Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Ini 5 Bisnis Kuliner yang Laris Manis Saat Musim Hujan

by Sindhi Aderianti on 22 November, 2018

Usaha kuliner memang tak ada matinya. Seiring dengan zaman yang terus berkembang, trend dan gaya masyarakat juga mendukung bisnis kuliner untuk semakin maju. Terang saja, hal ini dikarenakan semua orang pasti butuh makanan.

makanan tradisional

Belum lagi rasa penasaran yang muncul untuk mencoba makanan yang tampak unik. Lihat saja, ada berapa banyak warung atau tempat penjual makanan di sekitar Anda dan apakah pernah melihat yang tidak laku?

Di musim hujan ini, ada beberapa makanan yang justru lebih digandrungi. Biasanya yang hangat atau pedas karena cocok dengan cuaca yang dingin. Berikut ini 5 contoh usaha kuliner tersebut:

1. Seblak

Seblak menjadi kuliner yang paling digemari, terutama ketika musim hujan. Makanan khas kota Bandung ini satu porsinya berisi isian kerupuk rebus, kwetiau, telur, bakso, sosis, hingga ceker.

Ditambah siraman kuah pedas yang amat menggugah selera. Cara membuat Seblak Bandung tergolong mudah.

Tak berbeda dengan cara menyajikan mi instan. Salah satu bumbu utama selain bawang merah dan bawang putih, bumbu seblak juga bisa dikombinasikan dengan bebagai sayuran seperti daun bawang, tangkai seledri atau kemiri.

Maka tak heran kalau omzet bisnis musim hujan ini tak diragukan lagi, untungnya saja bisa mencapai 100 persen.

(Baca juga: Mau Buka Bisnis Makanan, Simak Kiat-kiat Ini!)
2. Bakso Malang

Kuliner musim hujan ini terkenal dengan cita rasanya yang berbeda dari bakso biasa. Baksonya dibakar, sehingga rasanya lebih renyah.

Umumnya, bakso malang disajikan dengan gorengan, mie, tahu dan siomay dengan siraman kuah panas yang ditaburkan dengan sedikit daun seledri ataupun bawang goreng. Menggugah selera sekali, bukan?

Bahkan tidak hanya saat musim hujan saja, tapi bakso akan selalu digemari apapun musimnya. Itulah mengapa bisnis kuliner bakso bisa dibilang termasuk yang ‘awet’.

Banner KTA CekAja

3. Mi instan, telur, kornet

Saat musim hujan, mi instan pun sering kali difavoritkan banyak orang. Apalagi jika dicampur dengan telur dan kornet. Selain tambah enak, rasanya juga lebih mengenyangkan.

Dari segi bisnis, membuka warung mie instan amat menguntungkan. Modal awal yang dimiliki cukup digunakan untuk membeli beberapa kardus indomie, telur, dan sayuran.

Meski tampak sederhana, namun rata-rata pendapatan bersih dari warung mie instan tersebut mampu menembus angka Rp 12 juta per bulan.

(Baca juga: Ini Daftar Makanan Penurun Kolesterol, Cek Yuk!)
4. Bubur ayam

Tidak kalah dengan kuliner musim hujan lainnya, bubur ayam juga memiliki banyak penggemar. Hampir di semua kota telah ada gerobak maupun warung yang menjual makanan ini.

Agar tidak membosankan, sering kali bubur ayam pada beberapa tempat biasanya memberi sedikit modifikasi. Misalnya dengan menambah telur setengah matang, serta parutan atau stick keju yang gurih.

Di samping enak, bubur ayam termasuk makanan yang aman dikonsumsi. Maka dari itu, pembelinya pun tidak mengenal usia, bisa dari anak-anak hingga orang tua. Berkat pangsa pasar yang luas tersebut, maka tidak heran bila bisnis bubur ayam menjadi lirikan para calon pengusaha.

(Baca juga: 10 Ide Usaha Makanan Ringan dengan Omzet Berat)
5. Pisang goreng

Di Indonesia, pisang goreng bisa tampil dengan banyak rupa. Orang-orang di Jawa umumnya menyantap pisang goreng begitu saja, ditemani kopi atau teh hangat.

Tapi di Manado dan di Makassar, pisang goreng dinikmati bersama dabu-dabu dan sambal roa. Dalam dekade terakhir, pisang goreng kipas ala Kalimantan juga populer jadi camilan.

Rasa pisang yang manis ditambah kehangatannya memang sangat menggoda untuk disantap selagi musim hujan. Harganya juga tergolong murah, sekitar Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribu per buahnya. Jadi tak heran kalau bisnis kuliner musim hujan ini akan selalu laris manis.

Itulah kelima bisnis kuliner yang biasanya laris manis saat musim hujan. Jadi ingin mencicipinya juga, ya? Membangun sebuah bisnis kuliner di zaman modern seperti sekarang ini cenderung terasa lebih mudah, karena dapat diaplikasikan secara fleksibel tanpa harus kesulitan mencari lapak.

Jika modal memang pas-pasan, maka tidak perlu menyewa ruko dan sebagainya. Karena Anda bisa menjajakannya melalui media online yang jangkauan pasarnya juga lebih besar.

Tentang Penulis

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami