Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengajukan Asuransi

7 min. membaca Oleh CekAja on

Asuransi memiliki peran fital dalam kehidupan kita. Produk keuangan yang satu ini bisa menjadi penyelamat saat kita terjebak dalam keadaan darurat, seperti kendaraan hilang, kecelakaan atau bahkan kekurangan biaya pendidikan. Berbagai jenis asuransi mulai dari asuransi jiwa, asuransi kendaraan, asuransi kesehatan hingga pendidikan bisa memproteksi kehidupan kita kini dan masa mendatang. Lantas dari sekian banyak asuransi, apa jenis asuransi yang mesti dibeli? Semua bergantung pada kebutuhan dan kondisi keuangan masing-masing. karena itu Anda wajib mempertimbangkan berbagai hal yang harus diperhatikan sebelum mengajukan asuransi. Agar tidak salah memilih produk. Ingat asuransi adalah produk jangka Panjang yang memakan pengeluaran tak sedikit.

Hal yang Harus diperhatikan sebelum mengajukan asuransi

Anda harus mempertimbangkan mas-masak beberap hal yang harus dipertimbangkan sebelum mengajukan asuransi, agar tak menyesal dikemudian hari. Lantas apa saja hal tersebut?

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengajukan Asuransi

Memahami Detail Asuransi yang Dipilih

Baik itu asuransi jiwa, kesehatan, kendaraan dan juga pendidikan menawarkan lebih dari satu jenis asuransi. Asuransi jiwa dan kesehatan misalnya membaginya dalam beberapa kelas, sementara asuransi kendaraan biasa memeberikan penawaran dua produk seperti All Risk dan Total Loss Only (TLO). Nah semua produk ini memiliki manfaat masing-masing yang berbeda.

Terpenting adalah setiap produk memilik premi dengan besaran berbeda dan pertanggungan beragam. Jangan tergoda promo-promo yang bersifat sementara namun pada akhirnya membebani keuangan Anda. Ingat, asuransi bukanlah tabungan yang sifatnya likuid dan dapat Anda gunakan sewaktu-waktu.

Beberapa hal detail yang mesti dipelajari adalah, jumlah premi, jangka waktu minimum pebayaran, pertanggungan dan cara klaimnya. Jika merasa ada yang tidak cocok jangan ragu untuk membatalkan.

Memahami Kebutuhan Keluarga

Sebagai kepala keluarga atau tulang punggung, Anda sebenarnya wajib di proteksi dengan asuransi jiwa. Sehingga ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tiba-tiba tertimpa musibah dan meninggal ada sejumlah warisan yang bisa diberikan kepada ahli waris, terutama untuk membayar berbagai hutang.

Namun tidak semua sepakat soal itu bukan? Ada pula tulang punggung yang lebih memilih membeli asuransi jiwa karena merasa lebih banyak manfaatnya. Kalau asuransi jiwa hanya bisa dicairkan ketika pemegang polis meninggal, asuransi kesehatan tak perlu waktu lama.

Biasanya enam bulan dari masa cicilan sudah bisa digunakan untuk pengobatan rawat inap dan rawat jalan.

Atau Anda merasa sudah sejahtera dalam kehidupan dan sehat jiwa raga, namun merasa ragu akan biaya pendidikan anak di masa depan? Mungkin asuransi pendidikan dapat menghalau kerugian itu.

Jadi mengetahui hal yang harus diperhatikan sebelum mengajukan asuransi akan memudahkan Anda menentukan prioritas dan memilih jenis asuransi apa yang paling diperlukan.

Memilih Perusahaan Asuransi yang Tepat

Ada banyak perusahaan asuransi yang beroperasi di Indonesa dengan tawaran produk serupa. Namun dari sekian banyak selalu ada beda yang bisa jadi cocok dengan kebutuhan Anda.

Misalnya premi kecil atau pertanggungan yang besar. Namun disamping itu Anda juga harus memperhatikan kredibilitas perusahaan asuransi.

Coba cek track recordnya dengan mencari sebanyak mungkin review online. Biasanya ada forum-forum khusus yang membicarakan soal asuransi tersebut. Bandingkan mana yang paling rasional memberikan perlindungan, sehingga dapat membuat hidup Anda lebih tenang.

Atau jika masih bingung Anda bisa minta bantuan konsultan keuangan. Mereka akan memberikan rekomendasi produk asuransi yang tepat sesuai dengan profil resiko dan keinginan Anda.

Para konsultan keuangan juga akan dengan senang hati menjelaskan soal hal yang harus diperhatikan sebelum mengajukan asuransi.

Keuntungan Jangka Panjang

Sebenarnya asuransi bukanlah investasi yang bisa menggandakan uang berkali lipat.

Ini hanyalah sebuah proteksi dengan dana dari kita sendiri. Karena itulah kita perlu memastikan jika premi yang dibayarkan tiap bulan tidak akan hilang begitu saja, kecuali untuk kasus asuransi kendaraan yang memang akan hangus jika tidak digunakan.

Menentukan premi yang harus dibayarkan dan menghitungnya sampai batas maksimal. Kemudian membandingkan dengan uang pertanggungan yang bakal didapat adalah salah satu bentuk menakar keuntungan jangka Panjang. Apakah menurut Anda sesuai dengan harapan atau tidak.

Ingat beberapa produk asuransi juga ada yang menawarkan asuransi unit-link, yakni dengan sebagian dana dialokasikan untuk produk investasi lain seperti reksa dana dan saham.

Sehingga ada keuntungan tambahan pada masa akhir pembayaran premi nantinya.

Pahami Faktor Resiko

Karena asuransi tidak dijamin oleh pemerintah maka segala kehilangan atau penipuan akan menjadi kerugian sendiri.

Karena itu sebelum menentukan pilihan sebaiknya pahami dulu berbagai factor resikonya, seperti dana yang tidak bisa dicairkan atau uang pertanggungan yang tidak sesuai harapan (rata-rata karena kurangnya pengetahuan pemegang polis).

Misalnya Anda membeli asuransi mobil untuk jangka satu tahun sebesar Rp 5juta. Ternyata dalam satu tahun tersebut mobil Anda baik-baik saja, tidak pernah mengalami cacat sedikitpun.

Maka diakhir periode pembayaran polis uang pertanggungan itu menjadi milik perusahaan. Anda harus menerima dengan legowo ketika tiap tahunnya dana tersebut tidak Anda rasakan manfaatnya.

Atau saat Anda membeli premi asuransi untuk demam berdarah. Sudah membayar sekitar ratus ribu untuk perlindungan satu tahun.

Nyatanya Anda tidak pernah terjangkit demam berdarah, maka uang yang telah masuk ke perusahaan asuransi ini juga tidak bisa Anda ambil kembali.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengajukan asuransi baik untuk kebutuhan asuransi jiwa, kesehatan, kendaraan maupun pendidikan.

Saat kita membicarakan mengenak beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengajukan asuransi, perku juga dibahas mengenai beberapa detail soal pengambilan klaim asuransi.

Langkah Pengajuan Klaim Asuransi

Kalin asuransi tidak bisa didapatkan begitu saja ketika Anda perlu. Sejumlah upaya seperti melengakapi dokumen dan membuat laopran polisi wajib dilakukan untuk mendapatkan uang pertanggungan.

Memang prosesnya sedikit memberatkan terutama jika Anda sedang dalam masa berkabung atau sedih. Namun jika tidak segera diurus uang pertanggungan bisa melayang.

Nah apa saja langkah untuk mengajukan klaim asuransi?

Pertama, Hubungi Pihak Perusahaan Asuransi

Ketika misalnya kehilangan kendaraan bermotor, segera hubungi pihak asuransi dan tanyakan detail apa yang mesti Anda lakukan untuk bisa mencairkan klaim.

Beberapa jenis asuransi bisa lebur jika Anda tidak segera mengurusnya. Kehilangan kendaraan punya waktu hingga dua hari setelah kejadian kehilangan.

Jika terlambat melakukan klaim, atau melebihi batas waktu yang ditentukan polis Anda tidak bisa dicairkan. Hal ini sudah tertera pada saat awal penandatangan perjanjian.

Catat dan Kumpulkan Bukti Kerugian

Bukti ini pun menjadi factor penting bisa tidaknya klaim dicairkan. Ketika Anda mengalami kecelakaan yang menyebabkan kerusakan parah pada mobil, jangan buru-buru membawanya ke bengkel.

Tunggulah pihak asuransi melakukan survey sehingga perbaikan gratis bisa Anda dapatkan.

Atau ketika menderita sakit tertentu yang memaksa Anda harus segera dirawat inap atau bahkan menjalani operasi. Simpan semua bukti pembayaran karena ini akan menjadi bukti kuta untuk proses klaim.

Keberadaan bukti pembayaran berupa bon dengan cap resmi rumah sakit adalah pembenaran bahwa sakit Anda nyata bukan rekayasa.

Mengisi Laporan Klaim

Ketika menyambangi perusahaan asuransi dan ingin mengajukan klaim. Anda terlebih dulu akan diminta mengisi laporan klaim, khususnya untuk kejadian kehilangan kendaraan maka dibutuhkan dokumen surat kehilangan dari kepolisian.

Sebaiknya lengkapi semua dokumen lebih dulu baru  datang mengajukan klaim agar prosesnya tidak memakan waktu lama.

Tawar Menawar Besaran Klaim

Kalua kebetulan klaim yang ingin dicairkan adalah asuransi kendaraan, maka proses menawar besaran klaim dengan pihak asuransi cukup sulit.

Terutama jika Anda mengalami kecelakaan yang diakibatkan karena ulah sendiri, misalnya kedapatan menyetir sembari menggunakan ponsel. Selain berpotensi tidak mendapatkan perbaikan keseluruhan juga berpotensi tidak mendapatkan klaim sama sekali.

Sakit pun begitu, jika diagnosa dokter tidak meyakinkan maka pihak asuransi akan menunda waktu klaim, sampai Anda memberikan bukti kuat soal diagnosa dokter yang abash.

Biasanya dikantor asuransi Anda bisa menawar untuk mendapatkan klaim sepadan. Tapi, tentu besaran maksimalnya disesuaikan dengan jumlah premi yang Anda pilih sejak awal.

Klaim Cair

Setelah perdebatan yang alot Bersama pihak asuransi, dan penandatanganan klaim dilakukan Anda hanya perlu menunggu klaim dicairkan. Paling lambat 7 hari setelah pengajuan klaim (untuk kehilangan kendaraan).

(Baca Juga: Koper Traveling Termahal Untuk Keliling Dunia)

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengajukan Asuransi Unit-Link

Asuransi unit-link kini sedang naik daun, jenis proteksi yang bisa dijadikan investasi ini menyedot atensi masyarakat karena menawarkan untuk tidak sedikit.

Janji mereka dalam beberapa tahun pembayaran premi, ada penambahan laba yang didapat pemegang polis. Namun tidak sedikit juga yang mengeluh bahwa itu hanyalah janji semata.

Karena pada praktiknya, justru nilai investasi mereka tidak pernah naik bahkan dananya tidak bisa dicairkan sama sekali. Karena itulah sebelum membeli asuransi uni link ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni:

Resiko asuransi unit link besar

Jika yang ada dipikiran Anda tentang asuransi unit link adakah keuntungan semata, bersiaplah kecewa.

Asuransi unit-link ini skema kerjanya adalah setengah dana Anda dibukukan dalam buku tabungan dan setengah lain di investasikan pada berbagai instrument dengan resiko tinggi seperti saham, obligasi dan surat hutang.

Bukan Cuma untung yang didapat, Anda juga berpotensi rugi dan kehilangan seluruh uang jika pihak asuransi tidak piawai menyaluran dana ke berbagai produk investasi.

Tidak bisa dianggap sebagai tabungan

Katakanlah Anda mengajukan asuransi unit-link dengan harapan 10 tahun kedepan bakal Anda cairkan dan beranggapan memetic bunga besar. Namun kenyataannya tidak sesederhana itu.

Karena ditempatkan pada instrument investasi yang beresiko bisa saja ada kondisi Anda tak mendapatkan keuntungan sepeserpun malah merugi karena kebetulan harga saham sedang anjlok. Disinilah posisi asuransi yang tidak bisa dijadikan tabungan.

Biaya administrsi tambahan

Karena asuransi Anda mendapat tambahan keuntungan yakni investasi, maka dibutuhkan para professional dibidangnya untuk mengelola keuangan Anda.

Nah biaya para professional keuangan ini akan dibebankan kepada pemegang polis sebagai biaya administrasi bulanan.

Tentunya hal tersebut berdampak pada jumlah cicilan yang membengkak, namun nilai pertanggungan yang akan didapat tidak naik.

Adanya cuti premi

Biasnya dalam jangka 10tahun Anda akan mendapatkan cuti premi, yakni tidak membayar premi dalam jangka waktu tertentu namun uang pertanggungan tidak berkurang.

Tapi sebenarnya premi tetap Anda bayarkan setiap bulan, uangnya ini diambil dari keuntungan investasi yang telah Anda salurkan ke berbagai instrument.

Tapi karena keuntungan tersebut terus dibayarkan untuk menambal cuti premi. Maka investasi Anda tidak bisa berkembang atau ditambah.

Untuk pengajuan asuransi yang terpercaya, segera ajukan hanya di CekAja.com

Tentang kami

CekAja

CekAja