Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Hobi Belanja di Luar Negeri? Ini Triknya Supaya Belanjaan Pribadi Lolos Bea Cukai

by Ariesta on 8 Mei, 2017

tipis belanja bebas cukai _ kartu kredit - CekAja.com

Liburan ke luar negeri tidak lagi semahal dulu. Saat ini sudah banyak pesawat low budget dengan harga terjangkau. Tidak hanya itu, pesawat full board pun berlomba-lomba membuat promo tiket murah melalui event travel fair.

Begitu juga dengan akomodasi. Semakin banyak akomodasi yang menawarkan harga terjangkau dan diskon besar. Tak heran traveling ke luar negeri semakin menjadi bagian hidup kaum urban.

Turis maupun traveler Indonesia terkenal dengan kebiasaan belanja. Maklum saja, Indonesia masih lekat dengan budaya membawa oleh-oleh. Sebelum pulang ke tanah air, membeli oleh-oleh atau titipan untuk teman dan sanak saudara menjadi kegiatan yang tidak terlewatkan.

Selain untuk oleh-oleh, tentu saja tidak lupa belanja untuk diri sendiri. Khususnya barang branded karena biasanya harga lebih miring di luar negeri. Namun kalap belanja di luar negeri bisa melahirkan dua masalah baru yakni overload bagasi dan membayar bea cukai mahal setiba di bandara.

Berikut hal-hal yang pasti membuatmu dikenakan cukai:

1. Membawa rokok, cerutu, atau tembakau

Sigaret 200 batang, cerutu 25 batang, tembakau 100 gram pasti akan dikenakan cukai. Selain itu cairan yang mengandung etil alkohol (termasuk parfum) akan dikenakan cukai.

2. Membawa belanjaan dengan nilai lebih dari US$250

Batasan nilai yang diberikan oleh bea cukai Indonesia atas barang impor yang dibawa penumpang dari luar negeri adalah US$250 atau US$1.000 per keluarga. Kalau nilai bawaanmu lebih dari itu, kemungkinan akan dikenakan cukai.

Lalu bagaimana jika membeli barang sehari-hari seperti baju atau sepatu dan total nilainya lebih dari US$250?  Jika memakai kurs 1 USD = Rp13.000, maka batas yang boleh dibawa adalah Rp3.250.000 saja.

Jangan khawatir, kamu tetap bisa belanja dengan nyaman dengan trik berikut.

Mencopot label harga

Katakanlah kamu berlibur ke Jepang dan banyak membeli pakaian merek Uniqlo dan GU. Jika ditotal bisa mencapai Rp5 juta. Cara teraman adalah mencopoti semua label harga sebelum menatanya di koper.

Namun kamu juga bisa mencopot sebagian dan membiarkannya sebagian. Asalkan jumlah yang masih berlabel harga tidak lebih dari US$250.

Meninggalkan kardus/kemasan

Khusus untuk yang senang membeli barang elektronik, kamu harus perhatikan hal ini. Harga ponsel dan kamera biasanya lebih dari US$250.

Misalnya kamu beli satu kamera dan satu ponsel dari Singapura. Kamera kamu jinjing di kabin, seperti digunakan untuk pemakaian pribadi. Sedangkan dusnya dilipat di koper. Ponsel barunya disimpan di dalam koper lengkap dengan dusnya. Cara seperti ini membuatmu berpeluang bebas pajak kalau harga ponsel kurang dari US$250.

Menggunakannya sebagai barang pribadi

Kamu membeli dua buah cincin dan sebuah kalung. Semuanya dibeli di sebuah toko perhiasan emas di Malaysia. Kamu memakai satu cincin dan satu kalung, sedangkan satu cincin ditaruh di kotak di dalam tas kabin.

Kemungkinan petugas pajak akan mengenakan bea untuk cincin yang ditaruh di tas karena menganggapnya bukan perhiasan pribadi (tidak dipakai). Tapi kalau kamu memakai semuanya, kamu bisa beragumen bahwa perhiasan yang dibeli memang untuk diri sendiri dan bukan untuk dijual.

Tidak membeli barang berjenis sama dengan jumlah tidak wajar

Kamu membawa 10 pasang sepatu bermerek, 10 tas, dan tiga ponsel. Meski kamu sudah mempereteli label harga, kardus, serta mengondisikan sebagai barang pribadi, kamu tetap berpeluang dicurigai petugas bea cukai karena membawa dengan jumlah yang tidak wajar. Hal ini karena indikasi barang tersebut akan dijual di Indonesia.

Hal seperti ini pernah dialami Syahrini. Penyanyi yang membuat tren bulu mata anti badai ini harus berurusan dengan pihak bea cukai sepulang berlibur dari Amerika Serikat. Karena keasyikan belanja, Syharini membawa 12 koper ke tanah air. Empat di antaranya ditahan pihak bea cukai karena belum ditebus.

Kalau cukai yang dikenakan untuk satu tas mewah bisa senilai tas mewah tersebut, tidak terbayang berapa pajak yang harus dibayar Syahrini jika dia membeli banyak tas mewah.

Mengisi custom declaration dengan benar dan jujur

Sebelum mendarat, biasanya pramugari akan membagikan custom declaration. Kalau kamu membawa barang-barang yang di antaranya:

  • Hewan, ikan, dan tumbuhan termasuk produk yang berasal dari hewan, ikan, dan tumbuhan
  • Narkotika, psikotropika, obat-obatan,
  • Senjata api, senjata angin, senjata tajam, amunisi, bahan peledak
  • benda/publikasi pornografi berupa film sinematografi, pita video berisi rekaman, video laser disc atau piringan hitam; atau uang dalam Rupiah atau dalam mata uang asing senilai Rp 100 juta atau lebih,

kamu akan diperiksa lebih lanjut oleh pihak bea cukai. Jika terbukti menyalahi hukum, kamu akan diporses sesuai aturan yang berlaku.

Menyiapkan argumen logis

Barang yang dibeli di Indonesia, kamu bawa ke luar negeri, kemudian kamu bawa pulang lagi ke Indonesia sebenarnya bebas cukai. Katakanlah kamu membawa tiga laptop baru ke Amerika untuk mengikuti seminar selama seminggu. Setiba di Indonesia, kamu diperiksa karena membawa banyak laptop.

Oleh-oleh seperti makanan, cokelat, barang pecah belah sebenarnya layak kena cukai jika nilainya melebihi US$250. Namun fakta di lapangan seringnya barang elektronik, sigaret, cerutu, dan alkohol saja yang kena cukai. Hal ini karena barang-barang tersebut jelas wujudnya ketika di x-ray.

Jika kamu terjebak dalam situasi yang disebutkan sebelumnya, kamu harus menguatkan argumen kalau barang elektronik tersebut dibeli di Indonesia. Barang yang dibeli di Indonesia sudah dikenai pajak, sehingga kamu tidak wajib membayar pajak lagi.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami