Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Film Indonesia Wakili Oscar 2020, Ini 3 Kriteria yang Meloloskannya

by Sindhi Aderianti on 19 September, 2019

Indonesia kembali mengirimkan perwakilan ke ajang Academy Awards 2020. Bukan filmnya Livi Zheng yang sempat dicap ‘Belagak Hollywood’ ya. Film Kucumbu Tubuh Indahku garapan Garin Nugroho terpilih untuk bertarung menjadi nominee, lewat kategori International Feature Film.

Kucumbu Tubuh Indahku

Film ini terpilih dari 42 film yang diseleksi oleh Komite Oscar 2019 atau The Indonesian Academy Awards Selection Commitee (IOSC). Banyak yang memuji film tersebut sebagai karya yang rapi, mudah dipahami, dan berhasil memotret salah satu kesenian Indonesia, yakni tari Lengger.

Kucumbu Tubuh Indahku sebelumnya harus berebut tahta perwakilan bergengsi ini dengan Ave Maryam garapan Robby Ertanto dan 27 Steps of May, garapan Ravi Bharwani. Di Hollywood nanti, film yang dibintangi Randy Pangalila itu akan kembali bersaing melawan film-film internasional lain seperti Parasite dari Korea Selatan dan Weathering with You asal Jepang.

Kontroversial Gara-Gara Berbau LGBT

Bukan rakyat +62 namanya, kalau sepi dari tuaian kontroversi. Kucumbu Tubuh Indahku sempat ditentang oleh beberapa pemerintah daerah yang meliputi Depok, Bogor, dan Pontianak. Tak lain karena ceritanya dituding sarat akan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender). Ditambah, penggunaan diksi ‘kucumbu’ yang terkesan vulgar.

Kota Depok bahkan menerbitkan surat keberatan dan meminta penayangan film tersebut dihentikan di semua bioskop kota tersebut. Surat ini dilayangkan pada Rabu (24/4/2019) kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dengan nomor surat 460/185-Huk/DPAPMK yang ditandatangani oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris. Alhasil, Kucumbu Tubuh Indahku hanya tayang di segelintir bioskop dalam waktu yang cukup singkat.

Diakui sang sutradara, Kucumbu Tubuh Indahku adalah film dengan tema yang sensitif. Film ini juga menyinggung soal LGBT. Namun menurut Garin, opini masyarakat terhadap tidak semuanya benar dan asal menghakimi tanpa mengkaji terlebih dahulu.

(Baca juga: Jadi Pribadi Lebih Baik, Ingat 5 Pesan Moral ala Film Gundala)
Plot Cerita Sebenarnya

Film Kucumbu Tubuh Indahku berkisah tentang penari Lengger bernama Juno. Juno kecil terpaksa harus hidup sendiri, ketika sang ayah meninggalkannya akibat kekerasaan yang dialami. Di tengah kesendiriaan tersebut, Juno pun memutuskan untuk bergabung dengan sanggar tari Lengger.

Juno pun harus berpindah-pindah karena berbagai kekerasan yang ia lihat dan alami dari lingkungan sekitar. Saat berpindah itulah ia banyak menemui berbagai macam karakter orang, mulai dari petinju hingga maestro penari Reog.

Selama ini, image penari mungkin hanya diidentikan dengan seorang wanita. Namun yang unik, tarian Lengger asli Banyumas tersebut justru menampilkan sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh yang sama.

Lolos ke Oscar 2020 karena 3 Hal Ini

Terpilihnya Kucumbu Tubuh Indahku untuk melaju di Oscars 2020 disertai sejumlah alasan kuat. Salah satu anggota Komite Seleksi Oscars 2020 (The Indonesian Academy Awards Selection Commitee), Christine Hakim, menyampaikan ulasannya.

Film yang satu ini dinilai memiliki ‘paket lengkap’. Ada nilai seni, budaya, dan isu sosial yang dibungkus amat rapi. Selain itu, adegan percintaan dalam film yang terinspirasi dari kisah nyata tersebut digambarkan tidak biasa dan jauh dari kesan vulgar. Digantikan dengan idiom-idiom jenius yang ada dalam budaya Indonesia.

Alasan ketiga, komite seleksi Oscars 2020 menilai Kucumbu Tubuh Indahku memiliki pesan yang kuat sekaligus relevan dengan kehidupan masyarakat lokal maupun dunia. Misalnya tema mengenai kemunafikan. Persoalan umum itu tergambar dalam adegan orang yang membuat hukum, justru melanggarnya. Tak berhenti sampai di situ, orang tersebut pun menganggap dunia ini milik sekelompok kecil orang saja.

Kucumbu Tubuh Indahku yang tayang di Indonesia sejak 18 April lalu itu sudah mendapat beberapa penghargaan internasional, antara lain dari Italia, Prancis, Australia, dan Meksiko. Termasuk penayangan di lebih dari 30 festival film seluruh dunia.

(Baca juga: Film Dua Garis Biru Booming, Ternyata Ini Risiko Hamil Terlalu Dini)

Meskipun sempat menuai kontroversi, kacamata sineas justru memandang positif kehadiran film Kucumbu Tubuh Indahku. Semoga film ini bisa lolos menjadi nominee di Academy Awards 2020 ya!

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami