Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Hujan Kembali Melanda, Cek 4 Jurus Jaga Daya Tahan Tubuh Ini

by Giras Pasopati on 26 April, 2018

asuransi kesehatan - CekAja.com

Hujan lebat mulai kembali melanda beberapa wilayah di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, meski menjelang musim kemarau, terdapat suatu fenomena yang menyebabkan hujan kembali hadir. Jaga kesehatan Anda dengan menyimak empat kiat menjaga daya tahan tubuh di musim hujan ini!

Seperti diketahui, kejadian cuaca ekstrem di beberapa daerah seperti hujan disertai puting beliung di Yogyakarta dan Minahasa, banjir di Cilegon dan Bumi Ayu pada saat musim peralihan dari penghujan menuju kemarau menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Drs. Herizal, M.Si menerangkan, berkembangnya aktifitas cuaca signifikan beberapa hari ini di sejumlah wilayah, selain pengaruh dinamika cuaca lokal, giatnya aktivitas cuaca juga didukung oleh aktifnya aliran massa udara basah yang lebih dikenal dengan fenomena skala regional Madden Julian Oscilation (MJO) atau fenomena gelombang atmosfer tropis yang merambat ke arah timur dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik.

“MJO memiliki siklus perambatan 30-90 hari, dan dapat bertahan pada suatu fase (lokasi perambatan yang digambarkan dalam kuadran) sekitar 3 – 10 hari,” ungkapnya dalam keterangan resmi.

(Baca juga: Mau Beli Kendaraan di IIMS 2018? Cek Diskon dan Promonya!)

Saat ini fase basah (konvektif) MJO terpantau sudah berada di kuadran 4, di wilayah Benua Maritim Indonesia. MJO fase ini memberikan pengaruh dalam meningkatkan suplay uap air yang berkontribusi pada pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah.

MJO kali ini juga berkaitan dengan berkembangnya banyak pusaran di sekitar wilayah Indonesia yang memicu pemusatan massa udara dan jalur pertemuan angin (konvergensi) yang dapat memicu pertumbuhan awan yang signifikan.

Dari sisi iklim, kehadiran MJO ini dapat meredam suhu panas dan hari hari kering di beberapa daerah yang sudah memasuki musim kemarau.Tetapi hal itu tidak berarti musim kemarau menjadi gagal atau tertunda.

“MJO diperkirakan aktif hingga awal Mei nanti. Setelah itu kondisi atmosfer akan kembali cenderung kering, musim kemarau diperkirakan dominan di semua tempat di Pulau Jawa,” kata Herizal.

Nah, setelah memperoleh penjelasan dari BMKG tersebut, ada baiknya Anda mulai untuk menjaga kondisi kesehatan. Seperti kita ketahui, perubahan suhu yang cepat biasanya membuat daya tahan tubuh menurun dan pada akhirnya membuat jatuh sakit. Silakan simak kiatnya agar penyakit menjauh dari tubuh Anda!

Jaga pola makan dan konsumsi vitamin multimineral

Salah satu hal penting dalam menjaga daya tahan tubuh adalah memastikan asupan gizi yang baik. Daya tahan tubuh Anda bisa menurun apabila kurang asupan nutrisi. Kebersihan makanan juga penting sehingga kuman penyakit tak mudah masuk dan berkembang.

Usahakanlah makan tiga kali sehari yaitu sarapan, makan siang dan makan malam. Agar tubuh mempunyai kalori yang cukup untuk beraktivitas, meski cuaca dingin. Perhatikan juga pola makan sehat dengan mengonsumsi karbohidrat, lauk pauk, sayuran, buah-buahan dan minuman.

Anda sebaiknya juga mengonsumsi makanan atau minuman probiotik agar terhindar dari infeksi seperti flu dan diare. Mengonsumsi probiotik membantu menjaga usus agar sistem pencernaan lancar. Contoh makanan probiotik adalah yoghurt, tahu, tempe, dan acar.

Mulai rutin olahraga

Olahraga terbukti bisa melancarkan metabolisme tubuh Anda. Dengan metabolisme tubuh yang baik, Anda bisa lebih fit saat menjalani rutinitas. Tak hanya itu, Anda bisa memperoleh waktu tidur yang berkualitas karena kondisi metabolisme tubuh yang baik.

Jaga kualitas tidur

Waktu tidur yang cukup sangat penting untuk pemulihan seluruh sistem tubuh Anda. Maka dari itu, kualitas tidur itu sangat penting dalam menjaga kesehatan.

Anak usia prasekolah usia 3-5 tahun membutuhkan tidur 10-13 jam, anak sekolah usia 6-13 tahun membutuhkan tidur 9-11 jam. Lalu, remaja usia 14-17 tahun butuh 8-10 jam. Usia 18-25 tahun direkomendasikan tidur selama 7-9 jam. Sementara, usia dewasa 26-64 tahun membutuhkan tidur 7-9 jam. Lalu para lanjut usia direkomendasikan tidur selama 7-8 jam.

Mengelola stres

Stres sangat berpengaruh bagi kondisi fisik kita juga. Ketika seseorang stres, akan berdampak secara fisiologis seperti gelisah, detak jantung meningkat dan mudah letih.

(Baca juga: Rupiah Dekati Level 14.000 per Dolar AS, Bagaimana Stabilitas Keuangan Negara?)

Salah satu cara mengelola stres dengan menenangkan diri dengan relaksasi. Relaksasi dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Olahraga yoga juga sangat baik dalam mengelola stres. Yoga dapat membuat tubuh dan pikiran Anda rileks serta bugar kembali.

Nah, jika Anda ingin lebih berjaga-jaga dari penyakit, maka sebaiknya menyiapkan asuransi kesehatan agar tak perlu repot memikirkan biaya apabila sakit melanda. Silakan pilih dan ajukan asuransi kesehatan di CekAja.com dengan proses yang mudah, aman dan terpercaya!

Tentang Penulis

Giras Pasopati

Penulis dan mantan jurnalis. Penikmat sate kambing, musik punk dan rock. Senang membaca buku sejarah dan sastra.