Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Geger Virus Corona, Adakah Kemungkinan Sembuh Jika Terinfeksi?

by Tisyrin N. T on 28 Januari, 2020

Sebuah penemuan virus corona baru di China menggegerkan dunia. Virus ini awalnya teridentifikasi di Kota Wuhan, China dan dinamai 2019 novel coronavirus atau 2019-nCoV. Virus ini menyebar cepat dan telah menewaskan banyak orang. Hal tersebut tentu membuat masyarakat waswas. Namun sesungguhnya, adakah kemungkinan sembuh bagi seseorang yang telah terinfeksi virus corona Wuhan?

virus Corona

Kasus yang terkonfirmasi di  China terkait virus corona baru telah mencapai ribuan. Sementara kasus virus corona Wuhan juga ditemukan di negara lain yaitu di Hong Kong, Thailand, Macau, US, Australia, Jepang, Malaysia, Singapura, Taiwan, Perancis, Korea Selatan, Vietnam, Kanada, dan Nepal.

China pun membangun rumah sakit khusus untuk menangani kasus virus corona. Nah, kabar baiknya, media China hari ini (28/1) memberitakan ada 51 pasien virus corona yang telah sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit.

Orang Pertama yang Sembuh

Huang, pria muda berusia 23 tahun, adalah orang pertama yang dinyatakan sembuh setelah terinfeksi virus corona misterius. Dia tinggal di Kota Wuhan dan bekerja di stasiun yang letaknya berjarak satu kilometer dari Pasar Makanan Laut Huanan. Pasar Makanan Laut Huanan disebut-sebut sebagai tempat asal muasal virus corona.

Seperti dilansir Daily Mail, Huang awalnya merasakan gejala pusing dan lemas. Dia juga menderita demam berulang kali. Lewat serangkaian tes, didapatkan hasil yang abnormal pada fungsi hatinya.

Bahkan, pada titik tertentu, dia merasa sangat sakit sampai tak bisa menggerakan tubuh. Dia juga harus terus menghirup oksigen. Namun akhirnya, Huang bisa dinyatakan sembuh. Pria itu mengatakan kesembuhannya berkat perawatan intens dan usianya yang masih muda.

(Baca juga: Kelompok yang Rentan Terinfeksi Virus Corona)

Pendapat Ahli

Selain kabar baik di atas, pendapat para ahli juga menguatkan bahwa mereka yang menjadi korban virus corona berpotensi sembuh. News Straits Times melansir kebanyakan orang yang terkena novel coronavirus (2019-nCoV) atau Wuhan coronavirus, akan sembuh dari penyakit ini.

Direktur Tropical Infectious Diseases Research and Education Centre (TIDREC) Universitas Malaya, Profesor Dr Sazaly Abu Bakar, mengatakan tidak seperti SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome),  2019-nCoV memiliki rasio kematian atau case fatality ratio (CFR) hanya sekitar tiga persen. Hal tersebut memberikan pasien peluang pemulihan yang tinggi.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa CFR SARS berkisar antara nol hingga 50 persen, tergantung pada kelompok usia yang terkena dampak. Secara keseluruhan rasio kematian SARS adalah 14 persen hingga 15 persen. Sedangkan CFR pada Middle East Respiratory Syndrome’s (MERS- CoV) mencapai 35 persen.

Sazaly, yang seorang ahli virologi, biosafety, dan biosecurity, mengatakan 2019-nCoV tampaknya tidak terlalu ganas saat ini. Namun, terdapat pengecualian pada orang tua dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Dia mengatakan ada kemungkinan bahwa mereka yang meninggal memiliki kecenderungan lain. Sazaly menyebutkan sebagian besar pasien akan pulih sepenuhnya.

Virus corona Wuhan memiliki masa inkubasi antara satu hingga 14 hari. Benar bahwa virus dapat menyebar sebelum gejala muncul. Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa lansia cenderung lebih rentan terinfeksi virus corona.

Sementara seperti dilansir Yahoo, seorang ahli di China’s National Health Commission (NHC) mengatakan satu minggu sudah cukup untuk pemulihan dari gejala coronavirus ringan. Pernyataan itu dibuat oleh Li Xingwang pada konferensi pers di Beijing. Dia juga mengatakan gejala coronavirus ringan tidak muncul sebagai pneumonia, tetapi hanya demam ringan.

(Baca juga: Mengenal Kota Wuhan)

Himbauan IDI Terkait Virus Corona

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan himbauan kepada masyarakat terkait virus corona sebagai berikut:

  1. Jangan panik.
  2. Tetap waspada terutama bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernafas. Segera cari pertolongan ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.
  3. Melakukan dan meningkatkan gaya hidup sehat, seperti:
  • Menjaga kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata, serta setelah memegang instalasi publik. Cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir setidaknya 20 detik. Keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Bisa juga menggunakan sanitizer alkohol 70-80 persen apabila tidak ada fasilitas untuk cuci tangan.
  • Sebelum cuci tangan, hindari mengusap mata, hidung, dan mulut.
  • Ketika bersin atau batuk, tutup mulut dan hidung dengan tisu.
  • Ketika memiliki gejala terkait saluran napas, gunakan masker dan segera berobat ke fasilitas kesehatan.
  • Istirahat bila sakit.
  • Makan makanan bergizi dan konsumsi buah dan sayur minimal 3 kali per hari.
  1. Imbauan penting
  • Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit infeksi saluran napas.
  • Sering cuci tangan, khususnya setelah kontak dengan pasien.
  • Hindari menyentuh hewan atau unggas atau hewan liar.
  • Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan.
  • Ketika di daerah outbreak dan merasa kesehatan tidak nyaman terutama demam atau batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan.
  • Apabila telah kembali dari daerah outbreak, konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lain. Beritahu dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit.

Tentang Penulis

Tisyrin N. T

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.