Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

HARI BIDAN NASIONAL: Mengintip Kisah Inspiratif Pahlawan Persalinan Tanah Air

by Miftahul Khoer on 24 Juni, 2019

Salah satu pahlawan bangsa yang benar-benar dibutuhkan oleh banyak orang adalah mereka yang berprofesi sebagai bidan. Tugas bidan tak lain dan tak bukan adalah membantu melahirkan bayi ke dunia secara sehat dan selamat.

biaya persalinan normal - CekAja.com

Biasanya, mereka yang berprofesi sebagai bidan membuka praktik di klinik, rumah sakit hingga membuka sendiri di kediamannya. Namun, ada juga bidan yang sangat menginspirasi banyak orang dengan bekerja membantu orang-orang yang melahirkan hingga di daerah yang sulit diakses.

Nah, mengingat tanggal 24 Juni adalah Hari Bidan Nasional, yuk mengenal beberapa bidan inspiratif yang kisah-kisahnya sangat menggugah dan patut menjadi teladan kita semua. Siapa saja mereka? 

Ati Pujiastuti

Bidan satu ini memang layak dijadikan inspirasi. Betapa tidak, Melinda Gates selaku istri orang terkaya di dunia, Bill Gates sampai mengagumi bidan asal Yogyakarta ini. Pada tahun 2017 lalu, Melinda Gates mendatangi Indonesia salah satunya untuk bertemu dengan bidan Ati.

Melinda Gates menilai bidan Ati adalah salah satu bidan yang benar-benar bertugas bukan hanya atas profesinya, tetapi bidan Ati di mata Melinda telah melampaui hal itu. Bidan Ati pernah ditugaskan untuk memberikan jasa kesehatan di wilayah-wilayah pelosok Indonesia. Bidan Ati pernah merasakan peristiwa mengenaskan saat bertugas yakni pernah jatuh di sungai deras hingga tergelincir di pinggiran tebing yang mengancam nyawanya.

(Baca juga: Syarat dan Cara Daftarkan Bayi Baru Lahir Jadi Peserta BPJS Kesehatan)

Brian Sahar

Bidan muda kelahiran Karanganyar, Surakarta ini sangat bertekad untuk meningkatkan pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Bersama kawan-kawannya, Brian aktif di Alumni Pencerah Nusantara yang banyak bergerak di kegiatan pelayanan kesehatan.

Selama bertugas di Pencerah Nusantara, Brian bersama kawan-kawannya menyambangi Kalimantan untuk menjalani pengabdiannya di dunia kesehatan bagi warga Kabupaten Gunung Mas. Ia sadar betul, fasilitas kesehatan di daerah tersebut tidak cukup memadai. Sehingga ia gelisah setelah pengabdiannya selama setahun di Kalimantan, apakah tugasnya bisa bermanfaat atau tidak bagi warga sekitar.

Namun, ada cerita yang mengharukan ketika ia bertugas di Kalimantan. Suatu saat ia harus mendatangi Puskesmas Tumbang Miri dengan menempuh perjalanan menyusuri sungai. Itulah pengalaman yang benar-benar berharga bagi bidan Brian Sahar saat mengabdi di pelosok Indonesia.

Siwi Lestari

Program unggulan yang dibuat oleh bidan satu ini sangat bermanfaat bagi warga sekitar Puskesmas Ngadirejo Pacitan. Betapa tidak, program yang digagas bidan Siwi ini antara lain Lumbung Posyandu, SMS Group Jamini (Jaga Ibu Hamil dari Anemia) hingga program berburu ASI.

Bidan Siwi sangat fokus untuk melawan anemia yang mengancam ibu-ibu hamil. Dengan ketiga programnya tersebut Siwi terpilih menjadi salah satu tenaga kesehatan nasional pada 2016 lalu.

Witnowati

Bidan asal Cipatujah, Tasikmalaya ini mendapat penghargaan dari Yayasan Hermann Gmeiner, sebuah yayasan yang menaungi SOS Kinderdorf. Witnowati alias Wiwied memperoleh uang sebesar 15.000 Euro atau sekitar Rp180 juta saat itu yang digunakan untuk mengembangkan kliniknya.

Wiwied merupakan salah satu bidang inspiratif. Dengan hanya bermodal garasi kosong di kediamannya bersama sang suami, ia mampu membuka praktik di rumahnya di kawasan Lembang, Jawa Barat. Ia juga pernah bertugas di berbagai daerah termasuk Kalimantan.

(Baca juga: Jelang Melahirkan, Siapkan Dana Untuk 7 Hal Ini)
Butet Boru Nasution

Bidan satu ini pernah mengabdi untuk masyarakat selama lima tahun dan tidak pernah digaji sepeserpun oleh pemerintah. Dialah Butet Boru Nasution, seorang bidan yang mengabdi di Riau tepatnya di Desa Menaming, Kecamatan Rambah.

Butet sejak 2013 punya tugas untuk mengelola dua posyandu di Desa Menaming. Meski hanya disebut sebagai tenaga sukarela, tak menyurutkan tekad Butet untuk mengabdi kepada masyarakat memberikan pelayanan kesehatan. Butet mampu membuktikan bahwa salah satu yang dikelolanya Posyandu Kasih Bunda terpilih sebagai posyandu terbaik di Riau.

Robin Lim

Yayasan Bumi Sehat yang digagas Ribin Lim sudah banyak sekali membantu ibu-ibu melahirkan bayi di kawasan Ubud, Bali. Ia tak segan untuk membantu persalinan berbagai kalangan masyarakat mulai dari warga tidak mampu hingga kalangan terpandang.

Pada 2011, ia diganjar sebagai CNN Hero of The Year atas jasanya yang dianggap sebagai pahlawan. Pasalnya, untuk membantu persalinan warga setempat Robin Lim tak pernah memberikan tarif kepada pasiennya. Selain itu, ia bertekad untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi di Bali.

Eros Rosita

Seperti yang kita ketahui, masyarakat Baduy merupakan salah satu suku yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan tradisi dan budaya lokal. Bahkan hingga cara mereka mengakses kesehatan pun sebagian masih menganut tradisi lama. Inilah yang menjadi tantangan bidan Eros Rosita saat mengabdi di pedalaman Baduy.

Mulanya, ia menganggap tradisi Baduy sebagai sebuah tantangan. Lama-kelamaan bidan Eros berhasil secara perlahan meyakinkan masyarakat di sana untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, terutama mengurangi angka kematian ibu dan bayi.

Rosalinda Delin

Namanya Rosalinda Delin, ia merupakan seorang bidan yang mengabdi untuk kawasan Belu, Nusa Tenggara Timur. Rosalinda merupakan salah satu bidang yang cukup gigih meyakinkan sekaligus mengubah paradigma masyarakat tentang pelayanan kesehatan terutama saat warga melahirkan.

Tradisi di NTT, setiap orang melahirkan harus menggunakan tradisi atau adat daerah setempat yakni dengan pengasapan yang mampu membuat ibu dan bayi dehidrasi. Perlahan tapi pasti, Rosalinda memberikan pemahaman bahwa tradisi tersebut tidak baik untuk orangtua dan bayi saat melahirkan. Kini, Rosalinda memberikan pelayanan kesehatan dan persalinan dengan cara-cara yang sesuai dengan medis sehingga angka kematian ibu dan bayi di daerah tersebut berhasil ditekan.

Indonesia, yang memiliki banyak suku, pulau, hingga beragam tradisi memang menjadi tantangan tersendiri bagi setiap bidan yang ada di pelosok. Akses, fasilitas, dan keterjangkauan kesehatan yang layak hingga saat ini masih menjadi musuh utama para pengabdi kesehatan terutama bidan di Indonesia. Hari ini, tepatnya memperingati Hari Bidan Nasional, mari kita doakan mereka agar kinerja dan dedikasi mereka benar-benar bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia.

Tentang Penulis

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami