Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Tidak Baik Dilakukan di Usia 20-an, Tapi Jadi Modal Sukses di Masa Depan

by Arfan Wiraguna on 8 Oktober, 2015

barang yang wajib dimiliki mahasiswa _ kartu kredit - CekAja.com

Usia 20-an adalah saat-saat krusial dalam hidup. Sebagian kita bahkan mencari tahu apa arti menjadi kedewasaan untuk pertama kalinya pada rentang usia ini.

Alasannya, pada masa-masa ini lah biasanya kita baru saja menyelesaikan kuliah, mencoba tinggal sendiri dan merasakan bagaimana sulitnya bertahan hidup di dunia nyata.

Dalam prosesnya, jatuh bangun dan luka adalah pelajaran hidup yang harus dialami agar mampu menjalani hidup dengan baik. Pembelajaran selama jatuh bangun itu akan membuat kita mengerti tentang arti proses, mana yang harus direncanakan dengan baik, mana yang harus dihindari, dan bagaimana cara mengelola resiko agar terhindar dari kegagalan serupa di kemudian hari.

Untuk mendapatkan bekal yang cukup, kita harus ditempa terlebih dahulu dengan berbagai macam kegagalan dan kesedihan di masa ini. Kalau kita sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin yang dilengkapi dengan keahlian dan ketrampilan serta pengalaman masa muda yang matang, maka risiko itu akan berkurang dengan sendirinya.

Penasaran dengan pelajaran hidup berharga apa saja yang perlu kita alami pada usia 20-an? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Bosan dengan lingkungan saat ini

Setiap orang pasti mengalami hal yang satu ini. Nyatanya, rasa bosan dengan lingkungan tempat tinggal saat ini memiliki dampak positif. Pasalnya kita menjadi ingin tahu tentang lingkungan di berbagai belahan dunia lain.

Walau mungkin masih tinggal dengan orang tua, usia 20-an adalah usia yang cukup dewasa untuk kita bisa mengarungi dunia luar sendirian, alias mencari petualangan baru di luar. 

(Baca juga: 5 Cara Bisa Bekerja Sambil Kuliah Kelas Karyawan)

Cobalah untuk menyempatkan diri mendatangi wilayah yang belum pernah dikunjungi dan pergi menjelajah negeri seberang. Artinya, inilah saatnya kita mencoba keluar dari zona nyaman dan mencoba sesuatu yang baru.

Selain itu, melakukan perjalanan akan memperkenalkan kita dengan budaya berbeda, dan itu akan membuka pikiran dan cara berpikir kita. Selain mendapat kepercayaan diri dan keterampilan sosial, kita akan membuat kenangan yang akan berlangsung seumur hidup.

Widget TRV Insurance

Mulai punya utang

Jangan salah paham. Poin ini bukan artinya kita mesti menumpuk utang sebanyak-banyaknya, dan akhirnya tidak bayar! Namun, ketika memiliki keinginan akan sebuah barang yang lumayan mahal, cobalah untuk membelinya dengan mencicil. Jangan lupa, usia 20-an adalah usia sah bagi seseorang untuk pertama kalinya memiliki kartu kredit.

Dengan begitu, kita bisa belajar bagaimana memiliki perencanaan keuangan yang baik untuk sebuah tujuan. Bahkan, hal ini juga bisa membuat kita belajar bertanggung jawab dengan uang yang kita miliki.

Promo Kartu Kredit BCA - CekAja.com

Tidak mau mengalah

Usia 20-an biasanya penuh dengan gairah yang meledak-ledak dan terkadang tidak mau mengalah. Kamu senang untuk berargumentasi tentang sesuatu, dan merasa kamu paling benar. Jangan takut dengan hal ini.

Sebab, dengan hal inilah kamu memiliki semangat untuk bisa belajar lebih banyak. Ingat, di usia ini kamu masih memiliki cukup waktu untuk belajar dan membaca sebanyak mungkin buku. Di masa depan, kita belum tentu punya energi sebesar pada masa ini lagi. 

Selain itu, kita masih memiliki otak yang tajam. Atau, sempatkan diri untuk membuat tulisan yang dapat bermanfaat bagi orang banyak. 

Merasa kurang fit

Meskipun rentang usia 20-an mungkin merupakan fase utama dari kehidupan kita, tak menutup kemungkinan kita akan merasakan lelah dan kurang fit untuk melakukan kegiatan apa pun, terutama setelah bekerja keras tanpa kenal lelah.

Pasalnya, sekarang saatnya bagi kita untuk membangun kebiasaan berolahraga melalui berbagai latihan fisik dan mengatur kebiasaan makan demi meningkatkan stamina dan kebugaran tubuh. Alasannya, tidak akan mudah melakukannya ketika kita sudah mulai menua.

Kekurangan uang

Dengan kehabisan uang di masa ini, kita akan mulai belajar untuk mulai membiasakan diri menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk dana darurat. Kita juga akan mendapatkan pengalaman untuk menetapkan tujuan belanja agar tetap memiliki cukup uang. 

Idealnya, kita perlu memiliki tabungan yang cukup untuk menutupi biaya hidup setidaknya selama  enam bulan kedepan, jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Pastikan pula diri kita untuk mengikuti program pensiun yang tepat dengan kondisi keuangan saat ini.

Pelajaran lainnya yang dapat dipetik dari pernah mengalami kesulitan keuangan adalah ketika kita telah sukses, kita tak lupa berbagi dengan mereka yang kurang beruntung. Karena baik melalui sumbangan rutin maupun kegiatan amal lainnya, banyak bukti yang menunjukkan bahwa mereka yang gemar berderma menjalani kehidupan yang lebih bahagia daripada mereka yang tidak.

Tentang Penulis

Writer & Coffe Lover - Finansial dan ekonomi adalah makanan sehari-hari.