Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Ilmu Melipatgandakan Uang yang Digunakan Para Miliarder Dunia

by Tisyrin N. T on 14 Oktober, 2016

melipatgandakan uang - CekAja.com

Pemberitaan tentang sosok Dimas Kanjeng yang konon dapat menggandakan uang sempat memenuhi media massa mulai dari cetak hingga elektronik. Yang menyedihkan, tak lama setelah pria bernama Taat Pribadi itu ditahan aparat kepolisian, laporan dugaan penipuan dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah mulai bermunculan. Jika penipuan tersebut terbukti benar, hal ini menunjukkan masih banyak orang Indonesia yang tamak dan ingin kaya raya secara instan.

Padahal, cara-cara melipatgandakan uang yang jauh lebih rasional dan modern sudah lama ada di Indonesia. Bahkan, tidak sedikit orang-orang kaya bahkan miliarder mempraktikkannya. Mau tahu cara melipatgandakan uang yang dilakukan para miliarder? Baca terus artikel ini hingga tuntas.

Investasi saham sejak dini

Salah satu dari 5 orang terkaya di dunia, Warren Buffett, mampu melipatgandakan kekayaan melalui investasi saham. Tahukah kamu, modal yang dia gunakan ketika berinvestasi saham pertama kali di usia 11 tahun hanya US$ 38. Namun, saat dia berusia 50 tahun, kekayaan dari investasi saham yang dilakukannya terus menerus itu mencapai US$ 62,7 miliar. Salah satu tips kaya raya ala Warren Buffett adalah menginvestasikan keuntungan.

Maksudnya, ketika bisnis atau investasi kamu sedang menghasilkan keuntungan, jangan terburu-buru membelanjakannya. Investasikan kembali keuntungan yang kamu dapatkan. Dengan begitu, kamu bisa menuai hasil lebih banyak lagi.

(Baca juga: Melebihi Harga Rumah, Ini 12 Jam Tangan Pria Termahal di Dunia)

Membangun bisnis rintisan

Bos Facebook, Mark Zuckerberg adalah satu di antara sedikit orang yang berhasil menjadi miliarder di usia 30-an. Sumber kekayaan utama pria yang pernah drop out dari Universitas Harvard tersebut adalah perusahaan yang dulu dirintisnya di usia 19 tahun. Facebook yang semula merupakan proyek tugas kuliah kini bertumbuh menjadi perusahaan raksasa bernilai US$ 350 miliar.

Tak sedikit miliarder yang mulai bergerak menghasilkan uang di usia muda. Mumpung kamu masih muda, jangan bermalas-malasan apalagi terjebak pada iming-iming kaya secara instan. Semua orang sukses memulai segala sesuatu dengan sabar dan kerja keras. Untuk itu kamu bisa memulai menjalankan bisnis sampingan yang minim modal.

Hidup hemat

Warren Buffet, Elon Musk dan Michael Bloomber adalah miliarder dunia yang terkenal dengan kebiasaan hidup hematnya. Bahkan, gaya hidup sederhana itulah yang membuat mereka masuk dalam jajaran orang terkaya. Michael Bloomber misalnya, taipan media ini bahkan pernah hanya memiliki dua pasang sepatu kerja selama 10 tahun. Menghindari konsumsi berlebihan dan memperbesar tabungan merupakan cara cerdas meipatgandakan uang yang kamu miliki.

Punya banyak portofolio investasi

Para miliarder pasti memiliki portofolio investasi yang beragam. Mengapa? Karena banyaknya portofolio membuat risiko yang bisa muncul dari investasi tersebut semakin rendah. Conothnya, bila kamu hanya menginvestasikan uang pada properti. Saat harga properti turun, kekayaanmu juga otomatis turun. Beda halnya jika kamu mendiversifikasi kekayaan ke instrumen lain seperti deposito atau reksa dana. Saat investasi properti milikmu turun, kekayaan kamu masih bisa ditopang oleh instrumen lain yang kamu miliki.

(Baca juga: Ini Bedanya Reksa Dana Syariah dan Konvensional)

Menggunakan jasa ahli

Para miliarder menggunakan jasa para ahli seperti perencana keuangan hingga manajer pengelola kekayaan untuk membantu mengembangkan kekayaan mereka. Alasannya beragam mulai dari keterbatasan waktu yang mereka miliki hingga keterbatasan pengetahuan mereka soal investasi dan keuangan. Kamu punya kekayaan yang bisa dikelola? Tak ada salahnya menggunakan jasa manajer pengelola kekayaan apalagi jika kamu masih merasa awan soal investasi.

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.