5 Film Kontroversial Indonesia yang Dilarang Tampil di Bioskop

4 min. membaca Oleh Estrin Vanadianti Lestari on

Film merupakan salah satu karya nyata, yang bisa dijadikan kebanggaan Indonesia. Karena, film-film buatan Indonesia, ternyata tidak kalah bagus dengan karya film buatan luar negeri. Selain itu, tidak hanya film yang berhasil muncul di layar lebar saja, yang dianggap sebagai karya film terbaik. Karena, dibalik itu, ternyata ada beberapa film kontroversial Indonesia yang dilarang tampil di bioskop, namun tetap bisa meraup kesuksesan.

5 Film Kontroversial Indonesia yang Dilarang Tampil di Bioskop

Meski beberapa film kontroversial Indonesia yang dilarang tampil ini, tidak layak masuk bioskop, namun keberadaan film tersebut ternyata sangat diapresiasi, bahkan bisa sukses mendunia.

Setidaknya ada beberapa alasan mengapa film kontroversial Indonesia ini, dilarang tampil di bioskop. Di antaranya adalah adanya unsur SARA, menyinggung seseorang, kelompok, atau lembaga, adanya adegan vulgar atau pelecehan seksual yang sangat brutal, hingga hal-hal lainnya yang bersifat sensitif lainnya.

Namun, tidak semua film yang menimbulkan kontroversial ini, memiliki alasan yang serius. Karena, beberapa film Indonesia dicekal dan ditolak sebagian masyarakat dengan alasan yang kurang masuk akal. Bahkan, mereka yang menolak, justru belum sempat melihat atau menonton film tersebut.

Namun, semua bentuk wewenang atas penayangan film di bioskop, memang harus dilakukan oleh pihak Lembaga Sensor Film atau LSF. Nah, kira-kira film kontroversial Indonesia apa saja ya, yang dilarang tampil di bioskop? Yuk simak rangkumannya berikut ini:

Film Kontroversial Indonesia yang Dilarang Tampil

1. Jagal – 2012

Jagal - 2012 - 5 Film Kontroversial Indonesia yang Dilarang Tampil di Bioskop

Film kontroversial Indonesia yang dilarang tampil pertama adalah film Jagal. Dirilis pada tahun 2012, film ini dilarang tayang di bioskop Tanah Air, karena mengangkat tema pembantaian massal pada tahun 1965.

Film karya Joshua Oppenheimer, yang merupakan pria berkebangsaan Amerika Serikat ini menceritakan tentang eksekusi massal yang keji dan brutal. Dimana eksekusi massal tersebut dilakukan oleh sejumlah algojo sekitar pada tahun 1965 sampai 1966.

Meski dilarang tampil di bioskop Tanah Air, film Jagal atau The Act Of Killing, yang sangat anti-PKI ini, ternyata berhasil meraih banyak penghargaan. Mulai dari penghargaan Film Dokumenter Terbaik di British Academy Film and Television Arts Awards 2013, hingga masuk nominasi Film Dokumenter Terbaik pada Academy Awards ke-86.

2. Senyap – 2014

Senyap - 2014 - 5 Film Kontroversial Indonesia yang Dilarang Tampil di Bioskop

Hampir sama dengan film Jagal, film Senyap juga termasuk dalam film kontroversial Indonesia yang dilarang tampil di bioskop. Sebenarnya, film Senyap masih berhubungan dengan film Jagal.

Masih disutradarai Joshua Oppenheimer, film Senyap juga masih menceritakan tentang eksekusi massal. Namun bedanya, film Senyap lebih menceritakan kejadian setelah eksekusi tahun 1965 hingga 1966 tersebut.

Dimana, film ini juga memiliki fokus utama di tokoh bernama Adi, yang merupakan salah satu orang yang selamat atas kejadian perburuan tersebut. Meski begitu, film ini juga tidak boleh tayang, karena film Senyap mengangkat tema G30S.

(Baca Juga: Daftar Film Horor Jepang Paling Seram Sepanjang Masa. Apa Saja?)

3. Pocong – 2006

Pocong-2006 - 5 Film Kontroversial Indonesia yang Dilarang Tampil di Bioskop

Film kontroversial Indonesia yang dilarang tampil di bioskop selanjutnya adalah Pocong. Dirilis tahun 2006, film horor ini dilarang tayang, karena alasan adanya unsur sensitif yakni kerusuhan Mei tahun 1998.

Tidak hanya itu, LSF juga menemukan adanya unsur SARA, hingga adegan pelecehan seksual yang brutal. LSF ingin, film Indonesia bersih dari adegan-adegan yang bisa memicu penonton, untuk melakukan hal negatif yang sama. Sehingga film Pocong, tidak mendapatkan Surat Tanda Lulus Sensor dari LSF.

4. Something in the way – 2013

Something in the way - 2013 - 5 Film Kontroversial Indonesia yang Dilarang Tampil di Bioskop

Bukan film luar negeri, ‘Something in the way‘ ternyata merupakan salah satu film kontroversial Indonesia yang dilarang tampil di bioskop Tanah Air. Diperankan oleh Reza Rahadian dan Ratu Felisha, film ini dilarang tayang karena mengandung unsur seksualitas dan konflik iman seseorang.

Namun, meski tidak boleh tayang di bioskop lokal, film ini ternyata berhasil tayang di Berlin, Jerman. Disutradarai oleh Teddy Soeraatmadja, film ini menceritakan tentang seorang pria yang bekerja sebagai sopir taksi, bernama Ahmad.

Ahmad merupakan seorang pria yang pekerja keras dan supel. Namun, suatu saat ia dihadapkan dengan intrik kehidupan, dimana sangat menguji iman dan kebutuhan biologis.

5. Salawaku – 2017

Salawaku - 2017 - 5 Film Kontroversial Indonesia yang Dilarang Tampil di Bioskop

Film berikutnya yaitu berjudul Salawaku. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan film ini, karena film ini tidak mengandung unsur yang sensitif, atau menyinggung siapapun. Namun, yang membuat film ini tidak layak tayang adalah, hanya karena rumah produksi yang tidak terkenal dan tergolong baru.

Tidak hanya rumah produksinya, sutradaranya pun baru pertama kali menggarap film di Salawaku, yakni Pritagita Arianegara. Dirilis pada tahun 2015, film Salawaku yang diproduksi Kamala Films ini, ditolak oleh salah satu jaringan bioskop Indonesia.

Namun, perjalanan film ini tidak sampai di situ dan menyerah begitu saja. Film yang dibintangi oleh Karina Salim ini, bertekad untuk bisa memutarkan filmnya di bioskop. Akhirnya, film ini dibawa keliling dunia dan diputar pertama kali di Tokyo International Film Festival (TIFF) 2016.

Tidak hanya itu, Salawaku juga mendapatkan penghargaan di Piala Dewantara kategori “Film Cerita Panjang Bioskop”, dalam Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2016. Nah, berkat kualitas cerita serta banyak mendapatkan penghargaan, film ini akhirnya berkesempatan tampil di bioskop Indonesia pada tahun 2017.

Itulah beberapa film kontroversial Indonesia yang dilarang tampil di bioskop. Meski begitu, beberapa karya film tersebut ternyata tetap bisa membanggakan Indonesia, dengan berbagai penghargaan yang didapatkannya.

Yuk, dukung terus perfilman Indonesia, dengan menonton langsung di bioskop, tanpa melakukan kecurangan. Agar kamu tidak kehabisan tiket, kamu bisa membelinya di berbagai aplikasi pembelian tiket bioskop, seperti TIX.id, M-TIX, dan lain-lain.

Untuk soal pembayaran yang lebih mudah, kamu bisa menggunakan kartu kredit loh. Dengan kartu kredit, kamu bisa mendapatkan berbagai keuntungan. Yuk, ajukan kartu kredit pilihanmu, hanya di situs Cekaja.com!