Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

2 menit waktu bacaan

Infografis: Berapa Besar Kerugian Karena Kemacetan?

by hanna on 18 Agustus, 2014

Anda pernah menghitung kerugian materi yang diderita hanya karena kemacetan lalu lintas? Ternyata kerugian akibat kemacetan di Jakarta bisa mencapai sekitar Rp 28,1 triliun per tahun.

Pada tahun 2009, pakar lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Dr. Firdaus Ali, MSc., pernah mengungkapkan tentang perhitungan jumlah kerugian akibat kemacetan di Jakarta. Tidak tanggung-tanggung, kerugian yang dihasilkan mencapai Rp2,8 triliun. Untuk menggambarkan rincian kerugian apa saja yang terjadi, kami mencoba untuk menampilkannya pada infografik berikut:

 

infographic-macet

Perhitungan kerugian tersebut memang sudah dilakukan 5 tahun lalu. Namun, jika kita melihat realitas kemacetan di Jakarta yang semakin meningkat saat ini, maka bisa disimpulkan bahwa kerugian pun bisa jadi bertambah. Bahkan, di tahun yang sama lembaga bernama Study on Integrated Transportation Master Plan for Jabodetabek (SITRAMP) pernah menghitung kerugian akibat macet di DKI Jakarta mencapai Rp8,3 triliun.

Kerugian itu mencakup tiga aspek, yaitu kerugian biaya operasi kendaraan Rp3 triliun, kerugian akibat waktu Rp2,5 triliun, dan kerugian dampak kesehatan akibat polusi udara sebesar Rp2,8 triliun. Bila memakai data Kadin DKI Jakarta yang didapatkan kajian Universitas Indonesia (UI), dikatakan bahwa kerugian ekonomi akibat kemacetan di Jakarta ini setiap tahunnya berkisar Rp12,8 triliun.

Sekedar informasi, menurut data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, di tahun 2013 jumlah kendaraan di Jakarta dan sekitarnya mencapai 16 juta unit. Dari data tersebut, kendaraan roda dua ada 11 juta unit, mobil sejumlah  tiga juta unit, bus 360 ribu unit, 617 unit mobil barang, dan 133 unit kendaraan khusus. Luar biasa, bukan?

Tentang Penulis

hanna

Social media writer, coffee lover, twenty-something.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami