Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Hidup Nyaman dengan Kredit Syariah

by JTO on 29 Agustus, 2014

Kredit syariah sedikit berbeda dari kredit yang biasanya kita jumpai di pasar. Namun demikian, bukan berarti kredit syariah tidak nyaman digunakan. Malah bisa dibilang kredit syariah ini membuat hidup kita lebih tenang. Apa alasannya?

Kredit merupakan salah satu fasilitas pembiayaan yang saat ini sangat populer di semua kalangan. Dengan semakin majunya zaman yang dibarengi dengan naiknya biaya kebutuhan hidup, banyak barang penunjang hidup kita terasa terlalu berat di kocek. Kredit pada akhirnya menjadi penyelamat bagi kita yang tidak mampu membayar tunai dalam jumlah besar sekaligus.

Meskipun demikian, banyak pula cerita seram yang beredar terkait dengan kredit itu sendiri. Ada yang bercerita tentang penyitaan barang secara paksa atau intimidasi dari pihak pemberi pinjaman saat kita terlambat mengangsur. Walau cerita-cerita ini tampak berlebihan, namun ada asap tentu ada juga api. Cerita yang demikian menyebar karena beberapa lembaga peminjaman yang bersangkutan memang benar-benar melakukan praktek intimidasi dan penyitaan tersebut. Alih-alih menjadi lebih makmur, malah hidup menjadi penuh keresahan. Lalu bagaimana kita bisa mengambil kredit sekaligus hidup dengan tenang?

Menhindari lembaga pembiayaan yang tidak bonafid adalah salah satunya. Mengambil kredit dari bank biasanya lebih aman. Namun jika masih segan dengan cara kredit konvensional, kita bisa beralih ke kredit syariah. Lalu, apa saja yang wajib Anda ketahui tentang kredit ini?

1. Perjanjian yang Transparan

Pada kredit syariah, perjanjian atau akad dilakukan dengan transparan. Dengan demikian, kita bisa mengetahui biaya apa saja yang termasuk dalam perjanjian dan bisa melakukan negosiasi harga jika kita merasa keberatan. Dalam hal ini bank berada dalam posisi penjual, sedangkan kita sebagai pembelinya. Di akad nanti, kita sebagai pembeli akan bernegosiasi kepada penjual tentang marjin keuntungan bagi pihak bank. Jika dihitung-hitung, banyaknya uang yang harus dibayarkan tidak jauh berbeda dari kredit konvensional.

2. Tidak Ada Bunga Keterlambatan
Mau Hitung KTA?
Nominal Pinjaman Rp.
Jangka Waktu
Bunga Pinjaman (FLAT) %
Estimasi Cicilan Perbulan Rp.
Estimasi Total Pinjaman Rp.

Pada kredit konvensional, kita biasa menemukan adanya bunga yang diberikan jika kita terlambat melakukan pelunasan atau angsuran. Besarnya bunga ini biasanya bervariasi dan bisa dikenakan dengan sistem per hari, per minggu, maupun per bulan. Adanya bunga ini tentu saja akan semakin membebani kita karena jumlah hutang yang harus dibayar terus meningkat seiring berjalannya waktu. Nah, pada sistem kredit syariah ini bunga yang dikenakan kepada kita karena terlambat membayar justru ditiadakan. Hal ini dikarenakan bunga yang dijatuhkan berkaitan dengan tempo waktu pinjaman adalah haram dalam hukum Islam. Lalu bagaimana cara yang digunakan oleh bank untuk memberi suspensi pada kita yang terlambat membayar? Bank akan menawarkan sistem denda. Sistem denda ini biasanya sudah ditetapkan oleh bank namun denda ini biasanya tidak mengalami akumulasi.

3. Kekeluargaan

Satu hal lagi yang mungkin membuat kredit syariah lebih nyaman adalah sistem yang kekeluargaan. Keterlambatan kita dalam melunasi kredit akan ditangani secara hati-hati. Bila kita pernah mendengar tetangga kita yang diteror oleh tukang pukul karena belum membayar hutang, kita tidak akan mengalaminya dalam kredit syariah. Jika kita tidak bisa melunasi tepat waktu, biasanya akan ada wakil dari bank yang datang ke rumah atau menelepon kita. Saat itu akan ditanyakan alasan keterlambatan pembayaran dan masalah yang sedang dihadapi. Kita bisa bernegosiasi dengan pihak bank tentang perpanjangan masa pelunasan secara baik-baik. Ini menghindari rasa malu dan takut yang bakal datang jika pemberi kredit kita memutuskan untuk mengutus tukang pukulnya.

Tentang Penulis

JTO

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.