Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Hore! Pendaftaran CPNS 2018 akan Dibuka Agustus Ini

by Achmad Fauzi on 8 Agustus, 2018

Kabar gembira bagi Anda yang ingin bekerja di pemerintahan. Pasalnya, pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebentar lagi akan dibuka.

PNS kerja

Menteri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur menyatakan bahwa pendaftaran CPNS akan dibuka pada bulan Agustus ini.

Dengan akan dibukanya pendaftaran, artinya Anda punya kesempatan menjadi seorang PNS. Meski begitu, Anda harus melewati beberapa tahapan dan memenuhi persyaratan. Banyak sekali keuntungan menjadi seorang PNS, maka tak heran jika masyarakat berlomba-lomba mengikuti tes CPNS.

(Baca juga: Ini Berbagai Kemudahan Pendaftaran CPNS 2018)

Masih Rampungkan Formasi

Menpan RB Asman Abnur mengatakan, lamanya pembukaan pendaftaran CPNS disebabkan oleh masih belum rampungnya penyusunan formasi profesi hingga lokasi penempatan. Adapun, seleksi penerimaan calon abdi negara kali ini bakal difokuskan pada profesi guru dan tenaga kesehatan.

Hal itu dikarenakan orang nomor satu di Republik ini yaitu Presiden Joko Widodo meminta langsung kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara–Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur agar memprioritaskan dua profesi tersebut dalam penerimaan CPNS 2018.

Persyaratan Pendaftaran

Perlu Anda ketahui, pada pendaftaran CPNS tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai panitia pendaftaran CPNS merubah jalur pendaftaran menjadi satu pintu.

(Baca juga: Ini Tahapan Pendaftaran CPNS 2018)

Pada pendaftaran CPNS sebelumnya, calon pendaftar harus mendaftar di dua portal yakni, BKN dan Lembaga yang dituju. Namun, kini pendaftarannya akan terpusat pada portal sscn.bkn.go.id.

Selain itu, Anda juga harus mempersiapkan berbagai dokumen yang menjadi syarat pendaftaran CPNS. Nah, berikut dokumen yang menjadi syarat untuk mendaftar CPNS 2018.

  1. Fotokopi KTP
  2. Fotokopi Ijazah dan Transkip Nilai yang telah dilegalisir
  3. Surat keterangan akreditasi dari BAN PT
  4. Pas foto terbaru ukuran 4×6 cm sebanyak 4 lembar dengan latar belakang merah

(Baca juga: Guru dan Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas dalam CPNS 2018)

Dokumen tambahan bagi lulusan DIII dan SMA/sederajat:

  1. Materai Rp 6.000
  2. Fotokopi KTP
  3. Fotokopi ijazah/STTB
  4. Fotokopi ijazah SD
  5. Fotokopi ijazah SLTP
  6. Fotokopi ijazah SLTA

Lokasi Seleksi Tersebar di 134 titik

BKN juga telah menetapkan beberapa tempat yang akan menjadi lokasi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi para calon pendaftar. Setidaknya, kurang lebih ada 134 titik yang akan dijadikan lokasi untuk SKD. Meski begitu, jumlah tersebut masih tentatif dalam arti bisa berubah mengikuti kebutuhan perkembangan yang ada.

Namun perlu Anda ketahui, pelaksanaan seleksi juga menggunakan satu sistem yaitu dengan Computer Assissted Test (CAT-BKN). CAT adalah suatu metode seleksi dengan alat bantu komputer yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi pelamar CPNS.

(Baca juga: Wah! Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II Tertinggi Sejak 2013)

Sistem ini dipercaya untuk mempermudah dan mempercepat jalannya seleksi. Karena, calon pendaftar tak perlu lagi melingkari lembar jawaban. Selain itu, dengan sistem CAT-BKN, akan meningkatkan kepercayaan publik karena adanya objektivitas dan transparansi.

Enaknya Menjadi PNS

Tingginya minat masyarakat untuk bekerja di lingkungan pemerintah dapat dimaklumi. Dengan beragam kemudahan dan juga fasilitas yang bakal didapatkan pasca menjadi PNS, menjadi gula-gula tersendiri bagi para job seeker ataupun mereka yang mencari keamanan dalam karirnya.

Salah satunya adalah kemudahan untuk mendapatkan tempat tinggal. Pemerintah memberikan bantuan uang muka sebesar Rp4 juta untuk PNS yang belum memiliki rumah. Selain itu juga terdapat beberapa benefit lainnya jika Anda menjadi PNS seperti berikut ini.

(Baca juga: Serba-serbi Asuransi Gempa Bumi)

Bunga KPR flat 5 persen sampai 20 tahun

PNS yang tergolong MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) juga bisa mendapatkan bunga KPR flat 5 persen sampai 20 tahun jika membeli rumah bersubsidi. Pemerintah mengategorikan MBR sebagai masyarakat berpenghasilan maksimal Rp4 juta untuk dapat mencicil rumah tapak, dan penghasilan di bawah Rp7 juta untuk rumah susun.

Bisa jaminkan sertifikat PNS

Meski belum punya kendaraan yang bisa digunakan untuk agunan saat meminjam ke bank, PNS rupanya bisa menjadikan sertifikat pengangkatan sebagai jaminan. Tentunya ini jadi keistimewaan jika dibandingkan dengan karyawan swasta.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) adalah salah satu bank yang mempunyai produk kredit bernama BRIGuna yang sering digunakan PNS untuk meminjam uang. Jaminannya adalah SK pengangkatan pertama dan SK terakhir. SK yang dijaminkan harus asli dengan jangka waktu maksimal pelunasan selama 10 tahun.

(Baca juga: Daftar Bisnis yang Moncer Saat Asian Games 2018, Cek Yuk!)

Punya gaji tetap

Salah satu syarat mengajukan KPR adalah memiliki penghasilan tetap minimal Rp2,5 juta per bulan. Selain itu penghasilan PNS yang dihitung dari tunjangan rutin dan bonus lebih mudah dihitung angka pasti. Penghasilan stabil seperti ini memudahkan bank dalam menilai PNS sebagai nasabah yang layak mendapatkan kredit.

Banyak pengembang bangun rumah khusus PNS

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) dan Persatuan Guru ‎Republik Indonesia (PGRI) bekerja sama membangun rumah murah untuk guru berstatus PNS di Palembang dan Lampung. Rumah tersebut dijual dengan harga sangat murah, sebesar Rp75 juta sampai Rp110 juta per unit.

Selain itu Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah sudah membangun 5.800 unit rumah di mana yang 3.800 unit adalah rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan untuk PNS.

(Baca juga: Ini Berbagai Cara Mengumpulkan Dana untuk Berkurban)

Banyak juga pemerintah kota dan kabupaten yang bekerja sama dengan pengembang untuk membangun rumah khusus PNS. Hal ini sejalan dengan program pemerintahan Jokowi yakni Program Nasional Sejuta Rumah.

Tentang Penulis

Achmad Fauzi

Jurnalis yang hampir menjadi pemain bola internasional.