Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Hal Terlarang yang Tidak Boleh Kamu Lakukan Saat Berhenti Kerja

by Ariesta on 11 Januari, 2016

resolusi karyawan dan pengusaha - CekAja.com

Berbicara tentang resign, bukan sekadar ajukan surat, disetujui, dan akhirnya angkat kaki dari kantor. Sebab, biasanya kamu harus mengisi formulir isian yang disebut exit interview ketika ingin berhenti bekerja atau keluar dari kantor. Ada beberapa hal yang seharusnya tidak kamu isi dalam lembar formulir tersebut. Satu hal yang pasti, kamu masih ingin mendapatkan referensi yang baik dari (ex) kantor tersebut.

Apakah resign yang kamu ajukan karena alasan sudah mendapat pekerjaan baru dengan karier yang lebih menjanjikan dan gaji lebih tinggi? Jika ya, selamat karena ini artinya kamu berhasil menjual kemampuanmu demi masa depan yang lebih baik. Tugas kamu berikutnya adalah meninggalkan kantor lama. Namun sebelum kamu keluar, kamu pasti diminta mengisi exit interview.

Exit interview merupakan pertemuan terakhir dengan HRD yang berisi beberapa pertanyaan seperti mengapa kamu resign, ke mana kamu akan pindah, dan yang terpenting kesan-kesanmu selama bekerja. Lisa Chui, vice president finance and human resources di Ubiquity Retirement + Savings membeberkan apa saja yang tidak boleh ditulis oleh mantan calon pegawai di lembar exit interview.

“Benci”

Kebencian adalah kata yang memiliki efek kuat. Kata ini juga mudah diucapkan apalagi jika kamu selama ini memang tidak begitu suka dengan bos. Namun jika kamu masih berharap mengantongi surat rekomendasi atasan, singkirkan penggunaan kata ‘benci’ di lembar exit interview.

(Baca juga: Kalau Mengalami Ini, Tandanya Kamu Akan Segera Naik Jabatan)

“Sebaiknya karyawan memang jujur apalagi jika berkaitan dengan mengapa dia memilih resign. Namun jangan jadikan ini ajang curhat,” jelas Chui. “Meskipun Anda kesal setengah mati, tetap tinggalkan kantor lama dengan kesan terhormat dan bermartabat.” Kalaupun Anda tetap ingin melampiaskan kekesalan, luapkan saja pada teman atau pasangan.

“Buruk”

“Demi kebaikan Anda sendiri, jangan sesekali gunakan kalimat ini,” Chui mengingatkam. Perusahaan terburuk, manajer terburuk, gaji terburuk, keuntungan terburuk adalah kalimat terlarang meskipun Anda sangat ingin mengatakannya.

 “Bahkan meksipun Anda tidak akur dengan manajer, Anda masih memberikan opini konstruktif. Orang yang mengurus exit interview Anda bisa saja menjadi orang yang mewawancarai Anda di pekerjaan masa depan. Orang-orang cepat berganti pekerjaan dan Anda tidak akan tahu apa yang aka terjadi. Kalaupun Anda bersikeras menyampaikan sesuatu yang negatif, jangan emosional dan bersifat personal.”

(Baca juga: Hal Terlarang yang Tidak Boleh Dilakukan Jika Berniat Resign Kerja)

Umpan balik yang berbelit

Opini yang berbelit mungkin bekerja dalam hubungan asmara. Tapi jika Anda ingin kantor yang Anda tinggalkan berbenah diri, Anda harus menyampaikan opini yang bisa mereka analisis. Atasan mungkin tidak akan menyetujui perubahan yang Anda usulkan. Tapi paling tidak Anda memberikan masukan postif.

“Dunia karier apalagi di lingkaran industri yang sama akan saling berkaitan. Mungkin suatu hari nanti Anda akan kembali bekerja dengan orang-orang di kantor lama. Jadi jika Anda ingin meninggalkan kesan yang baik di benak mereka, berikanlah opini konstruktif dalam exit interview,” pungkas Chui.

 

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami