen.

Penurunan nilai saham tersebut tak lain karena kondisi keuangan perusahaan yang mengalami kerugian sebesar USD1,07 miliar.

Hal itu, jelas tertera dalam informasi Bursa Efek Indonesia, yang tentunya jika dibandingkan dengan catatan keuangan pada kuartal III/2019 sangat jauh terlihat.

Pada kuartal III/2019, pihak Garuda Indonesia berhasil mencatatkan laba bersih sebesar USD122,42 juta, dan pendapatan pada penerbangan berjadwal yang menjadi sumber utama perusahaan mencapai USD2,79 miliar.

4. Penundaan kedatangan pesawat Airbus

Fakta kondisi Garuda Indonesia terkini yang keempat adalah perusahaan mulai menunda kedatangan armada pesawat Airbus.

Mengutip dari laman Warta Ekonomi, kondisi pengadaan pesawat ini nyatanya telah terjadi sejak 2011 hingga 2015 lalu.

Kala itu, diketahui Airbus sempat memberi ‘suap’ untuk memuluskan pembelian pesawat dari perusahaannya.

Lalu, masalah tersebut kembali menjadi sorotan, di mana pihak Garuda Indonesia mengambil langkah tegas dengan tujuan agar pihak Airbus melakukan ganti rugi.

Tidak hanya itu saja, pihak Garuda pun kabarnya siap menempuh jalur hukum lewat pemerintah Inggris.

Perusahaan juga telah menunda kedatangan empat pesawat Airbus lewat proses negosiasi yang dilakukan.

5. Pemerintah masih mencoba tahapan restrukturisasi

Selanjutnya dari fakta kondisi Garuda Indonesia terkini adalah pemerintah turut ikut campur untuk menangani masalah finansial maskapai.

Menurut banyak sumber yang beredar, pemerintah Indonesia masih mencoba tahapan restrukturisasi, guna menyelamtkan PT Garuda Indonesia dari ambang kebangkrutan.

Sebagai informasi, restrukturisasi merupakan perbaikan atau solusi yang diambil dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja bisnis, baik secara perorangan ataupun perusahaan.

Restrukturisasi masih dijadikan pilihan dari empat opsi yang dilakukan oleh pemerintah. Keempat opsi ini seperti yang dikutip dari laman Okezone, yaitu:

  • Pemerintah terus mendukung kinjera Garuda lewat pinjaman ekuitas
  • Menggunakan legal bankruptcy untuk restrukturisasi kejawiban Garuda
  • Pihak Garuda dibiarkan melakukan restrukturisasi dan di saat bersamaan, mulai mendirikan perusahaan maskapai domestik baru yang mengambil alih sebagian besar rute domestik Garuda Indonesia.
  • Garuda akan dilikuidasi untuk mendorong sektor swasta dalam peningkatan layanan udara

6. Mendapat bantuan dana dari pemerintah

Terakhir, fakta kondisi Garuda Indonesia terkini adalah perusahaan mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.

Bantuan yang diberikan dengan jumlah sebesar Rp8,5 triliun yang dapat digunakan untuk modal operasional.

Bantuan dari pemerintah tersebut berupa dana talangan dan bukan penyertaan modal negara (PMN).

Mengutip dari laman Merdeka.com, menurut penurutan Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, alasan PT Garuda Indonesia tidak mendapat bantuan pemerintah berupa PMN, adalah karena maskapai tersebut kepemilikannya 60 persen adalah dari negara atau pemerintah.

Dana talangan yang diberikan kepada pihak Garuda ini sifatnya pinjaman. Sehingga, penggunaannya sendiri memang harus dirundingkan dahulu bersama pihak Kemenkeu dan Kementerian BUMN.

(Baca Juga: 5 Fakta BTS Meal di MCD)

Bebas Nikmati Executive Lounge dengan Kartu Kredit

Nah, itu dia beberapa fakta kondisi Garuda Indonesia terkini. Meski pemerintah siap membantu maskapai tersebut, kita juga sebagai masyarakat Indonesia baiknya juga turut berkontribusi meski hanya bernilai kecil.

Caranya mudah kok, kamu cukup beli saja tiket penerbangan dari maskapai Garuda Indonesia ini. Lebih baik lagi jika kamu memiliki kartu kredit co-branding Garuda, seperti BNI Visa Garuda Indonesia Signature dan Garuda Indonesia Citi Card.

Kedua kartu tersebut juga tersedia di CekAja lho. Jadi, kalau kamu ingin melakukan pengajuan kartu kredit, bisa kok lewat CekAja.

Syarat yang harus dipenuhi terhitung mudah, bahkan seluruh proses apply-nya dilakukan secara online.

Yuk, tunggu apalagi? Segera akses laman kartu kredit CekAja, dan ajukan yang sesuai dengan kebutuhanmu.