Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

24 sec. read

Hari Bawa Bekal Nasional: Dari Kebiasaan Jadi Bisnis

by Sindhi Aderianti on 12 April, 2019

Tanggal 12 April diperingati sebagai Hari Bawa Bekal Nasional. Unik, begitulah ungkapan yang mungkin pertama kali tersirat ketika mendengar peringatan ini. Ide tersebut dicanangkan oleh perusahaan perlengkapan rumah tangga ternama di Indonesia. Selain itu, turut didukung Kementerian Kesehatan, BPOM, dan Kementerian Pendidikan Nasional sejak 2013 lalu.

Lebih Sehat di Tahun Baru dengan Gaya Hidup Vegetarian

Hari Bawa Bekal Nasional bertujuan untuk memberi kesadaran akan pentingnya kesehatan anak. Memberi bekal termasuk upaya menyehatkan, karena anak otomatis terhindar dari kebiasaan jajan sembarang. Terlebih berdasarkan data dari BPOM sepanjang tahun 2006-2010, ditemukan sekitar 40 persen jajanan anak sekolah tidak memenuhi syarat keamanan pangan.

Disambut dengan antusiasme, beragam aktivitas pun dilakukan oleh para pengguna social media di Hari Bawa Bekal Nasional. Seperti mengunggah foto bekal makanan yang mereka bawa dengan hashtag #haribawabekalnasional.

Manfaat Bekal untuk Anak

Membawa bekal ke mana pun, mengapa tidak? Selain asupan gizi anak lebih terjaga, berikut manfaat lain yang dapat kita peroleh jika membiasakan anak membawa bekal ke sekolah:

  1. Terbiasa hemat

Membawakan bekal makanan ke sekolah dapat dijadikan sarana untuk melatihnya cerdas finansial, lho. Karena saat anak membawa bekal, ia bisa mengurangi atau bahkan tak perlu lagi jajan di luar. Lama kelamaan, anak pun terbiasa hemat sedari kecil. Siapkan bekal sesuai lama waktu belajarnya sehari di sekolah, agar kebutuhakn tercukupi dengan baik. Jika 8 jam, berarti setidaknya berikanlah tambahan menu side dish seperti roti atau salad buah.

(Baca juga: Mau Nikah, 7 Tes Kesehatan Ini Wajib Dilakukan Sebelumnya)
  1. Asupan gizi terkontrol

Zaman sekarang penyakit bisa hadir dari mana saja, termasuk makanan. Di situlah pentingnya menjaga asupan anak dengan memberikannya bekal. Ketika anak diberi makanan yang kita olah sendiri, tentu lebih mudah untuk mengontrol apa saja yang dikonsumsinya selama berada di luar rumah. Maka itu, sebisa mungkin seimbangkan gizinya dengan memberi makanan yang tidak hanya mengandung karbohidrat saja. Berikan juga protein dari daging-dagingan, vitamin dari buah, dan kalsium dari susu.

  1. Menghindari anak dari penyakit

Umumnya, makanan yang dibeli sembarangan tak jarang sudah terkontaminasi zat-zat buruk seperti vetsin. Bahaya vetsin dapat menyerang sistem pencernaan yaitu khususnya bagian lambung. Jika anak sudah terbiasa mengonsumsi makanan rumah, artinya sebagai orang tua kita telah mengurangi risiko berbagai penyakit yang bisa saja menimpa anak. Secara tidak langsung, ini merupakan investasi masa tua bagi kita.

  1. Bonding lebih kuat

Membangun bonding antara ibu dan anak bisa dilakukan melalui berbagai hal, termasuk saat membuatkannya bekal sebelum ke sekolah. Libatkan anak dalam segala prosesnya, mulai dari memilih sendiri menu yang diinginkan, ajak membeli bahan-bahannya di supermarket, dan biarkan ia membantumu sesekali di dapur. Momen ini tentunya akan menguatkan ikatan batin dengan anak.

(Baca juga: Lebih Sehat di Tahun Baru dengan Gaya Hidup Vegetarian)
  1. Kreativitas terlatih

Agar sajian bekalnya semakin menarik untuk disantap, cobalah terapkan seni seni kyaraben. Dengan cara ini, nasi atau roti bisa dibentuk menjadi berbagai karakter lucu. Sayuran yang mungkin tak disukai anak pun jadi tampak lebih menggugah selera karena ’disulap’ menjadi bunga-bungaan. Tanpa disadari, hal ini akan menambah kreativitas sebagai ibu yang serba bisa.

Bisnis Katering Bekal

Kebiasaan membuat bekal anak dapat menjadi peluang bisnis, lho. Terlebih banyak ibu di luaran sana yang mungkin tidak sempat membuatkan bekal untuk anak karena berbagai kesibukannya. Namun, buatlah yang ‘berbeda’, seperti dengan mengusung konsep seni kyaraben tadi.

Membuat katering bekal untuk anak, berarti harus memperhatikan banyak hal. Harus bersih dan bergizi, agar tidak nantinya tidak disalahkan jika terjadi sesuatu dengan konsumen. Maka dari itu, sebisa mungkin bahan-bahan makanan yang dipilih adalah organik. Sebagai pengganti MSG, bisa menggunakan racikan jamur dan sayuran yang dalam takaran tertentu akan memberikan rasa gurih tapi tetap menyehatkan.

Untuk harga, tak masalah jika ingin mematoknya sedikit lebih ‘eksklusif’. Katakanlah mulai Rp30.000/porsi. Selain kebersihan dan gizinya terjamin, kita bisa jadikan seni kyaraben tadi sebagai nilai jual tersendiri.

Yuk, budayakan membawa bekal untuk anak dari rumah! Demi kesehatan tubuh dan juga efisiensi secara finansial. Di samping itu, upaya untuk menyeimbangkan kesehatan dan finansial juga bisa kamu lakukan dengan memiliki asuransi. Temukan produk asuransi kesehatan terbaik untukmu dan keluarga di CekAja.com.

(Baca juga: Jangan Bingung, Ini Cara Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik)

Tentang Penulis

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

×

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami