Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Ingin Berkarier Sebagai Makeup Artist? Ini Tips Agar Kamu Sukses

by Ariesta on 14 Oktober, 2016

make up artist _ investasi - CekAja.com

Dulu, banyak orang mengira Make-up Artist (MUA) adalah orang yang mendandani para artis/selebriti. Singkatnya, perias khusus artis. Kata artist dalam benak orang Indonesia memang lekat dengan artis atau orang yang memerankan seni lakon. Padahal artis dalam konteks ini diambil dari kata actress. Sedangkan artist yang terdapat dalam istilah Make-up Artist menggambarkan kalau profesi ini membutuhkan keterampilan artisitik atau seni tinggi.

Jika dulu profesi MUA dipandang sebelah mata, kini MUA tengah naik daun. Penghasilannya pun tidak main-main. Seorang MUA ternama, misalnya, mematok tarif makeup pernikahan (hanya makeup tanpa sewa baju) seharga Rp9 juta untuk wilayah Jakarta dan Rp17 juta di luar Jakarta. Harga ini belum termasuk akomodasi, transportasi, dan konsumsi jika diundang ke luar daerah. Jika dalam sebulan menerima tiga pelanggan di luar daerah dan lima di Jakarta, penghasilan yang bisa dikantongi mencapai Rp96 juta! Fantastis bukan?

Seorang MUA yang handal dianggap bisa menyulap wajah siapapun. Permintaan yang semakin tinggi membuat profesi ini semakin banyak ditekuni. Jika dulu menjadi seorang tata rias mensyaratkan pendidikan kecantikan, kini banyak MUA yang awalnya tidak memiliki latar belakang pendidikan bidang kecantikan, mengambil kursus atau belajar otodidak demi menggeluti profesi Make-up Artist (MUA).

Bagi kamu yang saat ini sedang atau ingin merintis karier sebagai MUA, yuk intip tips dari MUA muda yang sedang naik daun, Dini Nurdiani, berikut ini.

dininurdiani-mua

Apa yang membedakan seorang MUA dengan tukang rias biasa?

Menurut aku, tukang rias itu model riasannya pakem dan lebih tradisional. Kalau ada yang doa-doa atau puasa, kita menamakannya tukang rias. Tapi kalau MUA lebih mengikuti perkembangan zaman. Peralatannya lebih modern, gaya makeupnya juga tidak pakem.

Haruskah punya latar belakang tata rias untuk menjadi MUA?

Sebenarnya ini opsional. Memang ada yang hobi lalu otodidak. Tapi ada juga yang tidak punya skill lalu belajar. Kalau aku awalnya memang hobi menggambar dan melukis. Ibaratnya sekarang wajah orang menjadi kanvasnya. Jadi aku belajar otodidak alias nggak punya pendidikan formal tapi memang sudah terbiasa main kuas dan mainin warna.

Aku juga memang biasa makeup karakter karena pernah gabung di teater. Seiring berjalannya waktu aku banyak nonton video Youtube untuk belajar makeup natural. Modelnya teman-teman aku. Aku juga pernah ikut workshop untuk ngebentuk alis tanpa dicukur.

Bagaimana cara menarik konsumen?

Awalnya aku memasarkan jasa MUA lewat Facebook, tapi sekarang lewat Instagram. Cukup upload menggunakan hashtag. Misalnya #muajakarta #makeupartist, ini pasti banyak orang yang nyari. Dengan hashtag ini portofolio jadi makin tersebar.

Sejauh apa pengaruh media sosial dalam menarik konsumen?

Media sosial ibarat pemasaran gratis yang nggak ada jenjang waktunya. Karena lewat Instagram kita selalu dapat pelanggan baru. Jadi pengaruhnya memang lebih besar daripada promosi dari mulut ke mulut.

Adakah tips memasang portofolio di media sosial?

Modal MUA selain peralatan juga kamera, jadi harus punya kamera yang memadai. Tapi terkadang konsumen juga ragu. Fotonya kayaknya editan deh, soalnya mulus banget. Supaya orang-orang nggak punya persepsi seperti itu, kita bisa sisipkan video. Misalnya behind the scene saat proses makeup. Jadi orang bisa lihat, oh ternyata foto dan video makeupnya sama. Durasinya tidak perlu panjang-panjang, yang penting terlihat makeupnya seperti apa.

Banyak MUA yang menggunakan mode beauty cam. Tapi aku pakai Canon G1X. Beauty cam memang membuat foto terkesan flawless, tapi kekurangannya tone warna makeup jadi menurun. Kameraku ini memang bukan beauty cam, tapi kontrasnya bagus dan bisa menangkap detail sehingga warna eye shadow jadi kelihatan.

Apakah merek kosmetik mempengaruhi harga jasa seorang MUA? Dan perlukah MUA selalu pakai merk premium?

Menurutku brand komestik yang dipakai MUA turut mempengaruhi tarif. Soalnya sekarang klien pasti tahu, brand makeup high end sama yang low end. Nggak mungkin kan pakai brand low end tapi pasang tarif Rp700.000.

Jadi sewaktu masih merintis, tidak perlu peralatan makeup yang mahal. Tapi kita tingkatkan dulu skill dan keluwesan tangan. Kalau sudah mahir, baru deh cicil beli makeup high end. Soalnya kalau dari awal sudah beli high end, tapi nggak mengerti cara pemakaiannya, hasilnya bakal sama saja. Aku pun masih menggunakan produk lokal. Ini pun karena aku tahu fungsi dari brand lokal yang aku pakai sama bagusnya dengan brand luar. 

Sekarang ini teknik apa yang sedang tren dan bagaimana cara supaya selalu update perkembangan makeup terbaru?

Sekarang yang sedang ngetren teknik baking, sebelumnya sempat ngetren strobbing. Kalau dulu kan MUA pakai bedak lalu dibuat rata, kalau sekarang di-baking dulu. Fungsinya agar makeup tahan lama. Baking ini artinya menaruh banyak bedak di bawah mata, di bawah contour, lalu dibaur.

Aku selalu nonton Youtube untuk tetap update dengan tren makeup terbaru. Misalnya untuk tahu apa sih yang sedang tren di Amerika. Gaya makeup masing-masing negara juga bisa dipelajarai dari beauty blogger. Karena sebuah tren selain diciptakan oleh ambasador brand makeup, juga oleh beauty blogger.

Dapatkan diskon dan cashback hingga 25% setiap berbelanja dengan kartu kredit berikut ini

Tentang Penulis