Membuka akses finansial untuk jutaan masyarakat Indonesia

24 sec. read

5 Cara Bank Setujui Pinjaman Anda

by JTO on 15 April, 2014

Jika sebelumnya Anda dapat menilai kelayakan diri sendiri melalui 3 langkah dan 7 prinsip agar pengajuan pinjaman kredit selalu disetujui, maka Anda harus tahu juga tentang prinsip 5C. Jadi, prinsip ini akan menambah bekal bahwa Anda adalah seorang nasabah kompeten untuk diberi kredit.

  1. Character (Karakter)

     

Ini adalah penilaian sifat atau watak seorang calon debitur. Tujuannya untuk memberikan keyakinan pada bank bahwa sifat atau watak seseorang yang diberikan kredit dapat dipercaya. Prinsip ini mencakup data tentang kepribadian dari calon pelanggan seperti sifat-sifat pribadi, kebiasaan-kebiasaannya, cara hidup, keadaan dan latar belakang keluarga maupun hobinya.

  1. Capacity (Kapasitas)

     

Ini adalah analisis untuk mengetahui kemampuan nasabah dalam membayar kredit. Bank. Bila pinjaman yang diajukan untuk bisnis, maka prinsip ini menilai kemampuan calon nasabah dalam mengelola usahanya yang dapat dilihat dari pendidikannya, pengalaman mengelola usahanya, sejarah perusahaan yang pernah dikelola. Analisis ini dilakukan dari waktu ke waktu. Pendapatan yang selalu meningkat diharapkan dapat melakukan pembayaran kembali atas kreditnya. Sedangkan bila diperkirakan tidak mampu, bank dapat menolak permohonan dari calon debitur. (Baca juga: Hal Sepele yang Bisa Membuatmu Sering Terjerat Utang)

  1. Capital (Modal)

     

Faktor ketiga ini mengetahui sumber kredit yang diberikan nasabah terhadap usaha yang akan dibiayai bank. Walaupun penyediaan pembiayaan sendiri tidak diwajibkan, namun perlu keyakinan bahwa nasabah benar-benar bertanggung jawab dalam menjalankan usahanya. Hal ini bisa dilihat dari neraca, laporan rugi-laba, struktur permodalan, rasio keuntungan yang diperoleh seperti return on equity, dan return on investment.

  1. Collateral (Jaminan)

     

Ini merupakan jaminan yang diberikan calon nasabah baik yang bersifat fisik maupun yang nonfisik. Jaminan hendaknya melebihi jumlah kredit yang diberikan. Jaminan juga harus diteliti keabsahannya, sehingga jika terjadi sesuatu, maka jaminan yang dititipkan akan dapat dipergunakan secepat mungkin. (Baca juga: Lima Kebiasaan Ini Bisa Membuatmu Terbebas dari Utang)

  1. Condition (Kondisi)

     

Bank juga mempertimbangkan kondisi ekonomi yang dikaitkan dengan prospek usaha calon nasabah. Ada suatu usaha yang sangat tergantung dari kondisi perekonomian, oleh karena itu perlu mengaitkan kondisi ekonomi dengan usaha calon pelanggan.

Tentang Penulis

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.

×

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami