Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Hari Ibu, Ini Negara yang Paling Baik Bagi Wanita!

by Gito on 23 Desember, 2019

Setiap tanggal 22 Desember di peringati sebagai hari Ibu. Kontribusinya yang sangat besar terhadap bangsa membuat negara ini merasa perlu untuk mempersembahkan 1 hari khusus untuk di dedikasikan kepada para Ibu. Meski begitu, ternyata bukan Indonesia yang menduduki peringkat atas negeri paling baik untuk wanita.

wanita kaya dan sukses - CekAja.com

Peringatan hari ibu di dunia dirayakan di tanggal yang berbeda. Seperti di Polandia, di negara tersebut Hari Ibu atau yang di sebut sebagai Dzien Matki sudah dimulai pada tahun 1900-an. Di sana Hari Ibu di peringati setiap tanggal 26 Mei.

Sementara di India, peringatan Hari Ibu di peringati setiap minggu kedua bulan Mei.

Berbeda dengan negara lainnya, Malawi dan Watar memperingati Hari Ibu masing-masing setiap tangggal 15 Oktober dan 21 Maret. Sedangkan di negeri gajah putih, tanggal 12 Agustus dijadikan sebagai Hari Ibu.

Meskipun negara-negara tersebut mempersembahkan satu hari khusus untuk para Ibu, tetapi ternyata negara yang paling baik untuk dihuni oleh para wanita atau ibu bukan berasal dari negara-negara tersebut.

(Baca juga: Laris Manis, Ini 5 Bisnis Fashion Wanita yang Paling Diminati)
Islandia Negara Paling Baik Untuk Perempuan, Bukan AS

Melansir laporan yang diterbitkan oleh world economic forum, negara yang paling baik untuk wanita adalah Islandia.

Negeri tersebut berhasil mempertahankan posisinya selama 11 tahun berturut-turut. Hasil tersebut didapatkan melalui survey kesetaraan gender di 153 negara di dunia.

Menempel dengan Islandia adalah Norwegia, Finlandia, Swedia dan Nikaragua.

Negeri Paman Sam yang selama ini dikenal dengan budaya majunya, tidak masuk daam peringkat 10 besar. Amerika Serikat berada di urutan 53 dunia turun 2 peringkat dari tahun 2018 lalu.

Mandeknya kesetaraan gender di bberapa negara sebagian besar terjadi karena adanya sedikitnya reaksi dalam partisipasi ekonomi.

Dimana peluang untuk mendapatkan pekerjaan dan upah yang sama mengalami kemunduran.

Nah pada saat yang sama kesenjangan pendapatan antara upah dan non upah juga memiliki jurang yang lebar.

Namun untuk partisipasi dan peluang ekonomi, peringkat yang lebih baik dimiliki oleh AS, dengan menduduki posisi 26, sedangkan untuk kesetaraan upah AS berada di posisi 47.

Negeri adidaya tersebut juga berhasil menutup 69,9% dalam hal kesanjangan upah dan 65,6% dari senjangnya pendapatan.

Nah berikut merupakan beberapa fakta terkait mengapa negara Islandia menduduki peringkat pertama selama 11 tahun sebagai negeri yang paling baik untuk wanita.

1. Upah Perempuan Lebih Kecil, Bisa Dipidana

Pada bulan Januari 2018, Islandia melarang para perusahaan untuk memberikan upah yang lebih kecil kepada perempuan alih-alih ke pria.

Baiknya, hal itu harus dapat dibuktikan oleh para pemberi kerja bahwa mereka benar memberikan upah yang setara antara laki-laki dan perempuan.

Nah karena pembuktiannya harus dari perusahaan, maka jika ada yang terbukti memberikan upah lebih kecil atau berbeda antara perempuan dan laki-laki, maka dapat dijerat secara pidana.

2. Cuti melahirkan untuk kedua orang tua

Jika di Indonesia cuti melahirkan hanya dimiliki oleh wanita, khususnya wanita yang baru melahirkan.

Hal itu tidak berlaku di Islandia, di negeri berpenduduk 362.860 jiwa itu juga memberikan cuti melahirkan bagi para ayah.

Selain itu, jasa penitipan anak yang saat ini banyak menjadi peluang bisnis di Indonesia dan beberapa negara yang memiliki populasi tinggi, di Islandia jasa penitipan anak malah disubsidi oleh negara.

Hal itu tentu saja sangat membantu 86% tenaga kerja wanita yang ada di negara tersebut.

Apalagi negara tersebut juga menuntut kepada para perusahaan untuk bisa mengisi 40% dari total direksi perusahaan yang berasal dari wanita.

(Baca juga: Daftar Kota Teraman di Dunia yang Cocok Buat Solo Traveler Wanita

3. 38% Anggota Parlemen adalah Wanita

Di Islandia, sebanyak 38% dari total jumlah parlemen adalah wanita. Jumlah ini sejatinya mengalami penyusutan dari tahun 2017 yang sebanyak 48%.

Jumlah tersebut sebenarnya tidak berbeda jauh dengan Indonesia. Di negeri ini sebanyak 21% dari total jumlah anggota parlemennya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dihuni oleh wanita.

Berdasarkan data Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), jumlah wanita dalam parlemen di Indonesia berada pada tren yang meningkat. Tahun ini sebanyak 118 kursi dari total 575 kursi di duduki oleh wanita.

Padahal pada pemilu sebelumnya, jumlah wnaita hanya mengisi 97 kursi parlemen.

Adanya kesetaraan gender di Islandia tidak terjadi secara serta merta. Pada tahun 1975 lalu, 60% wanita mendapatkan upah yang lebih murah dari laki-laki. Akhirnya gelombang protes terus bermunculan.

Hingga akhirnya para demonstran bersepakat untuk membentuk partai politik yang diisi oleh wanita. Lalu bagaimana di Indonesia? Apakah negara ini sudah bisa menyamakan gender antara laki-laki dan wanita di berbagai sektor?

Kamu bisa turut berkontribusi dengan membentuk usaha yang berbasiskan kesetaraan. Jangan ragu, mulai dari sekarang. Butuh modal, akses CekAja.com

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit