7 Fakta Obat Keras Ivermectin, Bisa untuk Pasien Covid-19?

Fakta-fakta obat keras Ivermectin tentu harus diketahui terlebih dulu, sebelum membelinya. Sebab, kebanyakan dari kita saat ini hanya mengalami panic buying. Dan berikut, ulasan mengenai obat Ivermectin.

7 Fakta Obat Keras Ivermectin, Bisa untuk Pasien Covid-19?

Merebaknya varian Delta dan Kappa di Indonesia, membuat masyarakat kian was-was.

Setelah diterapkan PPKM Darurat, sebagian orang mulai mengalami panic buying, salah satunya dengan memborong obat Ivermectin.

Padahal, menurut pakar kesehatan, obat Ivermectin sendiri termasuk dalam golongan obat keras. Dengan demikian, lantas bagaimana mengenai rumornya yang dianggap ampuh untuk pengobatan Covid-19?

Fakta-fakta Obat Keras Ivermectin

Nah, daripada salah kaprah, mending simak dulu ulasan CekAja mengenai fakta-fakta obat keras Ivermectin di bawah ini.

1. Izin edar Ivermectin sebagai obat cacing

Fakta obat keras Ivermectin yang pertama akan dibahas adalah mengenai izin edar obat tersebut. Ya, bisa dibilang izin edar obat Ivermectin ini bukanlah sebagai obat Covid-19.

Namun, pada dasarnya Ivermectin yang dijual di apotik hanya mendapat izin edar sebagai obat cacing dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Karena penggunaannya untuk indikasi infeksi cacingan, maka jelas Ivermectin kaplet 12 mg digolongkan sebagai obat keras berbahan kimia, yang memiliki efek samping jika dikonsumsi tak sesuai ketentuan.

(Baca Juga: Mengenal Vaksin Pfizer, Benarkah Efektifitasnya Tinggi?)

2. Ivermectin hanya didapat dengan resep dokter

Tak bisa dielakan lagi, bahwa fakta obat keras Ivermectin ini hanya bisa didapat dengan resep dokter saja.

Mengingat, jenisnya sendiri yang termasuk obat keras dan memiliki efek samping berbahaya jika dikonsumsi berlebihan.

Apabila kamu berencana membelinya di apotik dan tanpa resep dari dokter, tentu tidak akan dilayani.

Jadi, sebelum mengonsumsinya, pastikan kamu sudah berkonsultasi terlebih dulu ke dokter dan mendapat resep dengan takaran dosis yang tepat.

3. Pemakaiannya perlu pengawasan dokter

Kepopuleran obat Ivermectin di masa pandemi memang melesat. Apalagi setelah terungkap faktanya, bahwa obat ini digunakan sebagai terapi pengobatan Covid-19 di beberapa negara, termasuk Eropa, Afrika Selatan, hingga India.

Meski begitu, tetap saja kita tak bisa asal ‘tutup mata’. Ya Ivermectin mulanya hanya digunakan sebagai obat cacing dan dinilai sebagai obat keras.

Maka dari itu, penggunaannya pun perlu pengawasan khusus dari dokter atau tenaga medis yang bertanggung jawab.

Karena, jika pengetahuan mengenai obat Ivermectin ini masih dangkal di masyarakat, peluang penyalahgunaan seperti kelebihan dosis pemakaian pasti akan terjadi.

Selain perlu pengawasan dokter, para pakar kesehatan Indonesia pun menghimbau agar masyarakat tidak asal membeli apalagi mengonsumsi Ivermectin.

Hindari pembelian secara online, sebab Ivermectin sendiri memiliki batas waktu pemakaian yakni selama 6 bulan setelah produksi. Lebih dari itu, sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi.

4. Baru akan melalui tahapan uji klinis

Fakta obat keras Ivermectin yang selanjutnya adalah obat ini rencananya akan melalui tahapan uji klinis di Indonesia.

Ya, kabarnya pihak BPOM dan tim peneliti uji klinis Ivermectin Tanah Air yang dipimpin dr Budhi Antariksa, PhD, SpP(K), baru akan memulai uji klinis Ivermectin untuk pengobatan Covid-19.

Itu dilakukan guna melihat apakah benar bahwa Ivermectin memiliki khasiat, efektivitas, hingga keamanan yang tepat sebagai obat terapi Covid-19.

Jadi, sebelum didapat hasil akhirnya yang konkrit, pemerintah berharap masyarakat tidak mengonsumsi Ivermectin secara asal-asalan.

Karena seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa obat ini mulanya bukanlah obat untuk penyembuhan pasien Covid-19, melainkan memang digunakan untuk infeksi cacingan.

(Baca Juga: Ini Efek Samping Vaksin Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm)

5. Hanya dikonsumsi 1 kali dalam setahun

Fakta obat keras Ivermectin yang lainnya adalah mengenai dosis penggunaan obat tersebut. Secara keabsahan, Ivermectin masih digolongkan sebagai obat cacing.

Di mana, penggunaannya hanya disarakan dengan dosis tunggal dan dalam jangka waktu satu tahun sekali. Jadi, apabila Ivermectin dilabeli sebagai ‘obat penyembuh Covid-19’ tentu salah besar.

Apalagi, efektivitas Ivermectin sebagai obat Covid-19 pun masih harus dilakukan uji klinis. Sehingga khasiat dan efek sampingnya jika digunakan setiap hari untuk pasien Covid-19 belum diketahui secara pasti.

6. Termasuk obat anti-parasit bukan anti-virus

Fakta obat keras Ivermectin yang keenam ialah mengenai jenis obat tersebut. Karena digunakan untuk infeksi cacing, maka jelas saja bahwa Ivermectin merupakan obat anti-parasit dan bukan obat anti-virus.

Mengenai pemakaiannya sebagai obat terapi Covid-19 yang saat ini banyak digunakan, memang perlu penelitian lebih lanjut lagi lewat proses uji klinis. Sebab, Ivermectin sendiri memang belum mendapat izin edar sebagai obat Covid-19.

7. Terdapat efek samping

Hingga saat ini, BPOM masih mengingatkan masyarakat bahwa Ivermectin bukanlah obat anti-virus melainkan obat anti-parasit atau obat cacing.

Ivermectin termasuk salah satu jenis obat keras yang hanya digunakan satu kali dalam setahun. Jika digunakan setiap harinya untuk terapi penyembuhan Covid-19, tentu akan mendatangkan efek samping bagi tubuh.

Fakta obat keras Ivermectin yang satu ini memang tak bisa terbantahkan. Efek samping dari obat ini tentu berbeda-beda di tiap orang, namun umumnya mereka akan mengalami beberapa gejala, seperti:

  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Ruam kulit

Pada beberapa kasus yang langka, pengguna obat Ivermectin dapat mengalami sindrom Stevens-Johnson (kelainan langka pada kulit).

Tidak hanya itu saja, jika efek sampingnya tak kunjung membaik, Ivermectin yang dikonsumsi ini dapat mengakibatkan mata nyeri, penglihatan buram, sulit berjalan, perubahan suasana hati, demam, sesak napas, hingga kejang.

Jangan Sampai Panic Buying, Baiknya Miliki Asuransi Kesehatan

Nah, itu dia beberapa fakta obat keras Ivermectin. Ingat, selama BPOM masih belum mengeluarkan izin edar Ivermectin sebagai obat Covid-19, maka baiknya tidak dikonsumsi setiap hari kalau tak ingin mengalami efek samping yang berat.

Selain itu, janganlah kita mengalami panic buying dengan memborong masker hingga merk susu tertentu yang katanya punya khasiat untuk penyembuhan Covid-19.

Daripada harus panic buying, mending miliki produk yang pasti-pasti melindungi diri dan kondisi finansial dari masalah penyakit, yakni asuransi kesehatan.

Asuransi kesehatan terbaik bisa kamu dapatkan di CekAja, yang terkenal memiliki beberapa produk asuransi dari mitra ternama.

Asuransi yang tersedia di CekAja ini sudah pasti memiliki cakupan perlindungan yang lengkap dengan jaringan rumah sakit luas.

Pembelian polisnya sangat gampang. Kamu hanya perlu mengakses lama resmi CekAja.com, lakukan perbandingan produk dan dapatkan asuransi yang sesuai kebutuhan dan bujet.

Gimana, mudah bukan? Yuk, langsung beli asuransi kesehatan di CekAja.com, dan nikmati seluruh manfaatnya untuk diri dan keluarga.