Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Kenapa Menstruasi Bisa Telat? Ini Faktor Penyebabnya

by Vera Khairifah on 4 Juli, 2020

Siklus menstruasi atau mens pada wanita harusnya terjadi setiap satu bulan sekali. Namun, ada pula sebagian wanita yang mengalami mens telat meskipun sedang tidak hamil. Tak usah resah, simak beberapa faktor mens telat berikut ini.

10 Faktor Mens Telat yang Wajib Diketahui

Siklus Normal Mens

Mens merupakan proses keluarnya darah dari vagina yang disebabkan oleh terlepasnya dinding rahim (endometrium). Sebelum terlepas bersama dengan darah, endometrium ini mengalami penebalan yang mengandung pembuluh darah.

Jika tidak terjadi pembuahan sperma dengan sel telur, maka endometrium ini akan luruh dan keluar bersamaan dengan darah. Mens merupakan siklus bulanan yang alami pada wanita. Siklus normal mens umumnya terjadi setiap 21 hari sampai 35 hari sekali. Dalam setiap periodenya, pendarahan saat mens terjadi 3 hari sampai 7 hari.

Namun, memang ada sebagian wanita yang memiliki perbedaan siklus serta lama terjadinya mens. Bahkan, sebagian di antaranya juga mengalami mens yang datangnya telat. Sekalipun mereka sedang tidak hamil.

Jika kamu salah satu di antaranya, kamu tak bisa mengabaikannya begitu saja. Ada beberapa faktor mens telat yang bisa saja terjadi padamu. Berikut pemaparannya.

Faktor Mens Telat
1. Kelelahan

Kelelahan

Faktor mens telat yang pertama adalah karena kelelahan. Tubuh yang menjalani aktifitas berat setiap hari akan mengalami pengurasan energi. Termasuk ketika kamu rutin melakukan olahraga yang berat dan mengakibatkan kehilangan lemak tubuh yang banyak.

Hal ini bisa mengacaukan jadwal siklus mens kamu. Untuk itu, kamu disarankan untuk mengetahui batas kemampuan tubuh dalam menjalani aktifitas. Biasakan untuk istirahat yang cukup dengan tidur 7 sampai 8 jam per hari.

2. Stres

Stress

Selain kelelahan secara fisik, kelelahan secara mental juga dapat menjadi salah satu faktor mens telat. Hormon hipotalamus di otak yang bertugas mengatur kelancaran siklus mens akan terganggu.

Jika kamu merasakan stress akibat aktifitas yang terlalu padat atau tekanan dari berbagai hal, segeralah untuk melakukan relaksasi diri. Kamu bisa meluangkan waktu untuk me time dengan yoga, pergi pijat dan spa, atau sekadar berolahraga ringan, dan kegiatan yang menyenangkan agar terhindar dari stress.

(Baca Juga: Perbedaan Cuti Menstruasi di Berbagai Negara)
3. Faktor Hormonal

Faktor Hormonal

Peningkatan hormon prolaktin (yang dihasilkan oleh kelenjar pitiutari di otak) yang tidak normal dapat mengganggu kinerja hormon lain yang berperan menjaga siklus mens. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, seperti efek menyusui, gangguan ginjal, atau tumor kelenjar pitiutari.

Selain itu, ketidakseimbangan hormon estrogen dan hormon progesteron juga bisa memicu mens telat muncul. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat kesuburan seseorang. Untuk mencegah ketidakseimbangan hormon ini, kamu harus memiliki gaya hidup yang sehat.

4. Pengaruh Alat Kontrasepsi

Pengaruh Alat Kontrasepsi

Bagi para wanita yang aktif secara seksual dan memilih untuk mencegah kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi, risiko mens telat tentu sudah diketahui sebagai pengaruhnya. Alat kontrasepsi dalam bentuk pil, cairan yang disuntikkan, maupun alat kontrasepsi hormonal yang ditanam sama-sama menjadi faktor mens telat.

Sebab, penggunaan alat kontrasepsi akan mempengaruhi hormon estrogen dan progestin yang mencegah indung telur melepaskan sel telurnya. Jika kamu ingin mendapatkan siklus mens yang teratur, setidaknya kamu harus menunggu selama 6 bulan dari jarak setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi.

5. Berat Badan Naik Atau Turun Drastis

Berat Badan Naik

Berat badan yang tidak ideal juga menjadi faktor mens telat. Jika kamu mengalami obesitas ataupun mengalami penurunan berat badan secara drastis akibat gangguan makan (seperti anoreksia atau bulimia), maka fungsi tubuh akan terganggu termasuk siklus mens.

Atur pola makan dengan baik dengan makanan bergizi seimbang. Kamu bisa memantau berat badan ideal dengan rumus BMI. Yakni berat badan (satuan kilogram) dibagi dengan tinggi badan (satuan meter) kuadrat.

Contohnya, berat badan 55 kilogram dan tinggi badan 160 centimeter. Maka, BMI = 55 : (1,60 x 1,60) = 21,4.

Seseorang yang memiliki hitungan BMI di bawah 18,5 maka masuk ke kategori sangat kurus. Sedangkan seseorang yang memiliki hitungan BMI antara 25,1 – 27,0 masuk ke dalam kategori gemuk tingkat ringan. Serta kategori obesitas untuk hitungan BMI di atas 27,1.

6. PCOS

PCOS

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah kondisi di mana seseorang mengalami kelainan hormon dan sistem metabolisme tubuh yang berakibat pada gangguan fungsi indung telur.

Pengidap PCOS memiliki siklus mens yang tidak teratur, bahkan bisa tidak mengalami mens selama berbulan-bulan. Hal ini berkaitan pula dengan tingkat kesuburan, dan harus ditangani oleh dokter.

(Baca Juga: 5 Mitos Tentang Kesehatan dan Fakta Kebenarannya)
7. Gangguan Kelenjar Tiroid

Gangguan Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid merupakan kelenjar yang terletak di bagian depan leher, yang berperan dalam mengatur kecepatan tubuh dalam melakukan metabolisme. Seperti membakar energi, memproduksi protein tubuh, mengatur tingkat sensitifitas tubuh pada hormon-hormon.

Kelenjar tiroid yang terganggu akan membuatmu menjadi mudah lelah, rambut rontok, tidak nyaman pada suhu udara dingin maupun panas, dan berat badan yang tidak stabil. Kemudian, ini akan menjadi faktor mens telat.

Untuk mengobati gangguan kelenjar ini, pasien akan menjalani pengobatan dan operasi jika dibutuhkan.

8. Efek Merokok

Efek Merokok

Kita tentu tahu bahwa merokok memiliki banyak efek negatif bagi tubuh. Kandungan nikotin dan zat berbahaya lainnya di dalam rokok akan mengganggu hormon estrogen dan progesteron, sehingga membuat siklus mens tidak teratur atau telat.

9. Penyakit Berbahaya

Penyakit Berbahaya

Beberapa penyakit juga menjadi faktor mens telat. Seperti diabetes, radang usus kecil, kanker rahim, kista, amenorrhea atau gangguan alat reproduksi wanita, dan lain-lainnya.

Siklus mens telat bisa terjadi sebagai dampak dari semakin melemahnya kondisi tubuh akibat serangan penyakit tersebut.

10. Menopause

Menopause

Menopause merupakan kondisi di mana wanita tidak lagi mengalami mens. Meskipun usia rata-rata wanita yang menopause berkisar 45 tahun sampai 55 tahun, namun ada pula sebagian di antaranya yang mengalami menopause dini di bawah usia 40 tahun.

Itulah beberapa faktor mens telat yang bisa saja terjadi pada diri seseorang. Segera periksakan dirimu jika mengalami siklus mens telat secara terus menerus. Pemeriksaan yang cepat dilakukan akan semakin baik untukmu.

Tak usah khawatir dengan biaya layanan kesehatan, selama kamu memiliki asuransi kesehatan. Berbagai layanan kesehatan mulai dari rawat jalan, rawat inap, hingga pembedahan akan ditanggung oleh pihak perusahaan asuransi.

Kamu bisa mendapatkan segudang manfaat hanya dengan membayar premi bulanan yang terjangkau. Yuk, miliki asuransi kesehatan untukmu dan keluarga. Bandingkan dan ajukan saja lewat CekAja.com.

Tentang Penulis

Vera Khairifah

A content writer and socmed enthusiast