Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

2 menit waktu bacaan

Fintech Dorong Masyarakat Indonesia Melek Keuangan

by Surtan Siahaan on 13 November, 2015

CekAja.com – Salah satu indikator kemajuan ekonomi sebuah negara adalah tingkat literasi keuangan. Rumusnya sederhana. Semakin melek masyarat terhadap produk keuangan dan perbankan, semakin maju pula perekonomian masyarakat tersebut.

Sayangnya, di Indonesia kondisi ini masih jauh panggang dari api. Tingkat literasi keuangan masih sangat rendah. Data Scorecard The Brookings Finansial Inclusion Project (FDIP) menyebutkan, dari 178 juta penduduk dewasa di Indonesia, tingkat kepemilikan rekening finansial seperti rekening hanya mencapai 36%. Jumlah ini lebih rendah jika dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai 81% dan Thailand sebesar 78%. Demikian fakta yang disampaikan dalam konferensi pers dan diskusi panel yang diselenggarakan Asosiasi FinTech Indonesia, Kamis (12/11).

Namun, pertumbuhan masyarakat yang melek keuangan akan terjadi seiring kemajuan teknologi finansial. CEO CekAja.com John Patrick Ellis membenarkan pendapat tersebut. Menurutnya, pertumbuhan internet yang cepat di Indonesia adalah faktor yang menguntungkan. Selama ini, untuk mengakses layanan perbankan seperti membuat rekening, seseorang harus meluangkan banyak waktu. Hal itu terkadang membuat orang alergi untuk masuk sistem keuangan.

Nah, dengan hadirnya produk dan layanan keuangan pada internet, masyarakat akan lebih mudah masuk layanan perbankan dan keuangan. Pria yang akrab dipanggil JP ini yakin masyarakat Indonesia akan semakin sejahtera bila semakin terintegrasi dengan sistem keuangan. “Tidak terbatas pada tabungan saja tapi ada asuransi, reksadana, kartu kredit dan produk lain,” tuturnya. Keberadaan FinTech Indonesia sebagai asosiasi yang membawahi sejumlah perusahaan finansial teknologi, lanjut JP, juga dapat membantu pemerintah mengintegrasikan masyarakat pada sistem keuangan.

Pendapat senada juga disampaikan CEO DOKU, Thong Sennelius. Menurutnya, terdapat banyak keuntungan jika memasuki sistem keuangan lewat perusahaan teknologi finansial seperti menghemat biaya, menghemat waktu dan meningkatkan sumbangan pajak pada pemerintah. Karena teknologi finansial semakin memudahkan, akan ada ratusan bahkan ribuan individu yang terintegrasi pada sistem keuangan. “Saya optimis masyarakat Indonesia bisa jadi lebih melek keuangan atau sistem perbankan,” sambungnya. Budi Gandasoebroto, Direktur Veritrans, meyakini penerapan teknologi akan menjadi faktor penting dalam masa depan industri keuangan. Dengan teknologi finansial, inovasi pada produk produk keuangan akan bermunculan.

Sebagai informasi, FinTech Indonesia adalah asosiasi penyelenggara jasa teknologi finansial Indonesia. Asosiasi ini dibentuk oleh sejumlah perusahaan teknologi finansial seperti CekAja.com, Bareksa, Kejora, Doku, Veritrans dan Kartuku pada 17 September 2015.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami