Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Hari Malaria Sedunia: Pencegahan Dimulai dari Diri Sendiri!

by Tisyrin N. T on 25 April, 2019

Hari ini tepatnya tanggal 25 April diperingati sebagai Hari Malaria Sedunia. Di Indonesia, masih ada 10,7 juta penduduk tinggal di daerah endemis menengah dan tinggi malaria. Daerah yang dimaksud antara lain Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Bagaimana cara mencegah malaria?

asuransi kesehatan - CekAja.com

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pada 2017, dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, sebanyak 266 atau 52 persen merupakan wilayah bebas malaria. Sedangkan sebanyak 172 kabupaten/kota atau 33 persen tergolong endemis rendah. Selanjutnya, sebanyak 37 kabupaten/kota atau 7 persen adalah endemis menengah. Sisanya yaitu 39 kabupaten/kota atau 8 persen adalah endemis tinggi.

Penyakit malaria tersebar lewat gigitan nyamuk yang telah telah terinfeksi parasit Plasmodium. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Meski begitu, tak perlu terlalu khawatir karena penularan malaria secara langsung terbilang jarang.

Penularan malaria bisa terjadi apabila ada kontak dengan darah pengidap malaria. Misalnya saja melalui transfusi darah atau penggunaan jarum suntik.

Upaya Pemerintah Atasi Malaria

Kementerian Kesehatan berupaya melakukan eliminasi malaria yang targetnya tercapai pada tahun 2030. Eliminasi malaria merupakan upaya menghentikan penularan malaria di satu wilayah geografi tertentu. Pada tahun 2016, jumlah kabupaten/kota eliminasi malaria mencapai 247 dari target 245.

Kemudian pada tahun 2017, daerah eliminasi malaria menjadi 266 kabupaten/kota dari target 265 kabupaten/kota. Untuk tahun 2019, pemerintah menargetkan ada 300 kabupaten/kota eliminasi.

Pada tahun 2020, pemerintah menargetkan tak ada lagi daerah endemis tinggi malaria. Tahun 2025, semua kabupaten/kota mencapai eliminasi. Pada tahun 2027, semua provinsi mencapai eliminasi. Dengan begitu, pada tahun 2030, Indonesia mencapai eliminasi.

(Baca juga: Mengenal Rapid Test, Pendeteksi Mudah Demam Berdarah!)

Sebagai langkah untuk memperluas wilayah bebas malaria, pemerintah mendistribusikan kelambu anti nyamuk. Jumlah kelambu yang telah didistribusikan ke seluruh Indonesia pada tahun 2004 hingga 2017 mencapai 27,6 juta kelambu.

Selain itu, terdapat pelatihan tenaga untuk malaria bagi dokter, perawat, analis, kader, petugas surveilans, hingga etomolog. Pemerintah menyediakan alat diagnostik dan obat anti malaria yaitu artemisinin based-combination therapy (ACT). Pemerintah juga melakukan tes darah massal, tujuannya untuk mendeteksi penderita malaria agar dapat tertangani dengan cepat.

(Baca juga: DBD Mewabah, Lakukan Upaya Pencegahan Ini)
Cegah Malaria dari Diri Sendiri

Malaria menimbulkan gejala mulai dari berkeringat, demam, sakit kepala, diare, menggigil atau kedinginan, muntah-muntah, hingga nyeri otot. Gejala tersebut biasanya muncul satu hingga dua minggu setelah tubuh terinfeksi. Untuk mendiagnosis malaria, dapat dilakukan lewat tes darah.

Inilah beberapa cara mencegah malaria yang bisa kita mulai sendiri:

  • Menghindari gigitan nyamuk

Untuk menghindari gigitan nyamuk, kamu bisa menggunakan kelambu untuk menutupi tempat tidur. Selain itu, bisa juga dengan cara memakai pakaian dan selimut yang tertutup. Gunakan pula lotion anti nyamuk. Atau, pakailah obat nyamuk untuk memberi perlindungan di dalam rumah.

  • Cegah nyamuk berkembang

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah nyamuk berkembang. Kamu bisa menyingkirkan genangan air di sekitar rumah. Genangan air bisa menjadi tempat bagi nyamuk untuk berkembang biak.

Setelah itu, rutinlah menguras bak mandi. Pakaian yang digantung di dalam rumah juga bisa jadi tempat nyamuk sembunyi lho. Karena itu, hindari kebiasaan tersebut. Kemudian, kalau kamu senang memelihara ikan, manfaatkan ikan mujair atau cupang yang merupakan pemakan jentik nyamuk.

Fogging atau pengasapan juga efektif untuk mencegah nyamuk berkembang. Kamu juga sebaiknya rajin ikut kerja bakti bersama warga ya!

  • Konsumsi obat anti malaria

Ketika akan travelling daerah yang rawan malaria, kamu bisa mengonsumsi obat anti malaria. Karena, sistem kekebalan terhadap parasit penyebab malaria bagi orang yang tinggal di daerah bebas malaria terbilang tak sekuat orang yang tinggal di wilayah endemik malaria.

Jangan lupa untuk membekali diri dengan asuransi kesehatan terbaik. Cek pilihannya di toko finansial CekAja.com!

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.