Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

Ini 5 Tren yang Bakal Ramai di 2019

by Gito on 28 Desember, 2018

Sejak beberapa tahun terakhir, banyak sekali perubahan dan perkembangan yang kita temui di dunia bisnis. Mulai terus bertumbuhnya industri finansial teknologi hingga menjamurnya bisnis online travel yang bertujuan mengakomodir hasrat berpetualang generasi milenials.

Ini 5 Tren yang Bakal Ramai di 2019
Membincang perubahan, gerak dan laku perubahan terjadi hampir setiap saat. Hal itu berjalan linear dengan kebutuhan hidup masyarakat dan juga pola hidupnya. Seperti kemunculan industri finansial teknologi atau industri keuangan yang berbasis pada teknologi yang mulai “booming” pada beberapa tahun kebelakang.

Hadirnya industri anyar itu sejalan dengan meningkatnya jumlah generasi produktif di Indonesia. Melansir proyeksi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2013 lalu, pada tahun ini jumlah penduduk di Indonesia mencapai 265 juta jiwa, dimana 67,6 persen diantaranya atau sekitar 179,13 juta jiwanya masuk dalam kategori usia produktif.

Hal itu menjadi ceruk tersendiri bagi tumbuh kembangnya industri finansial teknologi yang memang sangat mengandalkan kecepatan, kenyamanan dan juga kecanggihan teknologi di hampir setiap lini kehidupannya. Dengan melihat data diatas, tak aneh pula jika Indonesia berpotensi menjadi destinasi baru pengembangan bisnis digital dunia.

Nah bagaimana dengan tahun 2019 mendatang, apa saja kah yang akan ramai diperbincangkan di tahun babi tanah tersebut, simak ulasannya!

Mengutip data Web Summit 2018, terdapat 5 tren yang bakal ramai di tahun 2019 dan tahun – tahun selanjutnya, diantaranya adalah penggunaan robot dalam tatanan sosial masyarakat.

Robot Sosial

Penerapan teknologi robotik dalam skala industri sudah banyak ditemui belakangan ini. Perusahaan  berskala internasional seperti Toyota ataupun lainnya sudah mengimplementasikan teknologi robot dalam proses produksinya.

Alih – alih menambah jumlah pekerjaan bagi manusia, kehadiran robot diprediksi bakal lebih banyak menggantikan pekerjaan manusia di beberapa tahun kedepan. Bahkan, perkembangan teknologi robot diproyeksikan juga bakal menyentuh kehidupan sosial masyarakat.

Adanya teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, memungkinkan robot untuk memiliki kecerdasan emosional yang diharapkan dapat membantu kehidupan masyarakat. Untuk saat ini kehadiran robot sudah banyak ditemui di berbagai sektor kehidupan, seperti perawatan kesehatan, sektor ritel, pendidikan juga perhotelan.

(Baca juga: 2019, Pemerintahan Jokowi Prediksi Dolar AS di Kisaran Rp14.400)
Wanita di Perusahaan Teknologi

Pada tahun 2019 mendatang, sejumlah posisi strategis di perusahaan teknologi bakal banyak diperankan oleh wanita. Hal itu dikarenakan sekitar 49 persen wanita percaya bahwa tempat para wanita bekerja saat ini cukup memastikan kesetaraan gender.

Meskipun begitu, persentase jumlah wanita yang merasa perlu membuktikan kualitas pekerjaannya kepada rekan kerja pria juga cukup tinggi, angkanya mencapai 61 persen, sedangkan 37 persen wanita merasa ditawari peran kepemimpinan hanya untuk mengisi kuota kosong saja.

Mulai merajainya wanita dalam tatanan karir yang selama ini diisi oleh pria sebenarnya sudah terlihat pada tahun ini. Berdasarkan riset salah satu firma global, Grant Thornton Indonesia, sekitar 43 persen wanita Indonesia mampu mencapai posisi manajemen senior di perusahaan.

Jumlah tersebut menduduki peringkat kedua tertinggi di dunia, bahkan angkanya jauh lebih tinggi ketimbang rata-rata perempuan yag berada di wilayah Asia Pasifik yang hanya mencapai 23 persen. Dari total jumlah perusahaan yang ada di Indonesia, hanya 15 persen perusahaan yang posisi manajemen seniornya tidak diisi oleh wanita.

Angka ini lebih baik dibandingkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, yang 22 persen dan 21 persen perusahaan di sana tidak memiliki perempuan di jenjang manajemen senior.

(Baca juga: 5 Bisnis dengan Untung Miliaran, Berani Coba?)
Remote pekerjaan semakin lazim

Mengacu pada survey Gallup, pada tahun – tahun mendatang perilaku remote dalam melakukan pekerjaan bakal lebih lazim terdengar. Hal itu terjadi seiring dengan digitalisasi yang memungkinkan banyak orang untuk menciptakan bisnis mereka sendiri.

Bahkan diprediksi sekitar 43 persen karyawan sebagian waktu kerjanya berada di rumah. Dengan adanya skema remote dalam menuntaskan pekerjaannya, setiap karyawan akan menempatkan nilai lebih pada lingkungan kerjanya yang fleksibel.

Meski begitu perusahaan tetap harus menemukan keseimbangan yang baik agar program melaksanakan pekerjaan dari jauh (remote) dapat membantu meningkatkan retensi karyawan.

Muncul peluang dari Cryptocurrency

Seperti di ketahui, sepak terjang mata uang krypto atau cryptocurrency di wilayah Asia khususnya berjalan secara “diam-diam”. Namun baru-baru ini, salah satu layanan perdagangan EToro melakukan soft launching cryptocurrency wallet yang dinamakan EToroX.

Produk baru ini diyakini bakal membuka peluang lebih besar lagi untuk perdagangan mata uang krypto. Pasalnya wallet tersebut telah mendapat lisensi dari Komisi Layanan Keuangan Gibraltar (GFSC).

Melalui sistem ini juga nantinya perusahaan yang menggunakannya dapat mentransmisikan uang atau asetnya melalui penggunaan Blockchain atau Distributed Ledger Technology (DLT). Sebelumnya Gibraltar sendiri dicatat sebagai yurisdiksi Blockchain dan crypto-friendly.

(Baca juga: 6 Peluang Bisnis Menggiurkan di Tahun Pemilu 2019)
Mobil listrik Tesla akan tergantikan

Tidak dapat dipungkiri, gaya hidup masyarakat dewasa ini mulai beralih ke gaya hidup sehat juga cerdas. Oleh karena itu, beberapa sektor industri sudah mulai menggodok pengaplikasian teknologi yang tepat untuk menghasilkan produk yang ramah lingkungan namun tetap mengedepankan sisi modernitas.

Salah satu sektor yang paling kentara memperlihatkan kemampuannya disini adalah sektor otomotif. Ya, Anda pasti pernah mendengar mobil pabrikan Amerika yang berbahan bakar listrik, Tesla. Mobil canggih nan modern itu berhasil memikat ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo untuk memboyongnya ke Indonesia.

Namun ternyata masa depan industri otomotif tidak berada pada penggunaan listrik, baru – baru ini penerapan teknologi AI dan juga konektivitas sedang dalam proses membuat mobil menjadi lebih pintar.

Dalam lima tahun kedepan, desain keselamatan dan juga sistem pemantauan juga akan membuat jalan raya menjadi tempat yang lebih aman. Salah satu produsen mobil asal China,Byton -yang juga mobil listrik- saat ini tengah membangun kendaraan pertamanya dengan menggabungkan teknologi sentuh dan suara untuk mengendalikannya.

Bahkan dengan konsep mobil all-electric Byton menyuguhkan apa yang disebut sensor Air Touch yang memungkinkan penumpang mengendalikan layar utama dengan isyarat tangan.

Nah untuk lebih mempersiapkan masa depan Anda, mulailah berpikir untuk menjadi seorang entrepreneur. Karena dengan menjadi seorang wirausaha, Anda dapat menjadi mandiri secara finansial.

Segera kunjungi CekAja.com dan ajukan berbagai macam produk pinjaman, seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA) untuk memulai bisnis awal Anda tanpa harus menggerus dana tabungan.

Tentang Penulis

Jurnalis, penyuka musik britpop, sangat suka dengan dendeng kering.