Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

Hindari Panic Buying dan Cerdas Dalam Penggunaan Kartu Kredit!

by Teti Purwanti on 24 Maret, 2020

Masyarakat sempat mengalami fenomena panic buying seiring maraknya penyebaran wabah virus corona di China dan sejumlah negara. Serta pada 2 Maret lalu mulai ada kasus positif virus korona di Indonesia.

fenomena panic buying

Fenomena panic buying tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di banyak negara seperti Malaysia dan Italia.

Berdasarkan teori psikologi yang paling umum, panic buying merupakan respons manusia untuk bertahan hidup. Menimbun merupakan cara manusia merespons situasi yang serba tak pasti. Seperti lockdown akibat penyebaran virus korona.

Dari segi istilah, panic buying berasal dari terminus psikologi. Terminus itu diperkenalkan dalam teori behavioristik. Khususnya tentang teori perilaku konsumen. Istilah ini kemudian kerap digunakan secara umum di masyarakat.

Panic Buying masuk dalam teori Herd behavior. Yakni, teori yang melihat tingkah seseorang yang bergerak secara kolektif dan tanpa komando. Teori ini melihat manusia tak ubahnya hewan yang bergerak bersama dalam situasi yang tak menguntungkan.

Leonard Lee, Profesor Marketing NUS Business School, melihat bahwa panic buying berkaitan dengan hilangnya kontrol diri seseorang. Oleh karena itu, dalam menghadapi situasi saat ini, sebaiknya kita bisa menghindari diri dari aksi membeli dengan kalap tanpa perhitungan tersebut.

Dampak negatif dari panic buying

Aksi panic baying sebenarnya bisa berakibat buruk bagi masyarakat secara keseluruhan, sehingga perlu dihindari.

Salah satu dampak buruk dari panic buying adalah dapat menyebabkan kelangkaan pasokan barang akibat lonjakan permintaan barang dalam waktu singkat. Kelangkaan pasokan barang tersebut bisa menyebabkan inflasi. Sehingga akan mengerek harga-harga bahan kebutuhan masyarakat.

Pemerintah juga sudah mengeluarkan pernyataan bahwa masyarakat tidak perlu panik dalam menyikapinya. Sehingga pembelian yang dilakukan tidak perlu berlebihan.

Pemerintah juga sudah memastikan bahwa pasokan ketersediaan bahan kebutuhan pokok sangat aman. Sehingga tidak perlu memborong secara berlebihan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengimbau agar masyarakat tidak perlu melakukan aksi panic buying akibat ketakutan terjadinya penyebaran virus korona yang akan membuat bahan kebutuhan pokok habis.

Menurut dia, tindakan berlebihan tersebut justru akan membuat kepanikan baru. Pada saat sebetulnya kebutuhan masyarakat masih sangat terpenuhi.

Selain itu, dampak negatif dari panic buying adalah pengeluaran menjadi membengkak karena aksi pembelian yang di luar kebiasaan sebelumnya. Aksi ini juga bisa membuat masyarakat menggunakan kartu kredit secara tidak wajar untuk bisa membeli bahan kebutuhan pokok secara berlebihan, tanpa perhitungan.

Aksi penggunaan kartu kredit tanpa perhitungan juga bisa membuat besar pasak daripada tiang sehingga tagihan kartu kredit pada bulan berikutnya akan membengkak, akibat aksi pembelian yang tidak rasional.

Bagi masyarakat pengguna kartu kredit, sebaiknya bijak dan cermat dalam penggunaan kartu kredit. Sehingga tidak perlu juga melakukan aksi panic buying.

Oleh karena itu, bagi pengguna kartu kredit khususnya bagi pemula, diharapkan bisa menggunakan kartu kredit dengan bijak.

Pahami konsep penggunaan kartu kredit

Banyak orang yang salah dalam memahami dan menggunakan kartu kredit. Khususnya karena tidak mempertimbangkan sejak awal ke mana dan bagaimana cara menggunakan kartu kredit. Termasuk bila menggunakan kartu kredit untuk belanja secara berlebihan atau panic buying.

Orang-orang yang salah dalam pengelolaan dan penggunaan kartu kredit juga bisa dipastikan akan mengalami kesulitan dalam mengurus tagihan kartu kredit yang muncul setelah digunakan. Sehingga bisa terjerat dalam utang kartu kredit. Biasanya, mereka yang gagal mengelola kartu kredit, akan mengajukan kartu kredit lainnya. Sehingga bisa berakibat pada terjerat utang di lebih dari satu kartu kredit yang pada akhirnya akan sulit untuk keluar dari permasalahan tersebut.

Sejak awal pengguna kartu kredit harus menyadari dengan baik, bahwa semua transaksi yang dilakukan dengan menggunakan kartu kredit adalah utang. Artinya, pemilik kartu harus menggunakannya untuk berbagai keperluan yang sangat penting saja.

Atau hanya jika diyakini memiliki sejumlah dana untuk membayar pada saat tagihannya datang. Jika pemikiran seperti ini dimiliki sejak awal, maka risiko terlilit utang kartu kredit akan menjadi lebih kecil. Karena pengguna kartu kredit akan sangat berhati-hati dalam menggunakan kartu kredit yang dimiliki.

Tips penggunaan kartu kredit yang benar

Dalam menggunakan kartu kredit, perlu untuk memahami beberapa tips dan trik berikut ini agar tidak terjebak dalam masalah finansial di kemudian hari.

Pilih kartu kredit yang tepat

Saat ini, ada puluhan jenis kartu kredit yang bisa dijadikan pilihan. Masing-masing kartu kredit tersebut menawarkan manfaat dan juga kelebihan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.

Oleh karena itu, masyarakat yang ingin menggunakan kartu kredit bisa memilih produk kartu kredit sesuai dengan kebutuhannya.

Apabila kamu senang bepergian ke luar kota dan hobi traveling, maka ada baiknya untuk menggunakan kartu kredit yang akan memudahkan dan memberikan penawaran menarik untuk melakukan reservasi hotel, pembelian tiket pesawat, fasilitas ruang tunggu di bandara, dan berbagai penawaran lainnya yang bisa mendukung perjalanan.

Kemudian, bila kamu senang melakukan perawatan di salon kecantikan, maka sebaiknya Anda memilih kartu kredit yang memiliki banyak promo dan diskon menarik di salon/klinik kecantikan, dan pusat kebugaran.

Jenis kartu kredit yang tepat akan membuatmu memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan manfaat maksimal dari kartu kredit tersebut.

Tidak perlu terlalu banyak kartu kredit

Sebagai pengguna pemula, sebaiknya kamu hanya menggunakan satu kartu kredit saja. Tetapi apabila memang benar-benar dibutuhkan, maka sebaiknya jumlah kartu kredit yang digunakan tidak lebih dari 2 kartu saja.

Kamu perlu menghindari menggunakan kartu kredit yang banyak, apalagi jika tidak benar-benar membutuhkannya. Terlalu banyak kartu hanya akan membuat pusing dengan sejumlah tagihan dan tanggal pembayaran yang berbeda-beda.

Jaga identitas kartu dengan baik

Kartu kredit sangat rentan terhadap berbagai tindakan kejahatan, terutama pembobolan yang bisa saja terjadi tanpa sepengetahuan pemiliknya. Untuk itu, jagalah kerahasiaan data kartu kredit yang kamu miliki dari orang lain. Walaupun itu saudara atau teman sendiri. Hal ini merupakan antisipasi terhadap tindak penyalahgunaan yang bisa merugikanmu nanti.

Pergunakan di tempat yang sesuai

Apabila kamu ingin mendapatkan manfaat maksimal dari kartu kredit yang dimiliki, maka kamu harus menggunakannya di tempat dan waktu yang tepat. Hal ini berarti penggunaan kartu kredit harus dipakai untuk berbagai hal yang dibutuhkan saja. Dengan memanfaatkan berbagai penawaran serta diskon yang ditawarkan kartu kredit tersebut.

Hal ini akan membantu kamu berhemat dengan praktis. Informasi terkait berbagai penawaran menarik dari kartu kredit bisa kamu ketahui dengan melihat katalog yang biasanya akan dikirim bersamaan dengan tagihan bulanan.

(Baca Juga: Keuntungan Dan Kerugian Penggunaan Kartu Kredit, Perlu Dipahami!)

Akan tetapi, jangan sampai kamu justru membuat transaksi yang sebenarnya sama sekali tidak kamu butuhkan, hanya karena berbagai penawaran menarik tersebut. Pastikan kamu hanya memanfaatkan penawaran menarik yang memang benar-benar dibutuhkan dan sesuai dengan kemampuan keuangan.

Teliti saat bertransaksi

Kamu harus teliti dan berhati-hati saat akan melakukan transaksi pembelian secara online. Karena hal ini sangat riskan atau mengandung risiko yang tinggi terhadap keamanan data. Serta dana yang terdapat di dalam kartu kredit kamu.

Terdapat banyak kasus pengguna kartu kredit mengalami kerugian yang besar setelah melakukan transaksi belanja online. Hal ini mungkin terjadi akibat adanya transaksi yang dilakukannya pada toko online yang tidak dapat dipercaya.

Jika kamu benar-benar membutuhkan sesuatu yang harus dibeli secara online, maka pastikan transaksi hanya dilakukan pada toko online yang bisa dipercaya. Artinya toko tersebut memiliki reputasi yang baik. Serta menjamin keamanan transaksi yang kamu lakukan.

Kondisi ini juga sama berlaku apabila kamu melakukan transaksi di toko offline, atau yang memang didatangi secara langsung. Kamu juga harus memastikan toko tersebut bisa dipercaya dan menjaga keamanan transaksi yang kamu lakukan.

Selalu perhatikan dengan baik ketika penjaga kasir memegang kartu kredit kamu dan pada saat melakukan penggesekan pada mesin EDC. Jangan biarkan mereka menggesek kartu tersebut dua kali, terutama jika dilakukan pada mesin EDC yang berbeda.

Hindari tarik tunai dengan kartu kredit

Hal yang perlu kamu pahami adalah kartu kredit berbeda dengan kartu debit yang selalu bisa digunakan untuk mengambil sejumlah dana tunai pada saat dibutuhkan di mesin ATM.

Setiap transaksi penarikan tunai yang kamu lakukan dengan menggunakan kartu kredit, akan dikenakan biaya penarikan yang jumlahnya rata-rata sebesar 4% atau minimal Rp50 ribu per transaksi. Oleh karena itu, kamu perlu mempertimbangkan kembali keinginan untuk melakukan penarikan dana secara tunai dari kartu kredit.

Bukan hanya biaya tarik tunai saja, sejumlah dana yang ditarik dari kartu kredit juga akan segera dikenakan bunga harian oleh pihak bank penerbit. Transaksi ini berbeda dengan pembelanjaan. Dalam transaksi tarik tunai, bunga yang dikenakan akan segera dihitung mulai pada hari transaksi tersebut dilakukan.

Oleh karena itu, kamu perlu disiplin dalam menggunakan kartu kredit. Jangan sampai kartu kredit dipakai untuk transaksi yang tidak penting. Seperti dengan melakukan pembelian panic buying.

Tidak perlu takut kehabisan bahan kebutuhan pokok, karena pemerintah menjamin ketersediaanya. Dengan begitu, kamu tidak perlu menggunakan kartu kredit untuk belanja secara berlebihan.

Tentang Penulis

Teti Purwanti

Ibu penuh waktu. Penulis setengah waktu. Jurnalis di sisa waktu.