Gejala Baru Covid-19 Delirium yang Perlu Diwaspadai, Kenali Ciri-cirinya!

5 min. membaca Oleh Nadhillah Kusindriani on

Belum lama ini terdengar kabar, kalau muncul gejala baru Covid-19 bernama delirium. Ini merupakan gejala yang cenderung menyerang mental, khususnya para lansia.

Disebut sebagai gejala yang menyerang mental lansia, karena delirium sendiri merupakan gejala yang berkaitan erat dengan neurologis.

Jika penasaran dengan gejala baru Covid-19 yang satu ini, langsung saja simak bersama-sama ulasan lengkapnya sebagai berikut.

Sekilas tentang Delirium

Seperti yang diketahui, delirium merupakan salah satu gejala baru Covid-19, yang umumnya menyerang mental pada penderita Covid, khususnya lansia.

Dan jika dilihat dari definisi, delirium adalah kondisi kebingungan, yang mana seseorang merasa tidak terhubung dengan kenyataan, atau seolah-olah sedang bermimpi.

Sehingga, orang yang menderita delirium biasanya akan mengalami kebingungan berat, kesadaran yang berkurang, gangguan perhatian, kognitif serta persepsi yang selalu berubah dari waktu ke waktu.

Mungkin gejala delirium terlihat biasa saja, namun ternyata ini harus diwaspadai. Sebab, para dokter mengatakan kalau delirium dapat memicu gangguan otak.

Lebih parahnya lagi, kondisi ini dapat sangat mengganggu mental para penderitanya. Jadi bagaimana, sudah terbayang bukan seberapa menderitanya para lansia yang terkena Covid-19?

(Baca Juga: 7 Kabar Baik Seputar Virus Corona)

Keterkaitan Delirium dengan Covid-19

Selain mengetahui definisi dari gejala baru Covid-19, kamu juga perlu tahu keterkaitan antara delirium dengan Covid-19 itu sendiri.

Melansir dari health.detik.com, sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari UOC menemukan, kalau delirium biasanya terjadi bersamaan dengan gejala Covid-19 lainnya, seperti hilangnya indra perasa dan penciuman, batuk, sakit kepala, hingga sesak napas.

Studi tersebut juga ternyata mengamati keterkaitan antara virus Covid-19 dengan otak, yang merupakan sistem saraf pusat.

Dari pengamatan tersebut ditemukan hasil, kalau terdapat indikasi virus Covid-19, yang juga mempengaruhi sistem saraf pusat dan mengakibatkan perubahan neurokognitif, seperti sakit kepala dan delirium.

Hal itu biasanya terjadi akibat kurangnya pasokan oksigen di otak, peradangan jaringan otak akibat badai sitokin, hingga adanya fakta yang mengatakan kalau virus memiliki kemampuan untuk mengalir di dalam darah, yang juga dapat menuju otak.

Faktor Penyebab Delirium

Jika pembahasan terkait definisi dan keterkaitan delirium dengan Covid-19 sudah kamu ketahui di pembahasan sebelumnya, maka kamu juga perlu tahu apa saja faktor yang dapat menyebabkan delirium.

Sebenarnya, faktor penyebab delirium tidak banyak. Namun semua faktor ini terbilang cukup berbahaya dan patut diwaspadai. Adapun faktor penyebab delirium tersebut, di antaranya:

  • Infeksi yang terjadi langsung ke jaringan otak
  • Ensefalopati yang terjadi akibat toksin, karena proses perjalanan penyakit Covid-19
  • Infeksi berat yang memengaruhi beberapa organ vital
  • Gangguan atau gagal napas, yang menyebabkan otak kekurangan oksigen berat
  • Peradangan jaringan parenkim otak
  • Terjadinya hiperkoagulasi atau pengentalan darah yang parah, yang mengganggu aliran darah ke otak
  • Toksisitas neuronal, atau komplikasi yang sebenarnya jarang terjadi, ketika virus Covid-19 mengganggu fungsi saraf pada tingkat sel secara langsung, bahkan sebelum mencapai rongga paru-paru.

Daftar Gejala Baru Covid-19 Delirium

Seperti yang dijanjikan sebelumnya, kali ini CekAja.com akan memberikan beberapa gejala baru Covid-19 delirium.

Sejatinya jika berbicara tentang gejala, di awal pembahasan sudah dibahas sedikit tentang gejala baru Covid-19 delirium.

Namun, agar tahu lebih jelas apa saja gejala atau ciri-ciri yang ditunjukkan delirium, CekAja.com telah merangkum beberapa gejalanya sebagai berikut.

  • Menurunnya daya ingat
  • Tak jarang berhalusinasi
  • Sulit fokus dan mudah teralihkan
  • Mengalami kesulitan berbicara
  • Suka melamun
  • Sering gelisah
  • Lambat bereaksi
  • Mudah tersinggung
  • Berubahnya kebiasaan tidur
  • Mood seringkali berubah mendadak.

Nah, semua gejala Covid-19 delirium ini terjadi kepada para penderita lansia dengan cepat, bahkan dalam hitungan jam atau hari.

Sehingga, gejala ini memang benar-benar harus diwaspadai dan dikenali dengan baik. Pasalnya, selain memiliki pergerakan yang sangat cepat, gejala ini juga akan semakin buruk pada malam hari.

Pengobatan Delirium

Setelah mengetahui banyak informasi terkait gejala baru Covid-19 delirium, mulai dari definisi, keterkaitannya dengan Covid-19, faktor penyebab dan gejalanya, maka kini saatnya untuk kamu mengetahui apa saja pengobatan delirium yang bisa dilakukan.

Karena, suatu studi yang diterbitkan di JAMA Network menemukan sekitar 817 pasien lansia positif terkena virus Corona, dengan 28 persen mengalami delirium saat presentasi.

Dari studi yang dilakukan tersebut saja sudah bisa dilihat, kalau ada cukup banyak penderita Covid-19 yang mengalami gejala delirium.

Oleh karena itu, gejala delirium sangat penting untuk dimasukkan ke dalam daftar periksa pada pasien yang menunjukkan gejala Covid-19.

Dan tidak hanya itu, sebelum terinfeksi virus Covid-19 kamu pun diharuskan untuk mengetahui cara mengobati delirium.

Hal pertama yang perlu dilakukan tentu saja membawa pasien ke rumah sakit. Sebab, delirium merupakan kondisi gawat darurat yang harus ditangani secara khusus di rumah sakit.

Jika tidak diatasi dengan baik atau dibiarkan begitu saja, maka penyakit ini bisa berujung pada kecacatan jangka panjang, bahkan kematian.

Setelah dibawa ke rumah sakit, pasien yang menderita delirium akan diberikan pengobatan yang sesuai dengan penyebabnya.

Apabila delirium disebabkan oleh infeksi, maka pengobatan yang diberikan tertuju pada penyelesaian infeksinya.

Tetapi apabila penyebabnya disebabkan oleh pengentalan darah yang berlebihan, maka pengobatan yang diberikan berupa terapi, untuk mengurangi tingkat kekentalan darah tersebut.

Kemudian jika pasien mengalami gaduh gelisah, maka akan diberikan obat-obatan psikiatri yang sesuai dengan derajat gaduh gelisahnya.

Intinya, semua pengobatan yang diberikan kepada pasien delirium itu, disesuaikan dengan faktor penyebabnya.

Sehingga, pengobatan yang diberikan antara pasien satu dengan pasien lainnya berbeda-beda, begitu pula dengan proses penyembuhannya.

Untuk mempercepat proses penyembuhan, pasien delirium juga akan dibantu dalam mengenali ruang, waktu dan orang-orang yang ada disekelilingnya, agar tingkat kegelisahan dan kebingungan pasien menurun.

Selain itu, pasien juga akan dirawat di ruangan yang nyaman, dengan suhu ruangan yang hangat, cukup mendapat pencahayaan dan tenang.

(Baca Juga: Panduan New Normal untuk Pekerja)

Beberapa informasi terkait gejala baru Covid-19, yaitu delirium sudah kamu ketahui secara lengkap di pembahasan sebelumnya, mulai dari definisi delirium, keterkaitannya dengan Covid-19, penyebabnya, gejalanya hingga cara pengobatannya.

Dari semua informasi yang didapat, bisa disimpulkan kalau gejala baru Covid-19 tersebut cukup berbahaya dan benar-benar harus diwaspadai.

Karena jika tidak, maka dampak yang ditimbulkan sangat berbahaya, yaitu berupa kecacatan jangka panjang bahkan kematian.

Oleh karena itu, jika dirasa kamu mengalami beberapa gejala delirium, segera melakukan pemeriksaan ke rumah sakit, untuk mendapat kepastian diagnosa dan pengobatan.

Mungkin akan memakan banyak biaya, namun itu bukan masalah jika kamu mempunyai asuransi kesehatan.

Sebab, asuransi kesehatan akan menjamin semua biaya pengobatan dan perawatan selama kamu sakit.

Sehingga, apabila terjadi sesuatu pada kesehatanmu, maka kamu tidak perlu lagi pusing memikirkan besarnya biaya yang harus dibayar, karena sudah ditanggung oleh asuransi kesehatan.

Maka dari itu, buat kamu yang belum melindungi diri dengan asuransi kesehatan, bisa segera mengajukannya melalui CekAja.com.

Di sana tersedia banyak produk asuransi kesehatan, dari perusahaan ternama dan terpercaya yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Tidak hanya itu, proses pengajuannya pun sangat mudah, cepat dan aman, karena CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, kalau begitu tunggu apalagi? Yuk, ajukan asuransi kesehatan terbaikmu sekarang juga, dan dapatkan perlindungan kesehatan yang optimal!

Tentang kami

Nadhillah Kusindriani

Nadhillah Kusindriani