Membuka akses finansial untuk jutaan masyarakat Indonesia

24 sec. read

Gaji Perangkat Desa Akan Setara PNS Golongan IIA, Cek Besarannya!

by Miftahul Khoer on 15 Januari, 2019

Presiden Joko Widodo berjanji akan memberikan gaji kepada perangkat desa yang angkanya setara dengan pegawai negeri sipil (PNS) Golongan IIA. Berapa besarannya?

tips naik gaji - CekAja.com

Hal itu diutarakan Jokowi saat menghadiri pertemuan dengan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) di Istora Senayan Jakarta, Senin 14 Januari 2019.

Para perangkat desa dari seluruh Indonesia ini semula akan menggelar aksi di depan Istana untuk meminta gaji setara dengan PNS Golongan IIA. Namun, unjuk rasa tak jadi dilakukan karena telah difasilitasi di Istora Senayan.

(Baca juga: Aturan Baru, Gaji Pegawai Honorer Bakal Sama Dengan PNS!)

Penghasilan Perangkat Desa

Perangkat desa adalah jabatan yang terdiri dari sekretariat desa, pelaksana kewilayahan dan pelaksana teknis yang bertugas sebagai unsur pembantu desa.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2015 disebutkan penghasilan perangkat desa selain sekretaris desa paling sedikit mencapai 50 persen dan paling banyak 60 persen dari gaji kepala desa. Para perangkat desa juga menerima tunjangan dan penerimaan lainnya yang sah yang telah ditetapkan oleh kepala daerah.

Gaji PNS Golongan IIA

Pada Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2015 tentang Perubahan Ketujuh Belas atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1997 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil, besaran gaji PNS semua golongan telah ditetapkan.

Untuk PNS Golongan IIA, dalam beleid tersebut disebutkan gaji paling rendah untuk golongan ini mencapai Rp1,92 juta dan paling tinggi mencapai Rp3,21 juta. Itu artinya, para perangkat desa ini juga nantinya akan mendapat penghasilan per bulannya berkisar antara Rp1,92 juta hingga Rp3,32 juta per bulan.

Secara rinci, gaji pokok PNS menurut beleid tersebut antara lain PNS golongan IA mencapai Rp1,4 juta paling rendah dan Rp2,2 juta paling tinggi. Sementara golongan ID paling rendah Rp1,7 juta dan paling tinggi Rp2,5 juta. Semakin golongannya tinggi maka semakin tinggi pula gaji pokoknya.

(Baca juga: Jurusan Meme Hingga Fakultas Kopi, Ini Berbagai Kampus Usulan Jokowi)

Revisi Peraturan Pemerintah

Dalam pertemuan dengan para perangkat desa tersebut, Jokowi berjanji akan segera merevisi Peraturan Pemerintah (PP) No 11 Tahun 2015 dan PP 47 Tahun 2015. Dalam PP terbaru nanti, akan dijelaskan besaran gaji yang akan diterima oleh para perangkat desa.

“Saya sudah perintahkan paling lama dua minggu setelah hari ini [Senin (14/1)]. Jadi Bapak, Ibu, dan saudara-saudara sekalian, ditunggu dua minggu nanti akan segera kita keluarkan revisi PP-nya, sehingga segera bisa dilaksanakan dari perintah PP yang ada,” kata Jokowi seperti dikutip dari Setkab.go.id.

Dicover BPJS Ketenagakerjaan

Selain dijanjikan akan mendapat gaji bulanan setara dengan PNS Golongan IIA, para perangkat desa ini juga dijanjikan oleh Jokowi akan memberikan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan bukan hanya perangkat desa saja melainkan juga kepala desa.

Nantinya, para perangkat desa ini memiliki perlindungan yang sesuai program antara lain jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan hari tua (JHT), jaminan kematian (JKM) dan jaminan pensiun (JP). Namun, belum ada rincian yang jelas terkait program apa saja yang bisa dicover BPJS untuk perangkat desa ini.

(Baca juga: Ini Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan)

Bertemu Moeldoko

Sebelum beraudiensi dengan Jokowi di Istoran Senayan, sejumlah perwakilan dari para perangkat desa ini menyempatkan bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko pada Rabu 9 Januari 2019 lalu.

Mereka menyampaikan sejumlah persoalan tentang kemajuan desa selama pemerintahan Jokowi. Selain itu, para perangkat desa juga meminta agar statusnya diangkat sebagai PNS. Perihal  pengangkatan status tersebut sebenarnya telah diperjuangkan sejak 2006 silam.

Dana Desa

Sebelumnya Jokowi telah mengutarakan terkait capaian program pembangunan desa melalui dana desa yang telah dikucurkannya sebesar Rp187 triliun sejak 2015 hingga 2018.

Hasil dari kucuran dana desa yang mencapai ratusan triliun itu telah direalisasikan untuk pembangunan 138.000 kilometer jalan desa, 6.500 pasar, 11.500 posyandu, 18.000 PAUD, 58.000 irigasi, 4.100 embung dan 791.000 meter jembatan serta beberapa program yang telah direalisasikan lainnya.

Tentang Penulis

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.

×

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami