Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Ini 7 Fakta Film Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur

by Sindhi Aderianti on 12 Desember, 2018

Siapapun pasti mengenal sosok Suzzanna. Namanya begitu lekat dengan berbagai film horor yang pernah dibintangi semasa hidup.

Sebut saja Malam Satu Suro, Titisan Ratu Ular, atau Sundel Bolong pada era 80-an. Penampilan Suzzanna selalu total, hingga membuat setiap penontonnya merinding ketakutan. Dari segi cerita, film-filmnya yang banyak membawa budaya dan mitos lokal itu terasa begitu nyata.

Tak heran kalau orang-orang sulit untuk move on sampai sekarang. Bahkan ketika ditayangkan ulang di beberapa stasiun TV, masih banyak yang mau menonton dan tidak merasa bosan.

Hal inilah yang membuat Rumah produksi Soraya Intercine Films tertarik untuk menggarap film remake dengan judul Suzzana: Bernapas Dalam Kubur. Terlebih minat penonton terhadap film horor sedang tinggi-tingginya.

Benar saja dalam kurun waktu kurang dari sebulan, film ini berhasil meraup 3 juta lebih penonton sejak pertama kali tayang di bioskop.

(Baca juga: Kalau Kamu Punya Nyali, Kunjungi Tempat Paling Horor di Dunia Ini)
Mengapa Luna Maya?

Sunil Soraya selaku produser film ini menceritakan, sebenarnya cukup sulit untuk mencari pemeran yang pas untuk menjadi Suzzanna. Ia juga mengatakan bahwa timnya membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses tersebut.

Ada beberapa aktris yang sempat dikandidatkan. Namun pada akhirnya, Luna Maya menjadi sosok yang dirasa pas memerankan Suzzana.

Banyak alasan yang membuatnya sukses terpilih. Meski tidak ada satupun orang yang bisa menggantikan sang ratu horor Suzzanna, setidaknya Luna dinilai mumpuni secara akting dan kemiripan beberapa fitur wajah.

Memerankan film horor bukan hal baru bagi Luna Maya. Sebelumnya ia sempat tampil dalam ‘The Doll’ dan ‘Sabrina’.

Akan tetapi, Luna mengaku tak mudah mengiyakan dirinya siap memerankan Suzzanna. Bukan karena takut, tapi menurutnya tahun ini sudah terlalu banyak film horror yang diperankan.

Meski begitu, Luna akhirnya tak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Sempat merahasiakan proyek film tersebut selama hampir setahun, namun akhirnya pada beberapa bulan sebelum tanggal rilis, unggahan potret diduga Luna Maya bersama tukang sate tersebar di dunia maya.

Dari situ, kemudian Luna mengakui bahwa memang dirinya lah yang terlibat memerankan karakter utama dalam film remake Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur itu.

Banner KTA CekAja

Hal Menarik Selama Produksi

Dalam setiap penggarapan film, selalu menyimpan cerita menarik di baliknya. Tak terkecuali Suzzana: Bernapas Dalam Kubur yang disutradarai oleh Anggy Umbara dan Rocky Soraya ini.

Terlebih jika dilihat dari kesuksesannya meraup berjuta-juta penonton, tentu ada perjuangan yang serupa. Simak fakta-fakta menariknya berikut:

  1. Makeup 3 jam lamanya

Untuk memiliki struktur wajah yang benar-benar mirip dengan Suzzanna, pihak rumah produksi ini rela mendatangkan makeup artist profesional dari Rusia. Ialah Tatiana Melkomova dari FX Design Group Int dan Peter Gorshenin.

Mereka yang membuatkan prostetik khusus agar wajah Luna semakin mirip Suzzanna. Prostetik merupakan makeup khusus yang menggunakan tambahan materi sehingga membuat efek makeup ini jadi nyata.

Proses pengaplikasiannya sangat lama, yakni menghabiskan waktu kira-kira 3 jam. Selama 50 hari proses syuting, dalam seharinya Luna Maya diharuskan mengenakan makeup prostetik itu selama 12 jam.

Namun, suasana syuting yang cenderung panas membuat Luna mudah berkeringat dan membuat lem tempelan makeup prostetik ini harus di-touch up terus.

(Baca juga: Mengungkap 5 Hal di Balik Layar “Bohemian Rhapsody”)
  1. Banyak sentuhan komedi

Di film asli, sentuhan komedi amat terasa karena kehadiran tokoh Bokir. Setiap adegan dan dialognya selalu mengundang gelak tawa penonton.

Tak jauh berbeda dengan versi tersebut, Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur juga menyuguhkan komedi yang justru lebih banyak. Bedanya bukan karena Bokir, tapi peran Asri Welas dan Ence Bagus sebagai asisten rumah tangga Suzzanna yang begitu jenaka.

  1. Adegan beli sate dihapus

Salah satu adegan yang paling membekas di ingatan penonton soal film sundel bolong yang diperankan oleh Suzzanna di tahun 1981 adalah scene saat membeli sate. Pada adegan tersebut, sundel bolong itu memesan sate sebanyak 200 tusuk kepada sang pedagang.

Sayangnya, scene yang cukup melegenda itu justru harus dihapus karena berkaitan dengan hak cipta.

  1. Ganti sutradara dan syuting ulang 20 hari

Setelah Anggy Umbara menyelesaikan tugasnya, produser film ini meminta Rocky Soraya untuk memimpin syuting ulang. Alasannya bukan karena ada konflik seperti yang diberitakan, melainkan beda visi dan cara kerja saja.

Pengambilan gambar oleh Rocky rupanya tidak menggunakan skenario lama. Melainkan benar-benar skenario baru, mengingat beberapa faktor yang setelah masuk meja editing dirasa tidak cocok. Itulah mengapa proses syuting ulang tersebut memakan waktu sampai 20 hari lebih.

  1. Makan melati, softlens hitam, dan tertawa ala Suzzanna

Bukan Luna Maya namanya kalau tidak total dalam berakting. Satu adegan ikonik dimana Suzzanna memakan bunga melati pun dijabani oleh wanita kelahiran Bali, 26 Agustus 1983 ini.

Luna mengaku sempat makan bunga melati yang “basi” dan sudah berbau aneh. Selain itu agar tampak semakin mirip, ia juga menggunakan softlens hitam yang cukup mengganggu ketika harus melakukan adegan melotot.

Untuk mendapatkan gesture yang serupa, Luna pun melakukan studi intensif atas segala gerak-gerik, cara bicara, serta intonasi suara dan tertawa mendiang Suzzanna sebagai aktris lewat film-film horor yang pernah dimainkan.

(Baca juga: Trik Atasi Ngantuk Ketika Bekerja Sambil Puasa)
  1. Clift Sangra ikut terlibat dalam film

Selain bermain sebagai cameo  dalam beberapa menit, mantan suami Suzzanna ini juga turut membantu tim makeup artist dengan memberikan foto-foto Suzzanna mulai dari kecil hingga dewasa.

Ada sekitar 200 foto yang dikirim ke pihak produksi. Foto tesebut digunakan sebagai referensi untuk membuat makeup prostetik.

  1. Nilai produksi termahal

Menurut Sunil, produksi film ini menghabiskan biaya mahal dan menjadi salah satu film termahal Soraya Intercine Film. Mirip dengan Van der Wick ya.

Kalau Van der Wick harus mendatangkan kapal, kalau film Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur berurusan dengan latar 80-an. Apalagi waktu produksi, yang sudah sebulan, bertambah 20 hari karena keperluan syuting ulang.

Berkat membludaknya jumlah penonton, film Suzanna: Bernapas Dalam Kubur kini juga menduduki peringkat 3 dalam jajaran film terlaris tahun 2018. Tertarik untuk ikut mejadi saksi kesuksesan film tersebut? Saksikan di bioskop kesayangan Anda sebelum nanti turun layar!

Tentang Penulis

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami