Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Ini 5 Fakta Mengejutkan Tsunami di Selat Sunda

by Sindhi Aderianti on 27 Desember, 2018

Belum saja duka hilang dari tanah Lombok dan Palu, beberapa hari lalu bencana alam kembali terjadi. Tepat di Selat Sunda, tsunami secara tiba-tiba memporakpondakan sejumlah  kabupaten di Banten, termasuk tempat rekreasi seperti Pantai Carita.

Mirisnya, lokasi tersebut sedang begitu ramai dikunjungi wisatawan karena momentum libur panjang Natal. Beberapa villa pun rata dengan tanah akibat gelombang dahsyat itu. Selain Banten, sejumlah pesisir pantai Lampung Selatan juga turut kena imbasnya.

Kronologi tsunami yang satu ini cukup mengagetkan. Kepala Badan Meteorologi dan Klimatlogi Geofis Dwikorita Karnawati menceritakan, air laut pasang karena cuaca memang sempat terlihat. Peringatan resmi akan hal itu pun dikeluarkan BMKG sekitar pukul 19.00 WIB.

Namun dengan bunyi yang kira-kira bisa digaris bawahi, “Hanyalah gelombang pasang”. Alih-alih panik dan menghindar, orang-orang justru merasa tenang saja. Sampai pada akhirnya tsunami datang tanpa menunjukkan tanda-tanda pada umumnya.

Fakta mengenai korban serta kerusakan akibat tsunami Banten dan Lampung pun terus berkembang hingga saat ini. Berikut CekAja rangkum fakta selengkapnya di bawah ini:

  1. Tsunami terjadi karena erupsi

Siapapun pasti tidak ada yang bisa menduga tsunami kemarin bisa terjadi. Apalagi tidak ada gempa bumi yang biasanya menjadi penanda awal bencana tersebut.

Kemungkinan tsunami terjadi akibat longsor bawah laut karena pengaruh dari erupsi Gunung Anak Krakatau  yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air laut.  Menurut Dwikorita, pihak BMKG telah berkoordinasi dengan Badan Geologi dan melaporkan bahwa pada 21.03 WIB Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi.

Letusannya memunculkan tinggi asap dengan kisaran tinggi antara 300 sampai 1.500 meter di atas puncak kawah. Akan tetapi karena seismometer mengalami kerusakan, maka kemungkinan datangnya tsunami tidak dapat terdeteksi saat itu. Pun karena malam hari, jadi secara kasat mata tidak kelihatan jelas.

(Baca juga: Cek Fakta Mengejutkan Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah!)
  1. Bulan purnama memicu gelombang pasang

Di samping karena erupsi tadi, pada saat bersamaan terjadi pula gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama. Apa kaitannya gelombang pasang dengan bulan purnama?

Bulan dan bumi memiliki gravitasinya masing-masing. Kedua gaya gravitasi ini ternyata saling memengaruhi satu sama lain.

Pada belahan bumi yang mengalami bulan purnama, jarak antara air laut dan pusat bulan lebih dekat. Akibatnya, gravitasi bulan menarik air laut lebih kuat daripada bumi.

Ini mengakibatkan air laut sedikit menggembung terhadap permukaan bumi dan jadilah pasang naik. Jadi ada kombinasi fenomena alam, yaitu erupsi dan gelombang pasang yang menimbulkan tsunami.

(Baca juga: Asuransi Banjir, Selamatkan Rumah di Musim Hujan)
  1. Band Seventeen ikut menjadi korban

Pada gathering salah satu perusahan BUMN, band Seventeen diketahui tengah mengisi acara tersebut. Semua bukti terungkap dari ungahan video salah satu korban yang berhasil melarikan diri.

Di video berdurasi kurang dari dua menit itu, terlihat jelas bagaimana tsunami menghantam panggung beserta seluruh personel band, hingga tamu-tamu yang hadir. Akibat peristiwa ini, Seventeen harus kehilangan hampir semua personil termasuk manejernya.

Kecuali sang vokalis, yakni Ifan yang berhasil selamat, itupun setelah sempat terombang-ambing ke tengah lautan selama hampir tiga jam.

  1. Punya kemiripan dengan tsunami Palu

Saat konferensi pers, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengungkapkan bahwa tsunami Banten ini mirip dengan tsunami yang terjadi di Palu. Pola tsunami keduanya sama-sama berasal dari bawah laut.

Tsunami yang timbul di sana tak lain karena longsoran sedimen bawah laut akibat aktivitas tektonik. Kenaikan air laut saat itu menyapu daratan sejauh 3 kilometer dari bibir pantai.

Meski demikian, pihak BMKG masih berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan apakah tsunami tersebut berasal dari longsoran erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah mengeluarkan letusan-letusan vulkanik sejak 29 Juni 2018 silam.

(Baca juga: Bencana Alam Bisa Sebabkan Kredit Macet, Ini Alasannya)
  1. 400 lebih orang meninggal dunia

Proses evakuasi dan penanganan tsunami di Banten dan Lampung masih terus dilakukan hingga saat ini. Seiring berhasil dijangkaunya daerah yang sebelumnya terisolir, jumlah korban meninggal yang ditemukan terus bertambah.

Info terakhir, sebanyak 430 orang dinyatakan tewas dan 159 orang dinyatakan hilang. Langkah selannjutnya,  BMKG dan Badan Geologi masih melakukan kajian untuk lebih memastikan kembali penyebab tsunami dan kemungkinan susulan bencana alam ini.

Peran Asuransi Jiwa dalam Bencana Alam Tsunami

Melihat banyaknya korban tewas karena tsunami Banten dan Lampung yang meninggalkan anak-anak berusia dini, tentu kerap mengundang pertanyaan: “Siapa yang akan menjamin hidupnya kelak? Orangtuanya sudah tidak ada”.

Di sinilah asuransi jiwa memegang peranan pentingnya. Bukan lagi untuk pihak tertanggung yang sudah meninggal dunia, tapi klaim dapat diajukan guna mencukupi kehidupan mereka yang ditinggalkan selaku penerima manfaat.

Klaim asuransi merupakan suatu kewajiban yang harus dibayarkan perusahaan asuransi kepada pihak yang tertanggung atau penerima manfaat dari suatu asuransi. Seperti ini kira-kira prosedur pengajuan klaimnya:

  • Informasikan kepada perusahaan asuransi bahwa tertanggung asuransi telah meninggal. Persiapkan salinan surat kematian yang dikeluarkan oleh rumah duka atau kantor negara.
  • Perusahaan asuransi akan mengirimkan formulir klaim asuransi jiwa akibat risiko meninggal dunia. Isi dengan lengkap formulir klaim asuransi jiwa tersebut.
  • Setelah Anda mengisi dengan lengkap formulir klaim asuransi jiwa, sertakan berkas-berkas pendukungnya dengan lengkap, dalam hal ini yang berkaitan pada peristiwa tsunami. Di antaranya polis dan endorsement, fotokopi seluruh hasil pemeriksaan dan kartu identitas, serta surat keterangan meninggal.
  • Apabila klaim asuransi jiwa dinilai sah dan benar adanya maka perusahaan akan melakukan perhitungan kewajiban yang harus dibayar
  • Prosedur akhir dari pengajuan klaim asuransi jiwa adalah pembayaran klaim asuransi jiwa. Maka jangan lupa infokan kepada pihak perusahaan asuransi mengenai informasi rekening bank Anda.

Apapun risiko hidup, sudah seharusnya menjadi pertimbangan utama Anda. Lagi-lagi, asuransi tak ubahnya sebagai upaya “sedia payung sebelum hujan” yang memang belum terasa sekarang manfaatnya, melainkan di masa depan. Untuk mendapatkan asuransi jiwa terbaik, kunjungi situs resmi marketplace produk keuangan pertama di Indonesia, yakni CekAja.com.

Tentang Penulis

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami