Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Hari Bank Dunia Jatuh di Tengah Pandemi Corona, Apa Kabar Perekonomian Dunia?

by Estrin Vanadianti Lestari on 2 April, 2020

Tepat hari ini, yakni Rabu, 1 April 2020, dunia sedang memperingati Hari Bank Dunia. Namun, seperti yang kita tahu juga, saat ini dunia sedang mengalami masalah besar yang disebabkan oleh mewabahnya Covid-19 atau virus corona yang merebak di sejumlah negara.

Pasalnya, tidak hanya menyebabkan kematian pada sebagian populasi manusia di setiap negara, seperti di China, Italia, Iran, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan masih banyak lagi termasuk Indonesia. Mewabahnya virus corona juga menjadikan perekonomian dunia menjadi terdampak yang bisa memicu terjadinya krisis moneter.

Lantas, bagaimana lembaga-lembaga keuangan di setiap negara beserta Bank Dunia menyikapi masalah tersebut, di Hari Bank Dunia tahun ini? Namun, sebelum membahas lebih dalam terkait dampak virus corona ke perekomnomian dunia, mari simak dulu sejarah dari Hari Bank Dunia.

Sejarah Singkat Hari Bank Dunia

Bukan hanya menjadi perayaan semata, Hari Bank Dunia juga memiliki sejarah yang panjang, hingga muncul Bank Dunia yang sangat membantu perekonomian negara-negara di seluruh dunia.

Singkat cerita, sebuah konferensi bertajuk United Nations Minetary and Financial Conference di Bretton Wood, New Hampshire, Amerika Serikat diselenggarakan pada, 1 April 1944.

Di dalam konferensi tersebut, akhirnya dibentuklah sebuah badan yakni Bank Dunia, yang memiliki tugas untuk bertanggung jawab dalam menangani masalah perekonomian dunia.

Apa Tugas Utama dan Tanggung Jawab Bank Dunia?

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Bank Dunia memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menangani masalah perekonomian dunia, dengan cara memberikan dana bantuan atau dana moneter, kepada negara-negara yang memiliki masalah ekonomi.

Contohnya, seperti negara-negara yang sedang dilanda pandemi virus corona, dan menetapkan status lockdown, sehingga segala bentuk perdagangan, nilai tukar mata uang, bisnis, ekspor, impor di negara tersebut terhenti.

Di sinilah Bank Dunia sangat dibutuhkan untuk membantu menangani masalah perekonomian di negara-negara tersebut. Namun, tahukah kamu negara apa yang pertama kali mendapatkah bantuan dari Bank Dunia?

(Baca Juga: Perekonomian Indonesia Terancam Corona)
Perancis Jadi Negara Pertama yang Dapat Bantuan dari Bank Dunia

Negara Perancis merupakan negara pertama yang mendapatkan bantuan dari Bank Dunia. Ketika itu, Perancis sedang mengalami krisis moneter, yang disebabkan adanya peperangan. Perancis setidaknya mendapatkan dana bantuan dari Bank Dunia sebesar 250 juta dollas AS, untuk membangun kembali insfrastruktur di negaranya.

Tidak hanya disebabkan oleh krisis moneter pasca perang, Bank Dunia juga memberikan dana bantuan kepada negara yang tertimpa bencana alam, krisis moneter, wabah penyakit (seperti virus corona yang saat ini sedang merebak di sejumlah negara), dan hal-hal lainnya.

Hingga saat ini, Bank Dunia memiliki kantor cabang di 11 negara dari seluruh dunia, dan memiliki 184 negara anggota yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

Dampak Virus Corona terhadap Perekonomian Dunia, Khususnya di Indonesia

Penyebaran virus corona yang sangat cepat meluas ke berbagai negara di dunia, ternyata membawa dampak buruk bagi perekonomian dunia. Sebut saja, perekonomian dari sisi perdagangan, ekspor, impor, investasi, hingga pariwisata, yang terhenti akibat virus corona.

Sebut saja seperti negara China yang dikenal sebagai negara dengan eksportir terbesar di dunia. Mereka terpaksa harus menghentikan kegiatan tersebut, demi menekan jumlah penyebaran virus corona.

Sebagai negara yang sering melakukan impor barang dari China, membuat Indonesia menjadi kualahan. Pasalnya, China merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia.

Permintaan bahan mentah dari China menurun, seperti batu bara dan kelapa sawit. Hal tersebut juga akan menggangu sektor ekspor di Indonesia yang bisa menyebabkan penurunan harga komoditas dan barang tambang.

Nah, di sinilah masalah perekonomian skala besar muncul dan berpengaruh pada perdagangan dunia. Pasalnya, tidak hanya negara China dan Indonesia yang terkena dampak tekanan ekonomi, tetapi negara-negara lainnya yang terkena wabah corona, juga ikut terdampak.

(Baca Juga: Ingin Mengajukan KTA, Berapakah Limit Peminjam Pemula?)
Lalu Bagaimana Peran Bank Dunia dengan Adanya Masalah Perekonomian Dunia Akibat Corona?

Diketahui, Bank Dunia dan Organisasi Dana Moneter (International Monetary Fund/IMF) akan menggelontorkan dana bantuan, untuk membantu negara-negara di dunia dalam menghadapi tekanan ekonomi akibat pandemi virus corona.

Seperti yang dihimpun dari laman cnnindonesia.com, hal tersebut nampaknya telah diungkap oleh Gubernur Bank Indonesia (BI), yakni Perry Warjiyo, meski belum diketahui berapa besaran dana bantuan dari kedua lembaga internasional ini.

Diketahui, Perry Warjiyo mengungkapkan hal tersebut usai mengikuti pertemuan bersama para menteri keuangan, dan gubernur bank sentral dari negara-negara G20, melalui video conference 23 Maret silam.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Bank Dunia memang memiliki tanggung jawab untuk membantu negara-negara yang sedang dalam masalah ekonomi. Nah, di sini Bank Dunia juga akan mengeluarkan kebijakan dukungan pendanaan bagi negara-negara, khususnya negara berkembang dalam menghadapi tekanan ekonomi di tengah pandemi corona.

Bantuan pendanaan dari Bank Dunia ini, nantinya bisa digunakan sebagai tambahan stimulus kepada masyarakat dan dunia usaha. Nah, buat para pebisnis yang merasakan dampak tekanan ekonomi akibat virus corona, mungkin bisa melakukan berbagai upaya, agar usaha kamu tetap berjalan.

Salah satunya adalah dengan menikmati layanan pinjaman tanpa jaminan atau kredit tanpa agunan (KTA), dengan bunga rendah, dari Standard Chartered Bank (SCB).

Dengan mengajukan KTA SCB, kamu akan mendapatkan dana pinjaman untuk menjalankan usahamu. Selain itu, mengajukan pinjaman di SCB juga sangat mudah dengan proses pencairan yang cepat. Berikut spesifikasinya:

  • Praktis, bisa mengajukan via online
  • Bunga rendah dari 0,65%
  • Tanpa agunan atau jaminan
  • Proses pencairan 3-5 hari
  • Tenor hingga 5 tahun
  • Wajib WNI
  • Usia: 21-60 tahun
  • Berpenghasilan minimal Rp8 juta per bulan
  • Wajib tinggal atau bekerja di Jabodetabek, Bandung dan Surabaya
  • NPWP

Yuk, segera ajukan pinjaman dana untuk jalankan usaha, di SCB melalui situs CekAja.com!

Tentang Penulis

Estrin Vanadianti Lestari

Sisuka makan banyak, tapi enggak gemuk-gemuk