Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Mengetahui Gejala, Ciri, dan Penyebab Usus Buntu yang Harus Diwaspadai

by Kyla Damasha on 19 November, 2019

Gejala, ciri dan penyebab usus buntu memang sangatlah penting untuk diketahui setiap orang. Bukan hanya jenis penyakit satu ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi apabila didiamkan justru akan menimbulkan akibat yang sangat fatal bagi penderitanya, termasuk dalam hal mengancam nyawa.

Menjadi salah satu penyakit berbahaya, sepertinya saat ini masih banyak orang yang belum mengetahui gejala, ciri dan penyebab usus buntu itu sendiri. Nah, bagi yang belum tahu, usus buntu merupakan sebuah organ dalam berbentuk kantong kecil dan tipis dengan ukuran 5 cm hingga 10 cm yang terhubung pada usus buntu.

Sedangkan penyakit usus buntu merupakan sebuah perangan yang terjadi pada organ usus buntu atau apendiks tersebut. Ketika penyakit usus buntu terjadi, maka sang penderita akan merasakan sakit yang amat sangat pada perut kanan bagian bawah mereka, dan jika dibiarkan tentu akan menjadi sangat serius dan menyebabkan usus buntu menjadi pecah sehingga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa hebat. Bahkan tidak menutup kemungkinan hal tersebut juga akan membahayakan nyawa.

Selain itu, perlu juga diketahui bahwa usus buntu dapat menyerang siapapun dari berbagai kalangan. Namun, biasanya usus buntu paling sering terjadi pada golongan usia 10 hingga 30 tahun. Maka dari itu, agar penyabut usus buntu bisa segera ditangani dengan cepat, ada baiknya apabila kamu mengetahui gejala, ciri dan penyebab usus buntu. Apa sajakah itu?

Gejala dan Ciri-Ciri Usus Buntu

Gejala usus buntu yang paling mudah diketahui yaitu rasa nyeri di bagian perut. Tetapi, perlu diketahui bahwa gejala dan ciri-ciri usus buntu tidak hanya terjadi pada perut saja lho. Pada beberapa orang, gejala-gejala yang akan kita sebutkan disini mungkin saja tidak akan terjadi seluruhnya, namun bisa saja hanya terjadi beberapa diantaranya saja.

1. Sakit Perut Pada Bagian Kanan Bawah

Seperti yang telah disinggung sedikit di paragraf sebelumnya bahwa gejala awal dari penyakit usus buntu yaitu sakit perut yang terjadi pada bagian kanan bawah. Biasanya sakit perut ini diawali dengan gejala nyeri atau kram yang timbul secara mendadak. Akan tetapi sebagian orang lebih sering mengalami sakit perut yang intens dibandingkan dengan kram perut.

Letak nyeri yang dialami oleh penderita mungkin bisa akan berbeda-berda, tergantung dengan usia dan posisi usus buntunya itu sendiri. Namun dalam banyak kasus, gejala usus buntu satu ini dimulai pada perut bagian tengah atas dekat pusar yang kemudian berpindah ke bagian perut kanan bawah.

Tetapi, terkadang ada pula orang yang justru mengalami sakit tersebut di bagian belakang atau panggul mereka. Sementara itu jika kamu sedang hamil, rasa nyeri mungkin akan muncul di perut bagian atas. Secara umum, nyeri akibat usus buntu akan meningkat atau semakin intens apabila kamu melakukan gerakan, menarik nafas dalam-dalam, mengejan, batuk, atau bersin.

2. Mual, Muntah dan Hilang Nafsu Makan

Gejala dan ciri-ciri usus buntu selanjutnya yaitu mual, muntah, dan hilang nafsun makan. Hal ini bisa terjadi karena radang usus buntu terkadang memberikan dampak terhadap saluran pencernaan dan sistem saraf, sehingga memungkinkan setiap penderitanya untuk mengalami mual dan muntah.

3. Gangguan Pencernaan

Ketika terserang penyakit usus buntu, mungkin kamu akan mengalami yang namanya gangguan pencernaan seperti konstipasi dan diare. Beberapa orang juga terkandang mengalami sulit buang angin atau kentut. Bila kamu mengalami hal ini, maka kemungkinan besar penyumbatan usus sudah terjadi sebagain ataupun menyeluruh.

4. Demam Ringan

Demam ringan juga bisa menjadi salah satu gejala dari penyakit usus buntu. Tak tanggung-tanggung, kamu bahkan bisa mengalami demam hingga mencapai 47 sampai 38 derajat celcius lho. Apabila semakin parah, demam bisa mencapai 38 derajat celcius yang turut disertai dengan peningkatan denyutan jantung.

Demam bisa terjadi akibat reaksi alami sistem kekebalan tubuh ketika melawan infeksi guna mengurangi jumlah bakteri jahat yang akan menyerang tubuh.

5. Sering Buang Air Kecil

Nah, satu lagi gejala dan ciri-ciri penyakit usus buntu yang umum dialami oleh penderitanya, yaitu seringnya mereka buang air kecil. Usus buntu terletak di bagian bawah panggul sehingga posisinya itu sendiri dekat dengan kandung kemih. Maka dari itu ketika kandung kemih bersinggung dengan usus buntu yang sedang meradang, hal tersebut juga akan mempengaruhi kandung kemih, seperti peradangan.

Peradangan yang terjadi di kandung kemih akan membuatmu menjadi lebih sering buang air kecil. Bahkan di beberapa kasus, ada pula orang yang merasakan sakit ketika buang air kecil.

Penyebab Usus Buntu

Dalam beberapa kasus, penyebab usus buntu jarang sekali diketahui secara jelas. Hanya saja, risiko terjadinya penyakit usus buntu itu sendiri bisa meningkat apabila kamu mengalami beberapa kondisi sebagai berikut, yaitu:

1. Faktor Genetik

Banyak orang yang belum tahu bahwa faktor genetik bisa ikut berperan sebagai salah satu penyebab penyakit usus buntu yang menyerang. Namun, terhitung sebanyak 56% penderita penyakit usus buntu justru merujuk pada faktor genetik. Risiko seorang anak mengalami usus buntu bisa meningkat sebanyak 10% apabila ada salah satu anggota keluarga intinya, seperti ayah, ibu, atau saudara kandung yang memiliki riwayat penyakit usus buntu, baik aktif maupun yang sudah pernah diobati.

Salah satu penyebab penyakit usus buntu dari faktor generik dapat dilihat dari laporan terkair dengan sistem HLA (antigen leukosit manusia) serta golongan darah yang menunjukan bahwa orang-orang dengan golongan darah A memiliki risiko lebih tinggi terkena usus buntu dibandingkan orang-orang dengan golongan darah O.

2. Infeksi Virus

Penyebab penyakit usus buntu selanjutnya yaitu dikarenakan adanya infeksi virus yang menyerang. Kepala department bedah gastroenterologi di UT Southwesterns, Dr. Edward Livingston mengungkapkan bahwa salah satu penyebab dari penyakit usus buntu mungkin saja karena adanya infeksi virus atau infeksi lainnya.

Tidak hanya itu saja, usus buntu ternyata juga bisa disebabkan oleh bakteri atau jamur di bagian tubuh yang mungkin sudah menyebar ke lokasi usus buntu tersebut. Bakteri bisa berkembang biak dengan cepat sehingga menyebabkan usus buntu menjadi meradang, bengkah, bahkan dipenuhi dengan nanah.

(Baca Juga: Kenali Lebih Awal Gejala, Ciri dan Penyebab Diabetes yang Sering Mengancam Kesehatan)
3. Kurang Mengkonsumsi Serat

Sebenarnya makanan bukanlah penyebab utama dari penyakit usus buntu. Akan tetapi, makanan-makanan tertentu yang kurang dicerna dengan baik oleh tubuh berkemungkinan untuk menumpuk sehingga bisa menyumbat usus buntu dan mengakibatkan terjadinya peradangan.

Nah, beberapa jenis makanan yang sedikit sulit untuk dicerna antara lain seperti makanan cepat saji, makanan yang tinggi karbohidrat, serta makanan yang rendah serat. Sebuah penelitian bahkan sampai mengamati sekitar dua ribu anak yunani dan melaporkan bahwa anak-anak yang kurang mengkonsumsi makanan serat memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit usus buntu, dibandingkan dengan anak-anak yang terbiasa mengkonsumsi makanan seimbang.

4. Cedera atau Benturan pada Perut

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Blomed Central melaporkan bahwa beberapa kasus kecil yang memberikan cedera pada perut ternyata juga bisa menjadi penyebab usus buntu, terutama untuk cedera atau trauma yang terjadi di daerah perut yang dekat dengan posisi usus buntu, seperti terjatuh, tertusuk, atau terkena pukulan pada benda tumpul.

Selain itu di dalam penelitian yang dilakukan di Maroko menemukan bahwa luka tusuk di perut dapat menyebabkan usus buntu membengkan dan jaringan limfoid apendiks mengalami pembesaran.

Perlu diketahui bahwa jika kamu mengalami beberapa gejala, ciri dan penyebab usus buntu yang baru saja dibahas, ada baiknya bila kamu segera periksakan diri ke dokter. Untuk saat ini, penanganan untuk usus buntu tidak ada cara lain selain melalui jalur pembedahan atau operasi.

Hanya saja, terkadang biaya rumah sakit yang tergolong tinggi sering kali menjadi kendala kita dalam melakukan pengobatan. Padahal, tentu gejala apapun yang kamu rasakan dan alami terhadap tubuh, tidak boleh ada satupun yang disepelekan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Maka dari itu, segera lindungi dirimu dengan asuransi kesehatan. Yuk segera ajukan asuransi kesehatan mu melalui CekAja.com.

Tentang Penulis

Kyla Damasha

Usia Hanyalah Angka, Wajah Tetap Harus Awet Muda