Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Genjot Penjualan Mobil Listrik, Mitsubishi dan DFSK Gandeng PLN

by Gentur Putro Jati on 24 Oktober, 2019

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) dan PT Sokonindo Automobile (DFSK) menggandeng PT PLN (Persero) sebagai upaya mendongkrak penjualan mobil listrik di tanah air.

Mobil Kendaraan Listrik - CekAja

Pabrikan otomotif ingin memberi kepastian kepada pembeli mobil listrik, bahwa pasokan setrum ke kendaraan yang mereka tebus tidak mengalami kendala ke depannya.

Dikutip dari laman perusahaan, Presiden Direktur MMKSI, Naoya Nakamura mengaku sudah meluncurkan kendaraan Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) untuk memenuhi kebutuhan mobil listrik masyarakat Indonesia.

“Untuk setiap pembelian Outlander PHEV, secara otomatis konsumen mendapatkan fasilitas pengisian daya Type 1 (AC) yang akan dipasangkan di rumah mereka,” ujar Nakamura, dikutip Kamis (24/10).

Untuk menunjang fasilitas pengisian daya di rumah konsumen tersebut, MMKSI meminta dukungan dari PLN sebagai perusahaan negara yang menguasai pasokan listrik nasional.

(Baca juga: Asyik, Mobil Listrik Bebas Pajak Barang Mewah!)

Caranya, PLN akan menyediakan paket layanan untuk mencukupi daya sambungan listrik pelanggan dan fasilitas power connecting port (AC) bagi pemilik Outlander PHEV tersebut.

“Kami terus berupaya mendukung pengembangan mobil listrik dan infrastrukturnya di Indonesia. Sejalan dengan langkah Pemerintah Indonesia dalam percepatan program mobil listrik berbasis baterai, kami bekerjasama dengan PLN dalam penyediaan fasilitas pengisian daya mobil listrik di rumah konsumen,” imbuhnya.

Kemudahan fasilitas home charging

Nakamura menilai kerjasama dengan PLN akan memberikan kemudahan kepada pengguna Outlander PHEV dalam pemasangan fasilitas home charging.

Sementara, Alexander Barus, CEO Sokonindo Automobile sebagai produsen DFSK di Indonesia menyebut perusahaannya sudah memiliki kendaraan listrik yaitu Glory E3, Sport Utility Vehicle (SUV) ramah lingkungan yang menggunakan baterai berukuran 52,56 kWh.

Urusan pengisian daya, teknologi fast charging yang dimiliki DFSK saat ini sanggup mengisi 20% daya baterai menjadi 80% hanya dalam waktu 30 menit. Sedangkan untuk slow charging akan memakan waktu selama 8 jam.

“DFSK merasa bangga dan terhormat menjadi salah satu perusahaan yang ikut menandatangani MoU dengan PLN sebagai bentuk komitmen kami memajukan program kendaraan listrik di Indonesia,” kata Alexander.

Penugasan PLN

Sripeni Inten, Plt. Direktur Utama PLN mengapresiasi kolaborasi dan dukungan banyak pihak yang diharapkan bisa mempercepat realisasi pemanfaatan kendaraan listrik di segala lini.

“Kami ingin mempercepat program kendaraan berlistrik di Indonesia setelah mendapat penugasan dari Pemerintah untuk menyediakan infrastruktur pengisian listrik untuk kendaraan berbasis baterai,” jelas Inten.

(Baca juga: Mau Kredit Mobil Murah Rp100 Jutaan, Ini Lho yang Harus Diperhatikan)

Selain MMKSI dan DFSK, PLN menurut Inten juga telah membuat rencana kerja sama bundling paket mobil listrik dengan Nissan, BMW, Prestige Image Motorcars, dan Gesits.

Tertarik untuk bisa mengikuti tren mobil listrik di Indonesia dengan memiliki satu di rumah? Kini saatnya mengembangkan bisnis kamu sehingga bisa memberikan penghasilan yang lebih besar, sehingga mobil listrik bisa terbeli. Dapatkan pinjaman modal usaha melalui CekAja.com, dengan proses yang cepat dan caranya mudah.

  

Tentang Penulis

Gentur Putro Jati

Ego in debitum, ergo sum