Harga Tiket Pesawat Naik, Apa Penyebabnya?

Harga tiket pesawat mengalami lonjakan yang besar, bahkan sampai jutaan per perjalanannya. Apa penyebabnya?

Harga Tiket Pesawat Naik, Apa Penyebabnya?

Meskipun animo masyarakat terhadap musim liburan tengah tahun mulai meningkat, industri penerbangan Indonesia belum menunjukkan gelagat penurunan harga tiket pesawat.

Tidak seperti tahun-tahun sebelum pandemi di mana maskapai penerbangan menyambut peak season dengan promo harga tiket besar-besaran.

Penyebab Harga Tiket Pesawat Naik

Kebijakan pelonggaran aktivitas masyarkat, nampaknya membawa pengaruh pada harga tiket pesawat. Pada awal Juni lalu, lonjakan harga tiket pesawat mengejutkan berbagai pihak.

Mengutip Bisnis.com, kenaikan ini dipicu oleh harga avtur yang makin mahal. Tetapi selain itu, ada beberapa faktor naiknya harga pesawat menurut para ahli. 

1. Penurunan Penerbangan

Dilansir dari CNBC Indonesia, Pengamat Penerbangan AIAC Aviation Arista Atmadjati mengatakan, kenaikan harga tiket disebabkan oleh penurunan tempat duduk secara global. 

Menurutnya, maskapai yang biasa terbang selama 8 kali ke Singapura kini tinggal 2 kali imbas jumlah pesawat yang menurun.

Ini diperparah dengan naiknya biaya ground handling, navigasi dan lalu lintas udara. Sementara kenaikan harga avtur, menurutnya hanya berkontribusi pada 40% komponen harga tiket.

“Namun memang kenaikannya terlalu signifikan (harga tiket), ini belum pernah terjadi, anomali juga ini,” ujarnya dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa, (5/7/2022).

(Baca Juga: 8 Rekomendasi Hotel di Bali yang Dekat dengan Pantai)

2. Maskapai Manfaatkan situasi

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, salah satu penyebab harga tiket pesawat naik adalah maskapai yang memanfaatkan momen pelonggaran perjalanan. Pasalnya, selama pandemi industri penerbangan terkena dampak yang besar.

“Bahkan omzetnya turun cukup tajam sehingga mereka memanfaatkan pemulihan ekonomi, memanfaatkan rebound jumlah wisatawan untuk meraup margin yang jauh lebih tinggi untuk mengkompensasi kerugian selama pandemi,” ujar Bhima dikutip dari Tribunnews.com Selasa, (5/7/2022).

3. Permintaan dan Penawaran Tak Seimbang

Bhima juga mengatakan, harga tiket pesawat naik juga turut dipicu oleh permintaan dan penawaran yang tidak seimbang. Pasalnya, saat pandemi terjadi banyak maskapai yang mengurangi jumlah penerbangan.

Ketika relaksasi aktivitas pascapandemi dikeluarkan, Bhima menilai maskapai masih belum siap dengan lonjakan permintaan. Sehingga, terjadi kenaikan harga tiket pesawat.

“Ini mengakibatkan ketidaksiapan dari supply penerbangan yang mengakibatkan antara penawaran dan permintaan tidak seimbang sehingga harganya menjadi relatif tinggi,” ujarnya.

4. Kenaikan Biaya Operasi

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nur Isnin Istiartono menjelaskan bahwa harga tiket pesawat naik juga disebabkan oleh biaya operasi pesawat.

Mengutip Bisnis.com, ia merinci bahwa biaya operasi pesawat 33-40 persen memberikan kontribusi pemeliharaan dan overhaul 20-25 persen, sewa pesawat 17-20 persen, serta biaya lain-lain seperti asuransi

5. Naiknya Harga Minyak Global

Kondisi kenaikan harga minyak global yang berdampak ke avtur juga telah menambah beban operasi pesawat. Dilansir dari Tribunnews, harga minyak mentah internasional saat ini bertahan di atas 100 dollar AS per barel.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah menerapkan biaya tambahan atau fuel surcharge ke komponen harga tiket pesawat.

Fuel surcharge ini dapat diberlakukan karena kenaikan harga bahan bakar jangka waktu 3 bulan berturut membuat biaya operasi pesawat naik di atas 10 persen.

Merespon kondisi harga tiket pesawat naik, Isnin mengatakan pemerintah menetapkan beberapa aturan mulai dari penetapan Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB).

Menurutnya, penetapan tarif penumpang angkutan udara saat ini sudah mempertimbangkan UU No.1/2009, perlindungan konsumen untuk intervensi TBA dan intervensi TBB untuk hal persaingan tidak sehat.

Harga tiket pesawat yang naik ini diharapkan bisa ditinjau lagi oleh pemerintah dengan mengambil keputusan terbaik bagi pihak maskapai dan penumpang. Sebab tentunya penumpang ingin mendapatkan tiket pesawat dengan harga yang terjangkau.

(Baca Juga: 8 Tips Menghemat Biaya Liburan ke Lombok)

Rekomendasi Kartu Kredit untuk Tiket Pesawat Murah

Jika kamu memiliki kartu kredit, kamu bisa manfaatkan untuk membeli tiket pesawat. Kartu kredit biasanya menawarkan beragam promo menarik mulai dari cashback hingga diskon harga tiket.

Berikut rekomendasi kartu kredit liburan untuk traveling hemat tanpa beban:

1. BRI Wonderful Indonesia

2. BNI Visa Garuda Indonesia Platinum

3. Citi Garuda Indonesia Card

4. Digibank Visa Travel Signature

Jika belum punya kartu kredit, kamu bisa ajukan segera melalui CekAja.com! Ada beragam produk yang bisa kamu pilih dan langsung ajukan secara online di CekAja.com.

Kamu bisa dengan mudah mencari informasi seperti biaya tahunan hingga minimum pendapatan untuk tiap kartu kredit terbaik di Indonesia.

Segera ajukan kartu kredit di CekAja sekarang untuk dapatkan kemudahan bertransaksi dan dapatkan promo berlimpahnya!