Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Ini 5 Bahaya Bekerja Sebelum Jam 10 Pagi Buat Tubuh

by Anes Saputra on 24 Februari, 2020

Meski orang tua selalu berpesan agar kita harus bangun dan mulai bekerja sejak pagi supaya rezeki tidak dipatok ayam, ternyata itu tidak wajib diikuti loh. Justru bekerja terlalu pagi akan membahayakan diri kita sendiri.

psikolog

Artikel ini bukan untuk menakuti atau mendukung kamu buat selalu bangun siang, nyatanya ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa bekerja sebelum jam 10 pagi bisa berbahaya. Ditambah lagi jika kamu tidur larut malam dan bangun terlalu pagi. 

Menurut penelitian yang dilakukan beberapa universitas di Inggris, dalam jangka waktu 7 hari di mana kamu tidur dalam waktu kurang dari 6 jam per malam akan menyebabkan 700 perubahan pada fungsi genetik tubuh.

Dampaknya akan berpengaruh terhadap kinerja, ingatan, konsentrasi, dan bahkan perubahan secara fisik di antaranya kenaikan berat badan, tekanan darah tinggi, atau risiko penyakit jantung. 

Berikut adalah 5 hasil penelitian terkait jam kerja, kecukupan istirahat, dan dampaknya bagi manusia tersebut:

1. Rentan sakit

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr. Paul Kelly di Universitas Oxford, Inggris, mulai bekerja atau sekolah setelah jam 10 pagi adalah hal yang dibutuhkan oleh tubuh. Dengan pengaturan jam yang demikian akan menyelematkan energi dan sel-sel saraf sehingga tubuh tidak mudah sakit. 

Dia juga menyebutkan selain menyelamatkan kesehatan, kebiasaan ini juga disebut bisa menyelamatkan dompet. Alasannya adalah kamu tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya berobat ke rumah sakit gara-gara penyakit yang muncul akibat terlalu lelah bekerja. 

2. Memicu stres

Pada tahun 2015 silam, Doktor Kelly juga sempat menyinggung bahwa kurangnya waktu tidur adalah masalah penting yang harus diselesaikan oleh masyarakat perkotaan zaman sekarang. Sayangnya, masalah ini malah sering diabaikan atau dianggap enteng. 

(Baca juga: Pekerjaan yang Cocok untuk Introvert dan Ekstrovert, Kamu yang Mana?)

Padahal jika kamu tidur larut malam, sang Doktor sangat menganjurkan agar kamu baru mulai bekerja setelah jam 10 pagi. Pasalnya, apabila kamu baru tidur 1 atau 2 jam lalu harus bangun untuk bekerja, tubuh tidak siap.

Pada saat kita memaksa tubuh untuk bangun padahal tubuh belum mau, kamu akan lebih berisiko mengalami stres. Entah kamu sadari atau tidak, pemaksaan bangun untuk bekerja akan membuat pikiran kamu seolah berada dalam tekanan.

3. Produktivitas berkurang

Para peneliti lainnya di Oxford juga menemukan bahwa memaksa karyawan untuk mulai bekerja sebelum jam 10 pagi bisa membuat mereka jadi sakit, mudah kelelahan, dan mengalami stres yang parah.

Pola jam kerja yang tidak sehat tersebut secara tidak langsung merupakan sebuah ancaman bagi tingkat produktivitas serta kesehatan fisik, mental, dan emosi para pekerja.  

Tahukah kamu bahwa ternyata bangun terlalu pagi saat tubuh belum siap bisa memicu frustrasi dan rasa khawatir yang berlebihan. Jangan-jangan selama ini kamu sudah merasakan tapi mengabaikannya?

Mulai sekarang jangan diabaikan lagi. Itu adalah tanda di mana kamu kurang tidur.

Doktor Kelly menjelaskan bahwa ketika kamu menggunakan bantuan alarm untuk bangun pagi, itu akan membuat kamu tetap merasa setengah tidur meski kamu sudah bangun. 

4. Risiko kecelakaan kerja meningkat

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kondisi memaksakan diri untuk bangun padahal belum tidur secara cukup akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Kamu tidak akan bisa bekerja secara optimal dan fokus terutama dalam masa 3-4 jam pertama. Hal itulah yang ditemukan oleh peneliti bernama Stuart McFarlene.

Lebih parahnya lagi, kondisi tubuh yang belum siap bangun tersebut ternyata juga terbukti banyak menyebabkan kecelakaan kerja. Hal ini harus diwaspadai oleh kamu yang berprofesi sebagai pilot, petugas pemadam kebakaran, petugas ambulance, dan sejenisnya.

5. Kekebalan tubuh turun hingga depresi

Jadwal tidur yang buruk dan kurangnya jam tidur secara signifikan mempengaruhi kinerja organ dalam tubuh. Bagian tubuh yang paling banyak terkena dampak antara lain sistem pencernaan, aliran darah, endokrin, dan masih banyak lagi.

Buruknya jam tidur juga sangat berdampak terhadap sistem kekebalan tubuh dan perubahan hormon. Tidak heran orang yang kurang tidur atau masih ingin tidur tapi terpaksa bangun akan mengalami mood yang sangat buruk. Jika tidak segera diperbaiki, mood swings yang awalnya terjadi lama kelamaan akan bisa menjadi depresi.

(Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Memutuskan Pensiun Dini dari Pekerjaan)

Untuk membuktikan teorinya, Doktor Kelly sempat melakukan sebuah tes di beberapa sekolah di Inggris Raya. Hasilnya adalah murid yang mulai sekolah pada jam 10 pagi memiliki produktivitas yang lebih baik dibandingkan dengan murid yang kelasnya dimulai jam 8 pagi. 

Angka kehadiran siswa juga lebih tinggi dan kondisi kesehatan murid terlihat lebih baik pada sekolah yang masuk lebih siang. Alasannya mereka punya waktu yang lebih untuk tidur dan pada saat terbangun mereka tidak dalam kondisi memaksakan diri. 

Kamu sendiri pasti juga bisa membedakan mana yang lebih enak dan menyegarkan bagi tubuh apakah bangun secara terpaksa atau bangun saat tubuh siap? Kamu bisa membandingkan sendiri pada saat hari kerja dan hari libur. 

Artikel dari penelitian ini tidak ditujukan untuk menakuti kamu yang terpaksa bangun jam 5 pagi demi mengejar kereta atau agar tidak terjebak kemacetan Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Ini hanyalah pengingat agar kamu lebih memperhatikan pola tidur. 

Jika kamu memang harus bangun pagi-pagi sekali, pastikan untuk tidur lebih awal. Jangan sampai tubuh kurang mendapatkan istirahat.

Lindungi diri dari berbagai risiko penyakit yang rentan menyerang akibat kamu kurang istirahat, dengan memiliki asuransi kesehatan yang bisa kamu pilih, ajukan, dan miliki langsung lewat CekAja.com.

 

Tentang Penulis

Anes Saputra

Artikulasi Sinekdoke